Soal Brexit, PM Irlandia upayakan pertemuan dengan PM Inggris
Elshinta
Minggu, 06 Oktober 2019 - 12:14 WIB |
Soal Brexit, PM Irlandia upayakan pertemuan dengan PM Inggris
Perdana Menteri Inggris Boris Johnson menutup wajah saat rapat dengan Perdana Menteri Irlandia (Taoiseach) Leo Varadkar di Dublin, Irlandia, Senin (9/9). Sumber foto: https://s.id/71Nr-

Elshinta.com - Perdana Menteri Irlandia, Leo Varadkar, sedang mengupayakan pertemuan dengan timpalannya dari Inggris, Boris Johnson, pekan depan, menekankan pada Sabtu bahwa waktunya sempit bagi London melangkah lebih jauh dengan susulan Brexit baru yang dihadirkannya pekan ini.

Dengan waktu kurang dari sebulan hingga Brexit dijadwalkan, Johnson mengupayakan perubahan signifikan tentang bagaimana isu yang paling diperdebatkan perbatasan antara Irlandia Utara yang dikuasai Inggris dan anggota Uni Eropa Irlandia ditangani dalam Brexit yang disepakati oleh pendahulunya, Theresa May, hampir setahun yang lalu.

Namun Uni Eropa dan Irlandia pada Kamis mengatakan bahwa usulan itu tampaknya tidak mungkin menghasilkan sebuah kesepakatan, dengan Dublin secara terang-terangan memperingatkan Inggris sedang menuju Brexit tanpa kesepakatan kecuali dengan banyak konsesi yang dibuat. "Kami sedang dalam proses mengupayakan pertemuan dengan Perdana Menteri Johnson pekan depan," kata Varadkar kepada awak media yang dikutip Antara.

"Waktunya mepet. Kami memiliki agenda KTT pada 17-18 Oktober dan tidak masuk akal untuk mengharapkan 27 atau 28 kepala pemerintahan memutuskan dan menandatangani sesuatu yang mereka hanya lihat malam sebelumnya atau dua hari sebelumnya."

Perdana Menteri Finlandia, yang memegang rotasi kepresidenan Uni Eropa, mengatakan kepada Johnson melalui telepon pada Sabtu bahwa penting untuk mencari solusi dalam waktu seminggu, tepat sebelum KTT. (Ank)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
NU Inggris dukung penerjemahan Al Quran ke Bahasa Rumania
Selasa, 02 Juni 2020 - 12:03 WIB
Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama United Kingdom (PCINU UK) mendukung penerjemahan Al Quran k...
Infeksi corona di Prancis alami kenaikan terendah sejak `lockdown`
Senin, 25 Mei 2020 - 09:39 WIB
Jumlah infeksi virus corona terkonfirmasi di Prancis bertambah 115 atau setara 0,1 persen, menjadi 1...
Penasihat PM Inggris diminta mundur setelah langgar aturan `lockdown`
Minggu, 24 Mei 2020 - 20:41 WIB
Seorang anggota parlemen dari Partai Konservatif yang berkuasa di Inggris pada Minggu menyerukan pen...
Kematian COVID-19 di Prancis hampir 21.000
Rabu, 22 April 2020 - 12:35 WIB
Kematian akibat COVID-19 di Prancis meningkat tajam menjadi hampir 21.000 kematian pada Selasa, namu...
Di Prancis total kematian akibat corona hampir 14.000
Minggu, 12 April 2020 - 13:55 WIB
Jumlah total kematian akibat wabah virus corona di Prancis naik menjadi hampir 14.000 pada Sabtu (11...
Kasus corona di Jerman terus bertambah jadi 57.298
Senin, 30 Maret 2020 - 14:15 WIB
Jumlah kasus virus corona di Jerman terus bertambah menjadi 57.298  dengan 455 kematian, berdasarka...
Macron minta Italia waspada soal bantuan corona dari Tiongkok, Rusia
Sabtu, 28 Maret 2020 - 13:15 WIB
Presiden Prancis Emmanuel Macron pada Sabtu (28/3) berusaha untuk mengambil hati Italia dan mengatak...
Penimbunan cairan pencuci tangan akibatkan lonjakan permintaan etanol
Selasa, 10 Maret 2020 - 10:52 WIB
Sejumlah produsen etanol di seluruh dunia mengatakan permintaan atas produk mereka melonjak lantaran...
Menteri Prancis positif corona usai mengunjungi parlemen
Selasa, 10 Maret 2020 - 09:58 WIB
Menteri Kebudayaan Prancis menjadi pejabat terbaru yang terpapar virus corona, kata rekan sesama pej...
Inggris akhirnya tinggalkan Uni Eropa menuju masa depan tak menentu
Sabtu, 01 Februari 2020 - 09:59 WIB
Inggris Raya akhirnya angkat kaki dari Uni Eropa pada Jumat menuju masa depan Brexit yang tak menent...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV