Belajar dari Rusmidah, raih omzet puluhan juta dari dekorasi rumah
Elshinta
Jumat, 27 September 2019 - 11:56 WIB | Penulis : Cucun Hendriana | Editor : Sigit Kurniawan
Belajar dari Rusmidah, raih omzet puluhan juta dari dekorasi rumah
Rusmidah. Sumber foto: istimewa

Elshinta.com - Kerajinan tangan terbukti bisa membuka sebuah peluang usaha baru. Salah satunya adalah dekorasi rumah atau biasa disebut home decor. Setelah dilakukan home decor, penampilan ruangan menjadi berubah cantik dan memiliki nuansa model tertentu.

Rusmidah salah satunya, yang tertarik menekuni bisnis tersebut karena selain hobi, masih jarang pelaku usaha yang menggarapnya.

Berkat kreasi tangan dinginnya, ia bisa mendulang omzet puluhan juta rupiah per bulan dari menekuni usaha home decor ini.

Dikutip eMajels, lahir dari lingkungan pebisnis membuat Ida untuk mencoba berbagai usaha hingga akhirnya menemukan passion di bidang home decor. “Sebelum menekuni bisnis home decor, saya pernah membuka usaha baju anak dan menjadi reseller produk home décor,” kata dia.

Berkat pengalaman di bidang tekstil, baik bahan baku dan pemasarannya tersebut, membuat Ida berani memilih usaha ini. Saat itu dirinya masih bekerja di bagian farmasi. Namun setelah mantap membuka usaha sendiri, penggemar traveling ini meninggalkan pekerjaan yang sudah dijalaninya selama 14 tahun tersebut.

Ida kemudian memilih fokus mulai mencoba membuat produk home decor yang lebih variatif dengan pangsa pasar yang lebih luas. “Konsumen bidang ini sangat tinggi tapi belum banyak produsennya,”  Ida bicara peluangnya.  

Dengan brand Bunga’s Bed Sheets, Ida membuat aksesori interior pada tahun 2010. Hal tersebut diwujudkan wanita kelahiran Pemangkih, Kalimantan Selatan dengan membuat motif-motif bunga pada setiap karyanya.

Modal awalnya sendiri, diakuinya, saat merintis usaha di tahun 2007, ia mengeluarkan modal sebesar Rp5 juta. Modal tersebut digunakan untuk membeli 1 unit mesin jahit, bahan baku dan beberapa peralatan pendukung lain seperti jarum, benang dan bahan pola.

“Konsumen banyak yang memberi masukan desain dan model. Hingga akhirnya saya bisa membuat produk baru yang sekarang jumlahnya sudah makin banyak,” ungkapnya.

Melalui bazar, toko online dan offline, dalam sebulan Ida mampu membuat 100 hingga 500 produk. Produk yang dibuatnya seperti sprei, bantal, bedcover, runner, mukena, bantal bunga, taplak meja, dan lain-lain. Sedangkan untuk harganya dari Rp75 ribu sampai Rp3 juta dengan omzet setiap bulannya mencapai Rp70 juta.

Ida pun terus melakukan inovasi dan berkreasi untuk menghadirkan produk-produk terbaru. Strategi lain yang digunakannya agar produknya digandrungi konsumen adalah menggunakan bahan baku berkualitas, kerapihan, dan motif produk unik.

“Motif merupakan nilai penting agar produk tetap diburu konsumen,” tegas dia.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Hotman Paris dukung pengusaha muda ini pelopori batik moderen pertama di Indonesia
Selasa, 18 Februari 2020 - 08:42 WIB
Industri fashion terus berkembang, seiring dengan kemajuan zaman. Termasuk batik, kini memakai batik...
Inspirasi Rico Huang: Sukses di usia 24 tahun, kini mantap menatap bisnis photobook
Minggu, 02 Februari 2020 - 10:30 WIB
Dengan banyaknya data dan nilai pasar yang tinggi, photobook menjadi salah satu variasi produk print...
Sukses berbisnis batik, Michael Wirawan bangun brand baru yang sasar wanita milenial
Kamis, 23 Januari 2020 - 15:41 WIB
Namanya Michael Wirawan. Usianya masih muda, tercatat baru 24 tahun. Tapi soal bisnis, dia memiliki ...
Brand kecantikan karya anak bangsa ini sukses jelajahi pasar Eropa
Minggu, 19 Januari 2020 - 16:38 WIB
Berkat ekstrak kayu cendana, daun nilam, kemangi, bunga jempiring, bunga mawar, melati, kamboja, kay...
Jadi CEO private equity termuda di Asia Tenggara, Timothy Tandiokusuma kelola AUM Rp1,2 T
Senin, 13 Januari 2020 - 17:04 WIB
Timothy Tandiokusuma, usianya masih muda, 26 tahun, tapi dirinya cukup sukses menggeluti bisnis priv...
Mengenal Dicky Firmansyah, milenial di kancah industri digital Tanah Air
Selasa, 07 Januari 2020 - 15:16 WIB
Besarnya  potensi industri digital di Indonesia membuat para pelaku industri digital meyakini bahwa...
Dari Pekayon ke Cikunir Raya: Hardianto anak muda dibalik sukses Hardy Classic
Selasa, 10 Desember 2019 - 09:58 WIB
Kiprah Hardy Classic dalam bidang interior mobil sudah tidak diragukan lagi. Dengan pengalaman belas...
Jatuh bangun Jerry Hermawan Lo hingga sukses jadi pengembang properti
Minggu, 24 November 2019 - 14:31 WIB
Industri properti menjadi salah satu bisnis yang paling menjanjikan di dunia. Oleh karena itu, banya...
Ini kisah Bahlil Lahadalia, `anak terminal` yang ditunjuk jadi Kepala BKPM
Jumat, 25 Oktober 2019 - 10:05 WIB
Hidup berbalut kemiskinan, itulah masa lalunya. Bahlil, meski terlahir dari keluarga sederhana, tak ...
Tas limbah plastik karya Deasy Esterina yang tembus pasar global
Kamis, 17 Oktober 2019 - 16:13 WIB
Adalah Deasy Esterina yang tertarik untuk mengolah limbah plastik menjadi sesuatu yang bermanfaat. I...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)