Industri tekstil inginkan UU tentang Sandang
Elshinta
Kamis, 19 September 2019 - 15:02 WIB |
Industri tekstil inginkan UU tentang Sandang
Sumber foto: https://s.id/6HRok

Elshinta.com - Pelaku industri tekstil yang tergabung dalam Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) menginginkan adanya Undang-Undang (UU) tentang Sandang untuk mempercepat peningkatan daya saing industri tekstil dan produk tekstil (TPT) nasional.

“Dalam hal ini, percepatan ini tentu bisa melalui UU Sandang. UU Pangan ada, UU Rumah ada, UU Tanah juga perlu," kata Ketua API Ade Sudrajat di Jakarta, Kamis (19/9).

Ade menyampaikan UU tersebut diharapkan mampu melindungi produk tekstil dalam negeri, mengingat peluang pasar domestik maupun luar negeri sangat besar.

Wakil Ketua Umum API Bidang Hubungan Pemerintah Iwan Setiawan Lukminto menyampaikan UU tersebut diperlukan karena industri TPT hulu hingga hilir memiliki perlakuan berbeda.

“Misalkan di hulu ada fiber, pembuatan benang, pertenunan, processing atau pewarnaan, dan garmen. Masing-masingnya memiliki perlakuan yang berbeda antara satu dengan lainnya dan bahkan memiliki peraturan yang juga berbeda satu sama lain,” ungkap Iwan.

Sebagai contoh garmen, lanjut Iwan, bidang ini tidak mempunyai aturan energi, sementara bidang spinning memiliki aturan energi. Usulan tersebut telah disampaikan API dalam pertemuan dengan Presiden Joko Widodo dan jajaran menteri terkait beberapa waktu lalu.

Bahkan, Iwan menambahkan API berharap industri ini dinaungi oleh tiga kementerian, yakni Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan dan Kementerian Ketenagakerjaan. “ini kami usulkan ada dirjen tekstil di mana ini bisa berkoordinasi untuk mengharmonisasi integrasiannya serta memiliki suatu persaingan yang fair,” katanya, dikutip Antara. (Ank)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Pengamat nilai nama kabinet miliki sebuah tujuan yang ingin dicapai
Kamis, 24 Oktober 2019 - 09:26 WIB
Elshinta.com - Menteri-menteri dan pejabat setingkat menteri yang mengisi kabinet periode 2019-2024 ...
Mendagri Tito Karnavian akan ke Papua dampingi Presiden Jakowi
Kamis, 24 Oktober 2019 - 08:44 WIB
Elshinta.com - Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian akan melakukan kunjungan ke...
Aktivis agraria sesalkan pejabat lama jabat lagi Kementerian ATR
Kamis, 24 Oktober 2019 - 08:27 WIB
Elshinta.com - Aktivis agraria Eva Susanti Hanafi Bande menyesalkan Kementerian Agraria da...
Analis politik: Tidak mungkin Polri di bawah Kemendagri
Kamis, 24 Oktober 2019 - 08:16 WIB
Elshinta.com - Analis politik dari Universitas Diponegoro Teguh Yuwono menyatakan posisi m...
Kabut asap Riau, PMI dirikan posko kesehatan
Kamis, 24 Oktober 2019 - 08:07 WIB
Elshinta.com - Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Tangerang, Banten yang terdiri dari ...
Papua berharap Jokowi lanjutkan pembangunan infrastruktur
Kamis, 24 Oktober 2019 - 07:27 WIB
Elshinta.com - Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Ma`aruf Amin diharapkan tetap melanjutka...
Menteri PPPA ingatkan tak ada celah korupsi
Kamis, 24 Oktober 2019 - 06:55 WIB
Elshinta.com - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Pelindungan Anak (PPPA) I Gusti Ayu Bint...
Apa yang `dikejar` Kabinet Indonesia Maju?
Kamis, 24 Oktober 2019 - 06:43 WIB
Elshinta.com - Presiden Joko Widodo memberikan sejumlah penjelasan terkait dengan Kabinet Indon...
DPRD siap bahas kesiapan Kaltim sebagai ibu kota negara
Kamis, 24 Oktober 2019 - 06:26 WIB
Elshinta.com - DPRD Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) menyatakan kesiapannya untuk melaku...
Jadi calon tunggal Kapolri, begini kata Komjen Idham Azis
Kamis, 24 Oktober 2019 - 06:10 WIB
Elshinta.com - Kabareskrim Polri Komjen Pol Idham Azis menyatakan siap menggantikan Jender...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)
Elshinta
Mochamad Solichin