Dampak karhutla, penderita ISPA di Riau capai 34.083 kasus
Elshinta
Senin, 23 September 2019 - 17:28 WIB |
Dampak karhutla, penderita ISPA di Riau capai 34.083 kasus
Sumber Foto: https://bit.ly/2kqAOa6

Elshinta.com -  Kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau makin pekat dan membuat jumlah penderita infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) meningkat.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Riau, Mimi Nazir di Pekanbaru, Senin (23/9).

Nazir menuturkan, sejak tanggal 1 hingga 22 September 2019 ada 34.083 kasus penderita ISPA di daerah berjuluk "bumi lancang kuning" itu. Jumlah tersebut meningkat banyak dibandingkan bulan sebelumnya.

"Jumlah kunjungan mencapai 34.083 dari periode 1 sampai 22 September 2019. Terjadi peningkatan dibandingkan bulan Agusutus yang sekitar 29 ribu kasus kunjungan," tambah Mimi Nazir, seperti dikutip Antara.

Sementara itu, Gubernur Riau, Syamsuar menyatakan status darurat pencemaran udara akibat kabut asap karhutla. Masa status darurat mulai berlaku sejak tanggal 23 hingga 30 September 2019.

Mimi menjelaskan sejak kabut asap karhutla mulai pekat menyelimuti Riau, khususnya Kota Pekanbaru, sejak awal September ini Pemprov Riau sudah membuka posko kesehatan di semua Puskesmas serta di semua rumah sakit umum daerah dan swasta.

Pemerintah daerah juga membuka 15 rumah singgah untuk warga yang dilengkapi dengan tenaga medis dan obat. "Di rumah singgah disediakan dokter, perawat, obat-obatan dan juga tabung oksigen untuk warga yang membutuhkan," katanya.

Sementara itu, Gubernur Riau Syamsuar menyatakan seluruh warga yang sakit akibat terdampak asap ditanggung oleh pemerintah. "Semua pengobatan warga yang sakit akibat terdampak asap, gratis. Kalau ada yang diminta bayar, langsung laporkan ke kami," ujar Syamsuar.

Berdasarkan pantuan, makin banyak warga khususnya anak-anak yang sakit akibat polusi asap sudah berbahaya. Sebabnya, asap sudah terasa hingga ke dalam bangunan, melalui ventilasi rumah, meski di ruangan berpendingin udara (AC).

"Anak makin lemah, tidak mau makan dan panasnya tinggi sampai kejang-kejang. Akhirnya terpaksa dibawa ke rumah sakit, dan kata dokter di tubuhnya banyak bakteri karena asap," terang seorang warga Pekanbaru, Ferdian di Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Eria Bunda.

Anaknya yang berusia tiga tahun kini harus diinfus akibat kurang cairan dan menjalani pengobatan nebulizer empat hari dalam sehari untuk mengeluarkan dahak yang menggumpal di saluran pernafasannya. (Anj/Sik)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Curah hujan tinggi, Polsek Rancaekek lakukan monitoring lokasi banjir
Sabtu, 29 Februari 2020 - 13:17 WIB
Akibat hujan deras pada Jumat (28/20) dari pukul 14.00 WIB hingga malam hari pukul 22.00 WIB, hampir...
Polsek Nagreg Polresta Bandung bersama instansi terkait tanggulangi longsor
Sabtu, 29 Februari 2020 - 11:49 WIB
Hujan lebat yang melanda wilayah Nagreg, mengakibatkan terjadinya bencana longsor skala kecil, tanah...
Banjir landa tiga kecamatan di Kabupaten Sumedang
Sabtu, 29 Februari 2020 - 06:15 WIB
Banjir melanda tiga kecamatan di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, meliputi Cimanggung, Sumedang Utara...
BNPB sebut hampir 1,5 juta warga mengungsi sepanjang Januari-Februari 2020
Jumat, 28 Februari 2020 - 19:46 WIB
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sepanjang 1 Januari hingga 27 Februari 2020 se...
 Pasca terseret banjir, jembatan darurat Desa Pengentaan berfungsi awal Maret
Jumat, 28 Februari 2020 - 19:08 WIB
Pasca terseret banjir bandang pada 31 Desember 2019 lalu, saat ini pembangunan jembatan darurat bail...
Posko Baguna PDI Perjuangan didirikan bantu korban banjir di Komplek IKIP Bekasi 
Jumat, 28 Februari 2020 - 17:46 WIB
PDI Perjuangan membuka Posko  Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) disekitar area yang terdampak b...
Warga pedalaman Lebak dambakan jembatan permanen pasca-bencana 
Jumat, 28 Februari 2020 - 17:08 WIB
Masyarakat pedalaman Kabupaten Lebak, Provinsi Banten mendambakan jembatan semi permanen pasca-benca...
Soal Subang, Ridwan Kamil: Bendungan Sadawarna dan normalisasi sungai
Jumat, 28 Februari 2020 - 16:38 WIB
Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil meninjau langsung kondisi banjir di Kecamatan Pamanukan, Ka...
Sejumlah desa di Jelimpo Landak Kalbar terendam banjir 
Jumat, 28 Februari 2020 - 16:07 WIB
Sejumlah desa yang ada di Kecamatan Jelimpo, Kabupaten Landak, Provinsi Kalimantan Barat terencam ba...
Warga korban banjir di Dusun Kokopan I, Lumajang butuh bantuan,
Jumat, 28 Februari 2020 - 14:35 WIB
Banjir yang menggenang rumah warga di Dusun Kokapan l, Desa Rojopolo, Kecamatan Jatiroto, Kabupaten...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)