Indonesia Multifinance Company of the Year 2019, ajang apresiasi kinerja perusahaan pembiayaan
Elshinta
Minggu, 06 Oktober 2019 - 10:18 WIB | Penulis : Cucun Hendriana | Editor : Administrator
Indonesia Multifinance Company of the Year 2019, ajang apresiasi kinerja perusahaan pembiayaan
Penghargaan Indonesia Multifinance Company of the Year 2019. Foto: istimewa

Elshinta.com - Meningkatnya jumlah kelas menengah di Indonesia dalam satu dekade terakhir telah mendorong tingkat konsumsi masyarakat ke arah yang lebih tinggi. Keberadaan dan fungsi perusahaan pembiayaan sebagai salah satu alternatif masyarakat untuk memenuhi kebutuhannya semakin menjadi tidak terpisahkan, terutama pada kalangan kelas bawah dan menengah.

Peta persaingan pada industri pembiayaan pun semakin ketat dan menuntut perusahaan berpikir lebih keras untuk menentukan strategi bisnisnya dalam menghadapi persaingan mendapatkan porsi konsumen pembiayaan.

Berdasarkan data laporan kinerja perusahaan multifinance yang dirilis oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), penyaluran pembiayaan hingga Juni 2019 mencapai Rp 463,38 triliun. Angka ini tumbuh sekitar 4,47 persen dari Juni 2018 yang mencapai Rp 443,54 triliun. Dari total angka tersebut sebanyak 22 persen disalurkan untuk kendaraan bermotor roda dua dan 41,6 persen untuk kendaraan roda empat. Sisanya disalurkan untuk barang konsumsi lainnya, barang produktif, barang infrastruktur, jasa serta piutang usaha.

Sedangkan total aset perusahaan pembiayaan di Indonesia mengalami pertumbuhan sebesar 2,77 persen pada Juni 2019 (yoy). Total aset pada Juni 2018 tercatat Rp499,3 triliun, sedangkan untuk Juni 2019 tercatat sebesar Rp513, 2 triliun.

Dalam menjalankan roda bisnisnya, perusahaan pembiayaan sangat bergantung dari sumber pendanaan, baik dari bank, investor dalam negeri maupun luar negeri. Kesehatan kinerja keuangan perusahaan pembiayaan menjadi syarat mutlak bagi perusahaan yang ingin mendapatkan sumber pendanaan dar pihak eksternal.

OJK sebagai regulator institusi keuangan di Indonesia telah menetapkan batas minimum kondisi finansial sebuah perusahaan pembiayaan untuk dapat dikategorikan sebagai perusahaan yang sehat secara finansial. Hal itu dituangkan dalam Peraturan OJK Nomor 35/POJK.05/2018  Tentang Penyelenggaraan Usaha Perusahaan Pembiayaan.

Peraturan ini merupakan penyempurnaan dari Peraturan OJK Nomor 29/POJK.05/2014 yang memiliki tujuan untuk meningkatkan peranan perusahaan pembiayaan dalam perekonomian nasional, meningkatkan pengaturan prudensial, dan meningkatkan perlindungan konsumen.

Penghargaan Indonesia Multifinance Company of the Year 2019 ini sebagai bentuk apresiasi dan dukungan kepada perusahaan pembiayaan di Indonesia yang secara tidak langsung meningkatkan konsumsi masyarakat dan memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas Bambang Brodjonegoro yang hadir dalam kegiatan tersebut mengatakan, jika perekonomian ingin lebih stabil maka harus bertumpu pada sektor yang menciptakan nilai tambah, yakni manufaktur dan sektor jasa. “Milenial sekarang yang penting experience. Sektor jasa yang akan berkembang ke depan. Anak muda saat ini kalau ditanya soal bisnis, pasti maunya startup, yang berbasis IT. Itu sektor jasa,” katanya.

Sementara itu, terkait ajang penghargaan ini, Muhamad Ihsan, CEO & Chief Editor Warta Ekonomi menjelaskan, “Pemberian penghargaan ini dimaksudkan untuk mengapresiasi kinerja perusahaan pembiayaan yang berhasil membukukan keuangan yang positif selama tahun 2018,” ungkapnya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Tertarik dengan waralaba kaki lima? Agar tidak merugi, ini tipsnya…
Kamis, 20 Februari 2020 - 14:37 WIB
Kelebihan dari waralaba kaki lima adalah pencapaian sales pada target minimumnya dapat cepat diraih ...
Wah, perputaran bisnis burung ternyata capai Rp1,7 T, ini kata Teten Masduki
Senin, 17 Februari 2020 - 11:09 WIB
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengajak para penggemar burung atau kicau mania untuk berkope...
Ini 6 kunci sukses UKM kelola bisnis kedai kopi
Jumat, 14 Februari 2020 - 14:29 WIB
Ada enam kunci sukses bagi para pelaku UKM dalam mengelola bisnis kedai kopi. Yaitu, produk inovatif...
Jadi etalase produk UKM, Sarinah bakal genjot peluang ekspor
Selasa, 11 Februari 2020 - 16:35 WIB
Sejak Sarinah bertransformasi menjadi etalase produk UKM, penjualan produk UKM di Sarinah mengalami ...
Punya modal pas-pasan, bisnis apa yang paling cocok?
Jumat, 07 Februari 2020 - 12:11 WIB
Berbisnis itu nomor satu tidak kepentok dengan modal kecil. Jadi Anda harus keluar dulu dari pagar m...
Masih tren nih, bagaimana peluang bisnis di industri kopi?
Jumat, 31 Januari 2020 - 10:36 WIB
Industri kopi yang terus booming saat ini, membuka kesempatan berusaha dengan mendirikan bisnis kopi...
Dorong UKM naik kelas, Kemenkop gandeng komunitas pekerja kreatif
Kamis, 23 Januari 2020 - 10:18 WIB
Kali ini, kementerian yang dikomandoi Teten Masduki itu menggandeng Kreavi, sebuah wadah ekonomi kre...
Jumlah warung tradisional capai 3,5 juta, Teten: Tantangan warung itu besar, harus mulai serba pintar
Senin, 16 Desember 2019 - 15:16 WIB
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan warung tradisional yang kini jumlahnya 3,5 juta wa...
Jurus Teten untuk pengarusutamaan UMKM dalam ekonomi nasional
Rabu, 11 Desember 2019 - 09:59 WIB
Kementerian Koperasi dan UKM menyusun Strategi Pemberdayaan UMKM dalam lima tahun ke depan. Strategi...
Teten minta daerah fokus kembangkan produk unggulan
Senin, 09 Desember 2019 - 11:30 WIB
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menegaskan, setiap daerah harus fokus dalam mengembangkan pro...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)