OTT KPK seperti buka kotak pandora
Elshinta
Jumat, 27 September 2019 - 12:06 WIB | Penulis : Dody Handoko | Editor : Administrator
OTT KPK seperti buka kotak pandora
Juru Bicara KPK Febri Diansyah. Foto: Dody Handoko/Elshinta.

Elshinta.com - Operasi tangkap tangan (OTT) adalah  satu diantara metode yang dilakukan KPK dalam menangani kasus korupsi. OTT seperti membuka kotak pandora dalam upaya pemberantasan korupsi. Demikian dikatakan, Juru Bicara  KPK  Febri Diansyah  di KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (27/9).

"OTT itu seperti membuka kotak pandora korupsi. Membuka kejahatan hingga kita bisa menemukan harapan akan Indonesia yang bebas korupsi," katanya.

Dijelaskannya, proses teknik penanganan perkara sebenarnya berada pada tahap penyelidikan. Sebagai lembaga penegak hukum, KPK tidak mungkin membiarkan jika menemukan terjadinya tindak pidana korupsi. "Penegak hukum tugasnya memang menegakkan aturan hukum yang ada," ujarnya.

OTT bersifat seketika saat transaksi terjadi, nilai dugaan korupsi yang ditemukan saat OTT dapat besar maupun kecil. Dari kasus-kasus korupsi yang terjadi, pemberian suap dilakukan bertahap. Dengan demikian, meski nilai yang ditemukan dalam OTT kecil, dapat membongkar  skandal korupsi  yang lebih besar.

"Ini sering kami lakukan dan berhasil sampai di persidangan," ucapnya. 

Ia menceritakan kasus di Kebumen sebagai contoh yang paling sederhana. Ketika OTT uang yang diamankan hanya sekitar Rp70 juta, namun  KPK berhasil membongkar jejaring korupsinya mulai dari level proyek di daerah hingga mafia anggaran yang pengaturannya melibatkan salah satu pimpinan DPR. 

"Bahkan di kasus inilah pertama kali diungkap pencucian uang yang dilakukan korporasi," paparnya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Kuasa hukum yakin John Kei tak bersalah meski anak buahnya divonis hakim
Jumat, 22 Januari 2021 - 13:58 WIB
Majelis hakim Pengadilan Negeri Tangerang memvonis bersalah anak buah John Refra alias John Kei dala...
Pemkab Nunukan tertibkan penyelundupan TBS sawit ke Malaysia
Jumat, 22 Januari 2021 - 13:36 WIB
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan, Kalimantan Utara (Kaltara), akan menertibkan penyelundupan Ta...
Notaris di NTT aksi mogok terkait kasus tanah Labuan Bajo
Jumat, 22 Januari 2021 - 10:20 WIB
Ikatan Notaris Indonesia (INI) dan Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah Provinsi Nusa Tenggara Timur (N...
Polresta Denpasar dalami dugaan kasus pembunuhan seorang wanita
Jumat, 22 Januari 2021 - 10:10 WIB
olresta Denpasar beserta jajaran sedang mendalami dugaan kasus pembunuhan seorang wanita bernama Dwi...
Kejagung periksa Deputi Direktur Penyertaan BPJS Ketenagakerjaan
Jumat, 22 Januari 2021 - 06:15 WIB
Jaksa penyidik Jampidsus Kejaksaan Agung memeriksa satu saksi, yakni S selaku Deputi Direktur Penyer...
DPO 3,5 tahun, Tim intel Kejatisu dan Kejari Medan tangkap Dirut PT PACE
Kamis, 21 Januari 2021 - 10:11 WIB
Tim Gabungan Tangkap Buronan (Tabur) Kejatisu dan Kejari Medan menangkap Ketua Ikatan Nasional Konsu...
Polres Tanjungpinang tangkap tiga residivis kasus narkoba
Kamis, 21 Januari 2021 - 08:30 WIB
Polres Tanjungpinang, Kepri, berhasil menangkap empat orang tersangka kasus narkoba, di mana tiga or...
Pinangki mengaku bangga menjadi seorang jaksa
Rabu, 20 Januari 2021 - 22:49 WIB
Pinangki Sirna Malasari mengaku punya rasa bangga menjadi anggota korps Kejaksaan Agung Republik Ind...
Terdakwa pembakar mobil Via Vallen dituntut tiga tahun
Rabu, 20 Januari 2021 - 21:41 WIB
Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Sidoarjo, Jawa Timur, menuntut Pije selaku terdakwa pembakar mobil ...
KPK turut sita empat mobil dan tanah kasus korupsi pengadaan CSRT
Rabu, 20 Januari 2021 - 19:30 WIB
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) turut menyita empat unit mobil serta tanah dan bangunan di Jakart...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV