Pemprov Jambi: Pengelolaan lahan gambut masih sulit dikendalikan
Elshinta
Senin, 23 September 2019 - 18:13 WIB | Penulis : Dhany Lukito | Editor : Sigit Kurniawan
Pemprov Jambi: Pengelolaan lahan gambut masih sulit dikendalikan
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi Apani Saharudin (paling kanan) di acara Diskusi Media Forum Merdeka Barat 9 (Dismed FMB’9. Sumber foto: https://bit.ly/2kusrKH

Elshinta.com - Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Provinsi Jambi sesungguhnya sesuatu yang rutin terjadi di setiap tahun. Bahkan, mulai dari tahun 1997 dan puncaknya pada 2015, sudah ada Karhutla di ribuan hektare lahan, tepatnya 19.005 ha dengan 521 titik hotspot.

Demikian disampaikan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi, Apani Saharudin di acara Diskusi Media Forum Merdeka Barat 9 (Dismed FMB’9) dengan tema “Tanggap Bencana Karhutla” di Ruang Serba Guna Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo), Jakarta, Senin (23/9).

“Tren sesungguhnya kebakaran hutan di Jambi, pada tahun 2015 sangat luas lahan yang terbakar, tahun 2016 menurun, dan pada tahun 2017 lebih menurun lagi. Memang agak berbeda di tahun 2018 dan tahun 2019, agak lebih meningkat, bahkan sampai mencapai mencapai luas lahan 1972 ha,” ungkap Apani.

Menurut Apani, jika dilihat dari pantauan satelit NOA, hampir di seluruh wilayah Jambi ada titik spot api. Sedangkan dari pantauan satelit tera, kabupaten Muara Jambi yang memiliki banyak hotspot.

“Kabupaten Muara Jambi adalah wilayah yang terdekat dengan Kota Jambi sehinga dampaknya sangat terasa di Kota Jambi sebagai pusat pemerintahan dan aktivitas masyarakat,” jelas Apani.

Apani menjelaskan kemarin penerbangan sempat terganggu oleh asap yang menutupi sejumlah wilayah di wilayah Jambi. “Namun hari ini sudah berjalan lancar lagi. Penerbangan sudah sesuai jadwal biasanya,” ujar Apani, dilansir dari JPP.

Untuk Kabupaten Tanjab Timur, Apani menjelaskan, juga memiliki banyak hotspot. Karena lahannya memang memiliki banyak lahan gambut. Pengelolaan lahan gambut sampai saat ini memang sulit untuk dikendalikan.

“Satu sisi kita butuh investasi di perkebunan, salah satunya di lahan dan hutan gambut. Namun di sisi lain, dengan adanya usaha perkebunan dengan membuat sekat-sekat kanal yang merupakan transportasi di perkebunan untuk mengangkut buah, ini yang menjadi simalakama yang kami hadapi,” jelas Apani.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Turunkan emisi gas rumah kaca, perilaku saat pandemi harus dipertahankan
Minggu, 07 Juni 2020 - 07:48 WIB
Pandemi COVID-19, ternyata memberi dampak terhadap lingkungan, termasuk kualitas udara. Antara lain,...
Budidayakan ikan lele dan kangkung dalam ember ditengah pandemi Covid-19
Kamis, 28 Mei 2020 - 19:57 WIB
Seorang Kapolsek di Majalengka berhasil membudidayakan ikan lele dan kangkung dalam ember. Hasilnya ...
Menteri LHK namai `Fitri` untuk orang utan di Bogor lahir saat Lebaran
Rabu, 27 Mei 2020 - 20:56 WIB
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya memberi nama `Fitri` untuk anak orang uta...
Jalankan protokol kesehatan, program 10 Rumah Aman KSP jadi inspirasi warga Madiun 
Senin, 18 Mei 2020 - 18:37 WIB
Program 10 Rumah Aman yang diinisiasi Kantor Staf Presiden terus berkembang. Di Madiun, Jawa Timur ...
KLHK catat penurunan hotspot di awal 2020 dibandingkan tahun lalu
Jumat, 08 Mei 2020 - 19:12 WIB
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mencatat penurunan titik panas (hotspot) dalam per...
KKP tindak tegas perusak ekosistem laut di NTB-Sulteng
Minggu, 26 April 2020 - 15:14 WIB
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menindak tegas pelaku destructive fishing atau perusak ekos...
Warga Tarakan pasang portal untuk antisipasi penyebaran COVID-19
Rabu, 15 April 2020 - 19:12 WIB
Sebagai upaya pencegahan dan memutus penularan Corona Virus Disease (COVID-19) di Kota Tarakan. RT 1...
Personel Pamtas Yonif 411 Kostrad dan warga Kampung Kondo gelar karya bakti
Rabu, 01 April 2020 - 10:35 WIB
Sebagai wujud kepedulian terhadap keindahan dan kebersihan kampung, personel TNI Satgas Pamtas RI-PN...
Ajak petani ramah lingkungan, Satgas TMMD ajari pembuatan pupuk cair  
Jumat, 27 Maret 2020 - 18:58 WIB
Pelaksanaan Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler 107 di Desa Kedungsari kecamatan Gebog K...
Waspada COVID-19, Polsek Soreang bersih-bersih fasilitas umum
Sabtu, 14 Maret 2020 - 12:37 WIB
Jajaran Polsek Soreang Kabupaten Bandung Jawa Barat, melakukan bersih-bersih di sejumlah objek fasil...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV