Said Aqil Siradj: Pemerintah kurang serius memerangi radikalisme
Elshinta
Jumat, 20 September 2019 - 21:27 WIB |
Said Aqil Siradj: Pemerintah kurang serius memerangi radikalisme
Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj saat konferensi pers menjelang Pleno PBNU di Purwakarta. Sumber foto: https://bit.ly/2mrZYWE

Elshinta.com - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj menilai pemerintah kurang serius dalam memerangi radikalisme karena selama ini cukup marak kegiatan radikal di tanah air.

"Ketegasan harus ada dalam mengatasi radikalisme," katanya saat konferensi pers Rapat Pleno PBNU di Pondok Pesantren Al Muhajirin 2 Kabupaten Purwakarta, Jumat (20/9).

Dikutip Antara, ia mengakui kalau pemerintah telah membubarkan organisasi Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), karena menyebarkan ajaran yang bertentangan dengan Pancasila, pihaknya mengapresiasi hal tersebut, tetapi pencabutan legalitas organisasi HTI harus dikawal oleh aparat penegak hukum, yakni pihak kepolisian. 

Menurut dia, dari pihak kepolisian saat ini terkesan kurang serius dalam menangani aksi radikalisme. Bahkan terkesan ada pembiaran atas aksi radikalisme.

Hal itu disampaikan menyusul cukup banyaknya aksi atau kegiatan radikal di tanah air, seperti aksi mengadu domba tokoh nasional, adu domba para kiai dan ulama serta hal lainnya. "Jadi pada kesempatan ini, NU meminta pihak kepolisian lebih tegas lagi dalam menangani aksi-aksi radikal, bukan hanya HTI," kata Said.

Ia menyampaikan agar tidak ada toleransi bagi kelompok atau pribadi yang melakukan aksi radikal, karena dikhawatirkan akan merusak nilai-nilai kebangsaan. (Ank/Sik)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
IPW: Tito Karnavian jadi Mendagri prestise luar biasa bagi kepolisian
Rabu, 23 Oktober 2019 - 12:06 WIB
Elshinta.com - Ind Police Watch (IPW) menilai pengangkatan mantan Kapolri Jenderal Tito Ka...
Teka-teki posisi Prabowo dalam kabinet terpecahkan
Rabu, 23 Oktober 2019 - 11:54 WIB
Elshinta.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Ma`ruf Amin telah mengumumkan d...
Presiden lantik menteri Kabinet Indonesia Maju
Rabu, 23 Oktober 2019 - 11:34 WIB
Elshinta.com - Usai mengenalkan nama-nama menterinya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) melantik menteri...
Kasum: Jadikan anggota Korpri TNI sebagai abdi negara profesional
Rabu, 23 Oktober 2019 - 11:19 WIB
Elshinta.com - Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Letjen Joni Supriyanto selaku Pembina Dewan Pe...
Presiden: Kabinet Indonesia Maju fokus pengembangan SDM, lapangan kerja, pemberdayaan UMKM
Rabu, 23 Oktober 2019 - 10:59 WIB
Elshinta.com - Dalam lima tahun ke depan, Kabinet Indonesia Maju akan fokus pada pengemban...
Presiden Jokowi akan buka Mubes X Pemuda Pancasila
Rabu, 23 Oktober 2019 - 10:41 WIB
Elshinta.com - Presiden Joko Widodo akan membuka penyelenggaraan Musyawarah Besar ke-10 (M...
Jabat Mendikbud, Nadiem Makarim jadi menteri termuda
Rabu, 23 Oktober 2019 - 10:31 WIB
Elshinta.com - Daftar nama menteri dan pejabat setingkat menteri sudah diumumkan oleh Presiden Joko ...
`Tantangan` bagi Edhy Prabowo, harus lampaui Susi Pudjiastuti
Rabu, 23 Oktober 2019 - 10:11 WIB
Elshinta.com - Sekjen Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (Kiara), Susan Herawati meny...
Pesan Presiden Jokowi pada para menterinya, `hati-hati dicopot di tengah jalan`
Rabu, 23 Oktober 2019 - 09:27 WIB
Elshinta.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden RI Ma`ruf Amin mengumumkan nama-nama...
Ini susunan Menteri Kabinet Indonesia Maju
Rabu, 23 Oktober 2019 - 09:15 WIB
Elshinta.com - Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo bersama Wakil Presiden Ma`ruf Amin...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)