Polri diminta waspadai manuver politik 3 kelompok ingin gagalkan pelantikan Presiden
Elshinta
Senin, 07 Oktober 2019 - 12:15 WIB | Penulis : Dody Handoko | Editor : Dewi Rusiana
Polri diminta waspadai manuver politik 3 kelompok ingin gagalkan pelantikan Presiden
Dok - Aparat kepolisian. Sumber foto: https://bit.ly/2nveYUI

Elshinta.com - Polri dan jajaran intelijen diminta mewaspadai adanya manuver politik dari tiga kelompok koalisi yang ingin menggagalkan pelantikan Joko Widodo sebagai Presiden periode kedua pada 20 Oktober 2019. Indonesia Police Watch (IPW) mengatakan, manuver itu akan dikamuflase dengan aksi-aksi demo anarkis untuk menolak Undang-Undang KUHP, UU KPK, dan lain-lain. 

"Dari penelusuran IPW, kelompok-kelompok ini akan memperalat oknum mahasiswa dan kalangan preman dalam menggulirkan aksinya. Ketiga kelompok koalisi yang bermanuver dan berusaha menggagalkan pelantikan Jokowi itu terdiri dari koalisi kelompok radikal keagamaan dan koalisi kelompok sekuler yang tidak puas dengan pemerintahan Jokowi karena kepentingannya tidak terakomodir, serta kelompok yang mencoba memainkan bargaining posisi dengan Jokowi," kata Ketua Presidium IPW, Neta S Pane dalam keterangan tertulis, Senin (7/10).

Meskipun IPW berkeyakinan manuver ketiga kelompok itu tidak akan menuai hasil, tapi jajaran kepolisian diminta tetap perlu mencermatinya agar aksi-aksi yang dikamuflase tersebut tidak menimbulkan kekacauan dan kerusakan di Ibu Kota Jakarta. 

"Adanya aksi demo di sejumlah kota di Papua yang berujung pada terjadinya kerusuhan sosial membuat konsentrasi Polri terbelah. Begitu juga penempatan personel menjadi terbelah antara mengamankan Papua dan berkonsentrasi mengantisipasi keamanan situasi Ibu Kota Jakarta," tutur Neta. 

Untuk itu, dalam mempersiapkan keamanan Jakarta saat pelantikan Jokowi sebagai Presiden, Neta mengatakan, Polri perlu meminta tambahan dukungan personel TNI dalam mengamankan objek-objek vital. 

Selain itu, lanjut Neta, intelejen kepolisian perlu memantau kantong-kantong radikalisme di seputar Jabodetabek serta memburu penyandang dana aksi demo yang berniat menggagalkan upaya pelantikan Jokowi sebagai Presiden pada 20 Oktober mendatang. 

Ditegaskannya, tindakan persuasif, perepentif, dan antisipatif yang tegas perlu dilakukan jajaran kepolisian, jauh sebelum pelantikan Presiden dilakukan. 

"Aksi `jangan biarkan telur menjadi naga` harus dilakukan Polri tanpa kompromi. Meski mungkin banyak pihak yang akan mengecam tindakan tegas itu, tapi Polri jangan bergeming. Sebab misi Polri tiada lain, yakni mengamankan konstitusi dan mengamankan masyarakat luas dari kekacauan yang akan dilakukan kelompok-kelompok radikal yang bersekutu dengan kelompok sakit hati," papar Neta.

"Polri harus berani bersikap tegas demi menjaga keamanan masyarakat luas dan sikap tegas Polri itu pasti akan didukung masyarakat luas," imbuhnya. 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Kakorlantas: Pelayanan SIM siap hadapi masa new normal 
Kamis, 04 Juni 2020 - 23:16 WIB
 Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Irjen Istiono menegaskan Satpas SIM wilayah hukum Polda Met...
Kemenpan RB apresiasi Korlantas terapkan protokol kesehatan di Satpas
Kamis, 04 Juni 2020 - 23:06 WIB
Deputi Pelayanan Publik Kemenpan-RB Prof. Diah Natalisa mengapresiasi Korlantas Polri yang telah men...
Panglima TNI sematkan tanda kehormatan Bintang Dharma kepada Kasal dan Kasau
Selasa, 02 Juni 2020 - 19:55 WIB
Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto memimpin upacara penyematan Tanda Kehormatan Bintang Dharm...
Kapolres Malang apresiasi Kampung Tangguh Ardirejo
Selasa, 02 Juni 2020 - 19:25 WIB
Berbagai upaya masyarakat di wilayah Kabupaten Malang, Jawa Timur untuk ikut serta berperan secara ...
BIN tambah mobil lab dan lokasi `rapid test`di Surabaya
Minggu, 31 Mei 2020 - 08:10 WIB
Badan Intelijen Negara (BIN) menambah mobil laboratorium (mobil lab) dan titik lokasi rapid test COV...
Dukung pejuang Covid-19, Yonif 411 Kostrad bagikan makanan untuk tenaga medis di RSUD Merauke
Jumat, 29 Mei 2020 - 22:35 WIB
Sebagai wujud dukungan kepada para pahlawan kesehatan yang berjuang di garda terdepan melawan Covid-...
 Polda Sumut bentuk tim pengawasan penerapan `new normal`
Jumat, 29 Mei 2020 - 20:11 WIB
Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Utara membentuk tim pengawasan penerapan tatanan kehidupan baru (...
Polda Sumsel siapkan personel dukung penerapan normal baru
Kamis, 28 Mei 2020 - 18:28 WIB
Kepolisian Daerah Sumatera Selatan menyiapkan personel untuk mendukung penerapan kebijakan tatanan k...
Kasad beri bantuan bahan kebutuhan pokok bagi terdampak Covid-19
Kamis, 28 Mei 2020 - 12:15 WIB
Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Andika Perkasa memberikan bantuan berupa bahan kebut...
  Jenderal TNI Andika Perkasa ikuti `teleconference` simposium LANPAC   
Kamis, 28 Mei 2020 - 11:45 WIB
Kepala Staf TNI AD, Jenderal TNI Andika Perkasa, mengikuti teleconference The Land Forces Pacific (L...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV