Dampak karhutla Pekanbaru, 11.268 warga terpapar ISPA
Elshinta
Senin, 23 September 2019 - 21:51 WIB |
Dampak karhutla Pekanbaru, 11.268 warga terpapar ISPA
Sumber Foto: https://bit.ly/2kqAOa6

Elshinta.com - Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru menyebutkan penderita Infeksi Saluran Pernafasan Atas (ISPA) di Kota Pekanbaru mencapai 11.268 orang akibat asap pekat karhutla (kebakaran hutan dan lahan) yang melanda daerah itu sejak dua bulan terakhir.

Demikian disampaikan  Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pekanbaru Muhammad Amin kepada pers di Pekanbaru, Senin (23/9).

"Dari 11.268 penderita itu dominan terdampak bayi, balita, ibu hamil, dan lansia, namun mereka sudah mendapatkan penanganan yang tepat dan menjalani rawat jalan," katanya, seperti dikutip Antara.

Ia mengatakan sebelasan ribu pasien yang mengalami ISPA tersebut masih berada dalam kategori ringan, namun jika tidak segera berobat berkemungkinan bisa menjadi agak parah.

Apalagi, kata dia, status ISPU (Indeks Standar Pencemar Udara) di Kota Pekanbaru kini masih menunjukkan kategori yang berbahaya, sehingga warga diminta untuk tetap waspada terhadap bencana kabut asap karhutla itu.

"Bagi yang mengalami asma sebaiknya lebih menjaga kesehatannya dan jangan ke luar rumah, jika terpaksa ada kegiatan di luar rumah sebaiknya menggunakan masker N95 yang lebih kencang sehingga potensi terhirup asap mengandung zat berbahaya itu bisa dihindari," katanya.

Pada papan informasi terpajang di bahu Jalan Nangka atau perempatan jalan layang menuju Mall SKA atau di seberang jalan pusat perbelanjaan modern Living World, terpampang ISPU dalam kondisi berbahaya.

Sementara itu, hujan yang mengguyur sebagian daerah di Kota Pekanbaru belum mampu menurunkan level ISPU tersebut sehingga kabut asap karhutla masih menyelimuti kota tersebut. (Anj/Sik)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
3.308 personil gabungan diterjunkan pada hari pertama penegakan disiplin di Malang Raya
Senin, 01 Juni 2020 - 19:22 WIB
Sebanyak 3.308 personil gabungan dari TNI Polri, Disbun, Satpol PP, Dinkes, PMI dan PSC se-Malang Ra...
DPRD DIY: Pandemi COVID-19 jadi momentum implementasi nilai Pancasila 
Senin, 01 Juni 2020 - 18:15 WIB
Indonesia saat ini tengah dilanda pandemi COVID-19 yang melumpuhkan berbagai sektor. Justru dalam ke...
Polisi akan kembali buka seluruh ruas jalan di Kota Bandung
Senin, 01 Juni 2020 - 17:46 WIB
Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polrestabes Bandung bakal kembali membuka seluruh ruas jalan raya yan...
Peringatan dini cuaca Jabodetabek petang ini
Senin, 01 Juni 2020 - 17:10 WIB
Peringatan dini cuaca untuk wilayah Jabodetabek, Senin (1/6) pukul 15.50 WIB. Diprediksi akan turun ...
200 kendaraan diminta putar balik saat menuju Jakarta Barat
Senin, 01 Juni 2020 - 16:26 WIB
Sebanyak 200 kendaraan diminta berputar balik saat menuju Jakarta Barat karena tak dapat menunjukkan...
Pedagang di pasar diwajibkan pakai masker
Senin, 01 Juni 2020 - 15:39 WIB
Pedagang Pasar Kembangsari Tengaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah diwajibkan memakai masker untuk...
Pemprov Sumut rencanakan skenario `new normal`
Senin, 01 Juni 2020 - 14:50 WIB
Wakil Bupati Langkat Syah Afandin mengikuti video conference (Vidcon) sosialisasi program penempatan...
Pemerintah berikan bantuan ke warga terdampak COVID-19 hingga Desember
Senin, 01 Juni 2020 - 14:38 WIB
Menteri Sosial Juliari Peter Batubara mengatakan pemerintah akan memberikan bantuan sosial kepada wa...
Bharata Sena AKABRI angkatan 96 berikan 2.000 paket sembako kepada warga kurang mampu
Senin, 01 Juni 2020 - 13:28 WIB
Untuk meringankan beban masyarakat di tengah pandemi COVID-19, Bharata Sena AKABRI angkatan 96 membe...
Peringatan dini cuaca Jabodetabek siang hingga sore
Senin, 01 Juni 2020 - 13:06 WIB
Peringatan dini cuaca untuk wilayah Jabodetabek, Senin (1/6) pukul 12.25 WIB. Diprediksi akan turun ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV