Kabut asap di Jambi makin pekat, kualitas udara berbahaya
Elshinta
Minggu, 22 September 2019 - 17:55 WIB |
Kabut asap di Jambi makin pekat, kualitas udara berbahaya
Sumber Foto: https://bit.ly/2m1yoPM

Elshinta.com - Kabut asap yang terjadi akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Jambi dalam sepekan terakhir semakin pekat, akibatnya kualitas udara di Jambi masuk kategori tidak sehat bahkan berbahaya.

Berdasarkan rilis Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) yang diukur menggunakan Air Quality Monitoring Systim (AQMS) yang dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup Daerah (DLHD) Kota Jambi, ISPU pada parameter Partikulat PM 2.5 berada di atas baku mutu, Minggu (22/9).

Dari pengukuran AQMS tersebut, nilai konsentrasi ISPU Parameter partikulat PM 2.5 di kota itu beberapa kali mencapai nilai 1.000 lebih. Seperti pada Sabtu malam (21/9) pukul 21.00 WIB nilai konsentrasi parameter 2.5 mencapai 1.175, yang artinya masuk dalam kategori berbahaya.

Bahkan pada hari ini, Minggu (22/9), nilai konsentrasi terendah ISPU parameter partikulat PM 2.5 berada di angka 257. Artinya paramater partikulat PM 2.5 di kota itu berada di atas baku mutu dan dalam kategori berbahaya.

Sementara itu, disampaikan Juru Bicara Pemerintah Kota Jambi Abu Bakar, prakiraan kondisi cuaca di kota itu pada Senin (23/9) besok, dari pagi hari hingga siang hari berasap. Pagi hari suhu 25 derajat celsius, arah angin dari tenggara ke selatan dengan kecepatan 9 km/jam dan siang hari suhu 31 derajat celsius, arah angin dari timur ke timur laut dengan kecepatan 9 km/jam.

“Hari ini sebaran titik panas terdata berdasarkan informasi dari satelit Lapan, di Jambi ditemukan sebanyak 980 titik hotspot,” kata Abu Bakar, seperti dikutip Antara.

Dan berdasarkan update data terbaru yang dirilis pemerintah kota itu, ISPU pada parameter partikulat PM 2.5 pada hari ini pukul 15.00 WIB nilai konsentrasinya 450, berada di atas baku mutu, yang aritnya kualitas udara di kota itu berbahaya.

Demikian pekatnya kabut asap dan kualitas udara di kota itu yang berada dalam kategori berbahaya, pemerintah Kota Jambi mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas di luar ruangan karena sangat berdampak buruk bagi kesehatan.

Jika harus melakukan aktivitas di luar ruangan, wajib menggunakan masker guna mengurangi paparan kabut asap dan kualitas udara yang sudah memasuki kategori berbahaya. (Anj/Der)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Truk kontainer tabrak dua kendaraan di Tol Cipali, satu tewas dan satu luka
Rabu, 26 Februari 2020 - 13:26 WIB
Truk kontainer B 9176 UMV tabrak dua kendaraan yang sedang berhenti di bahu jalan di Jalan tol Cipal...
Selamatkan pelajar SMPN 1 Turi saat susur sungai, Kakek Diro dan Kodir dapat penghargaan
Selasa, 25 Februari 2020 - 20:37 WIB
Kementerian Sosial RI memberikan penghargaan kepada dua orang warga yang telah banyak menyelamatkan ...
Pesawat cargo Trigana tergelincir di Bandara Sentani
Selasa, 25 Februari 2020 - 12:12 WIB
Pesawat cargo milik Trigana Air Service, Selasa (25/2), sekitar pukul 07.20 WIT tergelincir di Banda...
1.396 warga mengungsi akibat banjir di Karawang
Senin, 24 Februari 2020 - 21:54 WIB
Bencana banjir yang dalam beberapa hari terakhir melanda sebagian wilayah Kabupaten Karawang di Jawa...
Polda DIY terjunkan tim beri pendampingan psikologis di SMPN I Turi Sleman
Senin, 24 Februari 2020 - 18:26 WIB
Polda DIY menerjunkan tim khusus untuk memberikan pendampingan psikologis terhadap korban yang selam...
Seorang pria tewas tersengat listrik saat banjir di Bekasi
Senin, 24 Februari 2020 - 16:16 WIB
Seorang pria bernama Tisin (45) meninggal dunia akibat tersengat listrik saat banjir menerjang daera...
Air masih genangi kawasan Semper. Warga sesalkan respon lambat Pemprov DKI
Senin, 24 Februari 2020 - 14:50 WIB
Hujan mengguyur Ibu Kota DKI Jakarta, Minggu (23/2) pagi bera