Ditemukan kuburan massal, Jaksa Agung: Sampaikan ke Komnas HAM
Elshinta
Sabtu, 05 Oktober 2019 - 09:14 WIB |
Ditemukan kuburan massal, Jaksa Agung: Sampaikan ke Komnas HAM
Jaksa Agung HM Prasetyo. Sumber foto: https://bit.ly/2ofgtGM

Elshinta.com - Jaksa Agung HM Prasetyo mempersilakan Yayasan Penelitian Korban Pembunuhan (YPKP) 65 yang mengklaim menemukan lokasi kuburan massal korban peristiwa 1965, agar melaporkan ke Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM).

"Kalau mereka mengatakan ada kuburan massal ya silakan sampaikan kepada Komnas HAM sebagai penyelidik perkara pelanggaran HAM," ujar Prasetyo di Kompleks Kejaksaan Agung RI, Jakarta, Jumat (4/10), dikutip Antara.

Sebelumnya, YPKP 65 menyerahkan temuan ratusan kuburan massal kepada Komnas HAM sekaligus Kejaksaan Agung pada Kamis (3/10) agar dapat dijadikan tambahan alat bukti penanganan kasus pelanggaran HAM berat 1965-1966.

Jaksa Agung mengatakan dalam penanganan pelanggaran HAM berat, hasil penyelidikan Komnas HAM menjadi acuan untuk ditingkatkan ke penyidikan atau tidak. Selama ini hasil penyelidikan Komnas HAM dinilai masih kekurangan bukti dan petunjuk yang diberikan belum dilengkapi.

"Kami tidak mungkin menangani kasus tanpa didukung bukti-bukti yang kuat. Kami bisa memahami juga peristiwanya sudah sekian lama. Rasanya siapa pun akan menghadapi kesulitan menemukan bukti-bukti juga pelakunya, saksi-saksi dan sebagainya," ujar Prasetyo. (Fan)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Hari ini terakhir sosialisasi sistem ganjil genap
Rabu, 05 Agustus 2020 - 09:45 WIB
Sosialisasi sistem rekayasa lalu lintas ganjil genap di Jakarta memasuki hari terakhir, Rabu (5/8) h...
Polda Metro Jaya segera undang Anji dan Hadi Pranoto
Rabu, 05 Agustus 2020 - 09:33 WIB
Polda Metro Jaya segera melayangkan undangan kepada musisi Erdian Aji Prihartanto alias Anji dan Had...
Pemilik ratusan ganja divonis delapan tahun penjara di Bali
Selasa, 04 Agustus 2020 - 21:37 WIB
Pemilik narkotika jenis ganja seberat 622,5 gram neto dan 0,37 gram neto sabu-sabu bernama Yosua Kar...
Kejagung jelaskan soal eksekusi Djoko Tjandra
Selasa, 04 Agustus 2020 - 18:25 WIB
Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Hari Setiyono, menjelaskan alasan Kejaksaan Agung lan...
Aturan MA nomor 1 tahun 2020 tentang Koruptor bentuk terobosan hukum
Selasa, 04 Agustus 2020 - 16:11 WIB
Mahkamah Agung (MA) telah mengeluarkan aturan terbaru nomor 1 tahun 2020 tentang pemidanaan pelaku ...
LeCI: Penangkapan Djoko Tjandra momentum bongkar kasus Bank Bali
Minggu, 02 Agustus 2020 - 16:15 WIB
Direktur Legal Culture Institute (LeCI) M Rizqi Azmi mengatakan penangkapan Djoko Tjandra menjadi mo...
Sahroni minta lembaga hukum tindak oknum terlibat kasus Djoko Tjandra
Minggu, 02 Agustus 2020 - 12:39 WIB
Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni meminta lembaga hukum, seperti Kepolisian, Kejaksaan Agu...
Bareskrim tahan Brigjen Prasetijo Utomo
Sabtu, 01 Agustus 2020 - 09:29 WIB
Bareskrim Polri menahan Brigjen Pol Prasetijo Utomo terkait kasus penerbitan surat jalan palsu untuk...
Djoko Tjandra resmi berstatus warga binaan Rutan Salemba
Sabtu, 01 Agustus 2020 - 09:14 WIB
Terpidana kasus korupsi Bank Bali Djoko Tjandra resmi berstatus sebagai warga binaan Rumah Tahanan...
Yasonna: Penangkapan Djoko Tjandra jadi momentum penegakan hukum
Jumat, 31 Juli 2020 - 17:46 WIB
Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly mengatakan bahwa penangkapan Djoko Tjandra menjadi momentum untu...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV