Jamasan pusaka Yogyakarta dimaknai upaya bersihkan diri
Elshinta
Kamis, 19 September 2019 - 13:25 WIB |
Jamasan pusaka Yogyakarta dimaknai upaya bersihkan diri
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2mpgYwI

Elshinta.com - Pemerintah Kota Yogyakarta yang rutin menggelar Jamasan pusaka Tombak Kyai Wijaya Mukti setiap tahun memaknai acara itu sebagai sebuah resolusi tahun baru sekaligus upaya membersihkan diri.

“Jamasan dilakukan pada bulan Suro atau awal tahun baru Jawa. Jamasan adalah membersihkan. Makanya, kegiatan ini dapat dimaknai sebagai sebuah resolusi untuk menjalani tahun baru dengan niat bersih, niat yang baik untuk meningkatkan kinerja,” kata Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi di Yogyakarta, Kamis (19/9).

Selama bulan Suro, lanjut Heroe, sejumlah kampung-kampung di Kota Yogyakarta juga menggelar merti kampung atau kegiatan membersihkan kampung. Prosesi jamasan Tombak Kyai Wijaya Mukti diawali dengan mengeluarkan tombak dari tempat penyimpanannya ke lokasi jamasan di halaman kompleks Balai Kota Yogyakarta dengan terlebih dulu dikirab mengelilingi hampir separuh kompleks balai kota diiringi sejumlah abdi dalem.

“Tombak ini seperti sebuah surat berisi pesan agar pemerintah menjaga seluruh perangkat yang dimiliki untuk bekerja dengan baik demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat dan kejayaan Kota Yogyakarta,” ungkap Heroe, seperti dihimpun Antara.

Melalui jamasan, lanjut Heroe, pemerintah daerah pun diingatkan untuk terus melaksanakan pesan yang sudah diamanahkan sekaligus menjaga agar tombak selalu dalam kondisi yang baik.

“Pusaka dijamas. Artinya, pusaka itu dibersihkan supaya tetap dalam kondisi yang baik. Apalagi, mata tombak terbuat dari besi yang rawan karat,” pungkasnya. (Fan/Sik)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Ini kisah pilu warga Kudus yang lolos dari kerusuhan Wamena
Jumat, 18 Oktober 2019 - 20:27 WIB
Elshinta.com - Selama empat tahun pasangan suami istri Zaenal Fitri dan Karni merantau di ...
Satgas TMMD ajak warga jaga keutuhan NKRI
Jumat, 18 Oktober 2019 - 17:59 WIB
Elshinta.com - Satuan Tugas (Satgas) TMMD ke- 106 Kodim 0619/Purwakarta mengajak warga Desa Cisaat, ...
Pemkot Semarang tutup kompleks lokalisasi Sunan Kuning
Jumat, 18 Oktober 2019 - 16:55 WIB
Elshinta.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang resmi menutup kompleks resosialisasi Argorejo atau ...
Sambut pelantikan Presiden, pedagang Pasar Ir Soekarno gelar doa bersama
Jumat, 18 Oktober 2019 - 15:49 WIB
Elshinta.com - Pedagang Pasar Ir Soekarno di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah menggelar doa bersama ...
Kain ulos 500 meter meriahkan Hari Ulos 2019
Jumat, 18 Oktober 2019 - 06:06 WIB
Elshinta.com - Peringatan Hari Ulos Nasional 2019 yang digelar di Lapangan Merdeka Medan, Sumat...
Enni Pasaribu: Lestarikan ulos lewat nilai seni dan budaya
Kamis, 17 Oktober 2019 - 19:45 WIB
Elshinta.com - Kementerian Pariwisata dan Kebudayaan RI telah menetapkan ulos sebagai warisan b...
Kecanduan game HP, dua remaja di Bekasi alami gangguan jiwa
Kamis, 17 Oktober 2019 - 16:06 WIB
Elshinta.com - Akibat kecanduan game di telepon seluler, dua remaja di Kabupaten Bekasi me...
Sambut Hari Santri, PBNU instruksikan ziarah kubur 
Kamis, 17 Oktober 2019 - 15:08 WIB
Elshinta.com - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Said Aqil Siroj menginstruksikan wa...
Pemprov DKI alokasikan Rp1 triliun untuk subsidi pangan
Rabu, 16 Oktober 2019 - 08:18 WIB
Elshinta.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengalokasikan anggaran lebih dari Rp1 tril...
Pemuda Desa Adat Tuban ikuti tradisi Perang Api
Senin, 14 Oktober 2019 - 13:38 WIB
Elshinta.com - Sejumlah pemuda warga Desa Adat Tuban, Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung, Bali, m...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV