Lapan-BPPT lakukan riset ciptakan roket untuk modifikasi cuaca
Elshinta
Senin, 07 Oktober 2019 - 19:21 WIB |
Lapan-BPPT lakukan riset ciptakan roket untuk modifikasi cuaca
Kepala LAPAN Thomas Djamaluddin. Sumber foto: https://bit.ly/2oWjz2w

Elshinta.com - Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Thomas Djamaluddin mengatakan saat ini pihaknya bersama Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) sedang melakukan riset untuk menciptakan roket guna keperluan modifikasi cuaca.

"Kalau itu (roket untuk modifikasi cuaca) bisa terlaksana setidaknya prosedurnya tentu lebih sederhana walaupun dari segi kemampuannya mungkin tidak seluas dengan menggunakan pesawat terbang," kata Thomas kepada Antara di Jakarta, Senin (7/10).

Menurut Thomas, roket untuk modifikasi cuaca ini akan memiliki kemampuan yang berbeda dengan penggunaan pesawat guna membawa dan menyemai bahan semai dalam rangka teknologi modifikasi cuaca (TMC) dalam menciptakan hujan buatan. Pesawat terbang bisa membawa bahan semai atau garam dalam jumlah besar, sementara roket tidak sebanyak yang bisa dibawa pesawat terbang.

Untuk itu, masih perlu pengkajian dan penelitian lebih lanjut guna merancang dan menciptakan roket dengan spesifikasi bagi modifikasi cuaca. Selain itu, bahan semai yang akan dibawa dan disemai oleh roket pada saat ada awan potensial juga akan dimodifikasi sehingga memungkinkan untuk dibawa dan diluncurkan roket.

"Kalau dengan menggunakan roket tentu jenis bahan kimianya berbeda karena itu nanti jenis penaburannya pun berbeda, itu memang yang sedang dikaji supaya kita punya alternatif lain untuk bisa memicu modifikasi cuaca," ujarnya. (Fan/Sik)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Teknologi keselamatan nuklir makin canggih sejak kecelakaan Chernobyl
Senin, 26 April 2021 - 13:38 WIB
Peneliti senior Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) Eri Hiswara mengatakan teknologi keselamatan da...
Wali Kota Arief usul inovasi teknologi `vertikal garden` sebagai RTH
Jumat, 23 April 2021 - 14:07 WIB
Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah mengusulkan inovasi teknologi seperti keberadaan `green roof`...
PBA Universitas Padjajaran fokus kembangkan `Rumah Digital`
Senin, 08 Februari 2021 - 10:48 WIB
Di usianya yang belum genap setahun, Perkumpulan Bumi Alumni Universitas Padjadjaran terus melakukan...
Riset: Vaksin Pfizer/BioNTech terlihat ampuh lawan varian baru corona
Jumat, 08 Januari 2021 - 16:23 WIB
Vaksin COVID-19 Pfizer dan BioNTech terlihat ampuh melawan mutasi utama varian baru virus corona san...
Tiongkok berhasil pasang matahari buatan generasi terbaru
Sabtu, 05 Desember 2020 - 15:15 WIB
Instalasi matahari buatan generasi terbaru yang dikenal dengan nama Tokamak HL-2M berhasil terpasang...
Pakar IPB: Jeroan ikan banyak mengandung protein dan lemak tak jenuh
Senin, 23 November 2020 - 13:15 WIB
Pakar perikanan dari Departemen Teknologi Hasil Perairan (THP) Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan ...
Pertamina uji coba Green Diesel pada akhir November
Jumat, 13 November 2020 - 15:15 WIB
PT Pertamina (Persero) melalui Refinery Unit (RU) IV Cilacap, Jawa Tengah, menargetkan uji coba prod...
Spektrum - Berkah di tengah ancaman La Nina
Minggu, 08 November 2020 - 19:30 WIB
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memantau adanya anomali iklim global di Samudera ...
Menristek: Peran dokter penting arusutamakan pemakaian obat asli RI
Jumat, 06 November 2020 - 20:22 WIB
Menteri Riset dan Teknologi Indonesia (Menristek)/ Kepala BRIN Bambang Brodjonegoro mengatakan salah...
Pemkab Batang pasang enam alat pendeteksi dini titik rawan bencana
Kamis, 05 November 2020 - 20:00 WIB
 Pemerintah Kabupaten Batang, Jawa Tengah, memasang enam alat pendeteksi dini atau EWS bencana di s...