MemoRI 10 Oktober
10 Oktober: Ini sejarah Hari Anti Hukuman Mati
Elshinta
Penulis : Fajar Nugraha | Editor : Administrator
10 Oktober: Ini sejarah Hari Anti Hukuman Mati
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2lGkpPr

Elshinta.com - Hari Anti Hukuman Mati diperingati setiap tanggal 10 Oktober. Peringatan ini ditetapkan pada sebuah kongres yang diadakan di Roma pada Mei 2002 oleh organisasi-organisasi yang menentang hukuman mati.

Hukuman mati ialah suatu hukuman atau vonis yang dijatuhkan pengadilan (atau tanpa pengadilan) sebagai bentuk hukuman terberat yang dijatuhkan atas seseorang akibat perbuatannya.

Setiap negara memiliki alasan tersendiri untuk memberlakukan hukuman mati. Namun, ada empat cacat utama yang biasanya terlihat pada hampir semua negara di mana hukuman mati masih berlaku, yakni sistem hukum yang tidak transparan, dimana keterangan mengenai siapa yang akan dijatuhi hukuman mati, bagaimana hukuman itu akan dijalankan, kapan dan dimana pelaksaannya itu biasanya dirahasiakan.

Menurut Aurilie Placias dari Koalisi penentang hukuman mati World Coalition Against the Death Peaty (WCADP), jenis kejahatan yang bisa dijatuhi hukuman mati juga sangat luas, adanya kondisi dimana hukum memiliki aspek yang tidak adil, dan peluang untuk mendapatkan amnesti sangat kecil.

Berdasarkan Resolusi PBB Nomor 62/149 tentang penangguhan pelaksanaan hukuman mati, mendapatkan dukungan. meski 27 negara Asia telah menghapusnya, masih ada 14 negara lain yang menjalankan hukuman mati, di antaranya, Afghanistan, Bangladesh, Brunei, Cina, India, Jepang, Malaysia, Mongkolia, Korea Utara, Pakistan, Singapura, Thailand dan Indonesia.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Telusuri sumber air yang diracuni, kematian dr Kariadi picu Pertempuran Lima Hari Semarang
Senin, 14 Oktober 2019 - 06:05 WIB
Elshinta.com - Meskipun Indonesia sudah memproklamasikan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945 ...
Injak lencana Merah Putih, pemuda gelorakan Pertempuran Medan Area
Minggu, 13 Oktober 2019 - 06:00 WIB
Elshinta.com - Pertempuran Medan Area adalah sebuah peristiwa perlawanan rakyat terhadap S...
12 Oktober: Awal rangkaian pengeboman di Pulau Dewata meledak lewat Bom Bali I
Sabtu, 12 Oktober 2019 - 06:01 WIB
Elshinta.com - Hari ini 17 tahun lalu, peristiwa terorisme yang dianggap terparah dalam se...
Berjuang tanpa henti, Pangeran Antasari wafat di tengah pasukannya
Jumat, 11 Oktober 2019 - 06:04 WIB
Elshinta.com - Pangeran Antasari yang merupakan pahlawan nasional dari Banjarmasin, Kalima...
10 Oktober: Ini sejarah Hari Anti Hukuman Mati
Kamis, 10 Oktober 2019 - 06:02 WIB
Elshinta.com - Hari Anti Hukuman Mati diperingati setiap tanggal 10 Oktober. Peringatan ini diteta...
Tragedi Geger Pacinan, lebih dari 10.000 orang Tionghoa dibantai di Batavia
Rabu, 09 Oktober 2019 - 06:01 WIB
Elshinta.com - Geger Pacinan atau yang juga dikenal sebagai Tragedi Angke, merupakan sebuah pemban...
8 Oktober 2009: Meteor meledak di Bone, Sulawesi Selatan
Selasa, 08 Oktober 2019 - 06:02 WIB
Elshinta.com - Pada hari ini 10 tahun silam, warga Bone dikagetkan dengan peristiwa masuknya pecah...
Datangi Kementan, Warga Bima minta pemerintah perhatikan petani bawang merah
Senin, 07 Oktober 2019 - 20:46 WIB
Elshinta.com - Sejumlah aliansi masyarakat pemuda dan mahasiswa Bima (Alaram Bima) melakukan ak...
7 Oktober 1981: Penggerak `arek Suroboyo` tutup usia
Senin, 07 Oktober 2019 - 06:04 WIB
Elshinta.com - `Merdeka atau mati` merupakan semboyan yang terpatri pada seluruh rakyat Indonesia ...
Sempat bertahan, Ade Irma Suryani hembuskan nafas terakhir 6 Oktober 1965
Minggu, 06 Oktober 2019 - 06:05 WIB
Elshinta.com - `Anak saya yang tercinta, engkau telah mendahului gugur sebagai perisai ayahmu` mer...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)