Kiri Kanan
Gempa Ambon, 23 orang meninggal dan ratusan orang luka-luka
Elshinta
Jumat, 27 September 2019 - 09:38 WIB |
Gempa Ambon, 23 orang meninggal dan ratusan orang luka-luka
Tim SAR gabungan mengevakuasi jenazah Matheis Frans warga Desa Nania yang tewas tertimbun longsoran bukit pasir di Desa Nania, Ambon, Maluku, Kamis (26/9). Sumber Foto: https://bit.ly/2nGGSN6

Elshinta.com - Sebanyak 23 orang warga dari tiga kabupaten di Maluku meninggal dunia akibat terdampak gempa tektonik berkekuatan magnitudo 6,8 yang mengguncang Pulau Ambon dan Kabupaten Maluku Tengah serta Seram Bagian Barat (SBB) pada Kamis (26/9) pukul 08.46 WIT.

Demikian disampaikan Gubernur Maluku, Murad Ismail di Ambon, Jumat (27/9).

"Data yang saya terima dari Kepala BPBD Maluku, Farida Salampessy, sebanyak 23 orang warga meninggal dan seratusan warga lain menderita luka-luka," katanya, seperti dikutip Antara.

Murad mengatakan fokus saat ini para korban yang menderita luka-luka segera mendapatkan perawatan medis secara optimal di sejumlah rumah sakit di Kota Ambon maupun kabupaten lain, agar dapat segera pulih dan sembuh. "Saya memastikan semua korban luka mendapatkan perawatan maksimal oleh para dokter dan perawat, sehingga segera pulih dan sembuh," katanya.

Murad juga menyatakan seluruh biaya perawatan dibiayai sepenuhnya oleh pemerintah provinsi Maluku, sehingga para korban dan keluarganya tidak perlu merasa khawatir. "Seluruh biayanya menjadi tanggung jawab pemprov. Jika ada dokter maupun tenaga medis yang minta pembayaran segera laporkan dan saya akan mengambil tindakan tegas," ujar Murad.

Ia mengatakan banyak korban luka dikarenakan masyarakat panik dan takut saat terjadi bencana, dan berhamburan keluar rumah tanpa memikirkan keselamatan, sehingga banyak yang tertimpa reruntuhan rumah dan bangunan.

karena itu, mantan Kakor Brimob Polri tersebut juga mengimbau warga untuk tidak panik dan takut serta berupaya melindungi diri dan keluarga agar tidak menjadi korban bencana alam tersebut.

"Bencana ini tidak bisa diprediksi. Guncangan juga masih dirasakan hingga pagi ini. Terpenting masyarakat tidak panik dan takut agar bisa berpikir jernih untuk menyelamatkan diri saat terjadi bencana," katanya.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Maluku, Farida Salampessy membenarkan 23 orang meninggal paskagempa tektonik yang sebelumnya disebutkan bermagnitudonya 6,8 tetapi kemudian dilakukan pemutakhiran menjadi 6,5.

Para korban meninggal sebagian besar karena tertimpa reruntuhan bangunan rumah dan fasilitas umum lainnya, di mana terbanyak di kecamatan Salahutu, Pulau Ambon, kabupaten Maluku Tengah serta enam orang di Kota Ambon dan tiga lainnya di kabupaten Seram Bagian Barat (SBB).

Farida juga memastikan lebih dari 100-an warga Desa Liang, kecamatan Salahutu, Pulau Ambon, kabupaten Maluku tengah mengalami luka-luka berat, sedang maupun ringan, sedangkan di Kota Ambon enam orang dan Desa Waesama kabupaten SBB satu orang luka telah mendapatkan perawatan medis. (Anj/Sik)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Rumah kosong di Cengkareng ludes terbakar
Senin, 18 November 2019 - 06:37 WIB
Elshinta.com - Kebakaran melanda sebuah rumah di Jalan Kampung Utan Bahagia RT 06/04 Cengk...
Longsor proyek `doubletrack` tak ganggu perjalanan KA Bogor-Sukabumi
Sabtu, 16 November 2019 - 19:51 WIB
Elshinta.com - PT Kereta Api Indonesia (KAI) memastikan bahwa insiden longsor di lokasi pe...
Lima orang pekerja tertimbun longsoran proyek `doubletrack`di Bogor
Sabtu, 16 November 2019 - 19:22 WIB
Elshinta.com - Sebanyak lima orang pekerja tertimbun longsoran di lokasi pembangunan jalur...
Gara-gara bakar sampah, Pasar Bendul Merisi Surabaya terbakar
Sabtu, 16 November 2019 - 18:54 WIB
Elshinta.com - Sekitar 36 lapak milik pedagang pasar beras dan mobil di Bendul Merisi, Jagir, K...
BNPB: Dua orang luka dan 19 bangunan rusak akibat gempa Maluku Utara
Jumat, 15 November 2019 - 15:09 WIB
Elshinta.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan sejauh ini dua ora...
Sempat lari, penambang pasir di Magelang tewas tertimpa longsoran tebing
Rabu, 13 November 2019 - 07:57 WIB
Elshinta.com - Seorang penambang pasir, Supardi (35), warga Dusun Srumbung Ngisor, Desa Kr...
Kapal kayu Segar Wangi terombang-ambing di Laut Sarmi Papua
Selasa, 12 November 2019 - 20:42 WIB
Elshinta.com - Kapal kayu Segar Wangi yang berisi satu nahkoda dan tujuh orang anak buah k...
Tak kuat nanjak di Bukit Siwuni Tegal, mobil sedan terbakar
Sabtu, 09 November 2019 - 16:20 WIB
Elshinta.com - Sebuah mobil sedan terbakar di kawasan Bukit Siwuni, Kecamatan Balapulang, ...
Rumah rusak tertimpa tower akibat angin beliung diperbaiki provider
Sabtu, 09 November 2019 - 14:38 WIB
Elshinta.com - Sebuah tower seluler (McP) Telkomsel setinggi 33 meter roboh mengenai rumah...
Kabut asap kembali selimuti beberapa daerah Sumsel
Sabtu, 09 November 2019 - 11:40 WIB
Elshinta.com - Kabut asap tipis hingga tebal kembali meliputi beberapa daerah di Sumsel, t...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)