Bea Cukai dan KLHK kembalikan impor limbah beracun ke negara asal
Elshinta
Rabu, 18 September 2019 - 19:06 WIB | Penulis : Dody Handoko | Editor : Administrator
Bea Cukai dan KLHK kembalikan impor limbah beracun ke negara asal
Sumber foto: Dody Handoko/Elshinta.com

Elshinta.com - Menindaklanjuti maraknya impor limbah plastik yang tercampur sampah dan limbah bahan beracun dan berbahaya (B3), Bea Cukai bekerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) telah melakukan penindakan dan pemeriksaan bersama di Pelabuhan Tanjung Perak, Batam, Pelabuhan Tanjung Priok, dan Tangerang.

Selain untuk memastikan importasi berjalan sesuai dengan ketentuan, langkah nyata yang telah diambil ini merupakan bentuk perhatian pemerintah dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup di wilayah Indonesia.

Direktur Jenderal Bea Cukai, Heru Pambudi mengungkapkan bahwa sinergi antara Bea Cukai dan KLHK kali ini berhasil melakukan penindakan terhadap tiga perusahaan penerima fasilitas Kawasan Berikat di wilayah Tangerang, Banten yaitu PT HI, PT NHI, dan PT ART.

“Ketiga perusahaan tersebut kedapatan mengimpor limbah plastik tercampur sampah dan limbah B3 bahkan salah satu dari perusahaan tersebut mengimpor tanpa dilengkapi dokumen yang dipersyaratkan,” ungkap Heru di Terminal Koja, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (18/9).

Penindakan pertama dilakukan terhadap PT HI yang mengimpor 102 kontainer plastik lembaran dan plastik buatan berbagai jenis. Bea Cukai Tangerang melakukan koordinasi dengan KLHK untuk melakukan pemeriksaan bersama tanggal 14, 15 dan 29 Agustus 2019.

Hasilnya, 23 kontainer terkontaminasi sampah/limbah B3 serta direkomendasikan untuk dikembalikan ke negara asal yaitu Australia (13 kontainer), Amerika Serikat (7 kontainer), Spanyol (2 kontainer), dan Belgia (1 kontainer), sementara 79 lainnya dinyatakan bersih dan diberikan izin untuk dipakai sebagai bahan baku. Rabu (18/9) hari ini akan dilakukan reekspor sembilan kontainer yang terkontaminasi tersebut ke negara asal Australia.

Penindakan kedua dilakukan terhadap PT NHI yang mengimpor 138 kontainer berisi chips, biji plastik PET, dan staple fibre.

Setelah diperiksa bersama dan dikoordinasikan dengan KLHK tanggal 9, 29 Juli dan 2 Agustus 2019, 109 kontainer dinyatakan terkontaminasi sampah/limbah B3 dan akan direekspor ke negara asal yaitu Australia (80 kontainer), Amerika Serikat (4 kontainer), Selandia Baru (3 kontainer), dan Great Britain (22 kontainer), sementara 29 kontainer sisanya dinyatakan bersih dan diberikan izin untuk dipakai sebagai bahan baku.

"PT NHI telah mereekspor dua kontainer yang terkontaminasi tersebut ke negara asal Selandia Baru pada tanggal 1 September 2019," ucapnya.

Penindakan ketiga dilakukan terhadap PT ART yang mengimpor 24 kontainer berisi biji plastik. Importasi tersebut terbukti tidak dilengkapi dengan dokumen persetujuan impor sehingga Bea Cukai langsung membekukan izin Kawasan Berikat PT ART.

Setelah dilakukan pemeriksaan bersama dengan KLHK, 10 kontainer dinyatakan terkontaminasi limbah B3 yaitu Hongkong (3 kontainer) dan Australia (7 kontainer). Sementara itu, 14 kontainer lainnya yang berasal dari Jepang (2 kontainer), Kanada (4 kontainer), Spanyol (5 kontainer), dan Hongkong (3 kontainer) dinyatakan bersih.

“Pada 22 Agustus 2019, telah dilakukan pemeriksaan terhadap 24 kontainer tersebut oleh Bea Cukai bersama KLHK. Hasilnya sebanyak 10 kontainer dinyatakan terkontaminasi limbah B3, sementara 14 sisanya dinyatakan tidak terkontaminasi. Namun demikian seluruh kontainer tersebut akan direekspor karena importir tidak dapat memenuhi ketentuan lartas berupa Persetujuan Impor,” ungkap Heru.

Penindakan yang telah dilakukan oleh Bea Cukai dan KLHK kali ini menambah daftar panjang penindakan impor limbah tercampur sampah/limbah B3.

Hingga 17 September 2019, Bea Cukai telah mencegah kurang lebih 2.041 kontainer di Pelabuhan Tanjung Perak, Batam, Pelabuhan Tanjung Priok, dan Tangerang.

Bea Cukai telah mengamankan 257 kontainer di Pelabuhan Tanjung Perak yang terdiri dari 195 kontainer yang telah direekspor dan 62 kontainer dalam proses reekspor yang diimpor oleh PT AS, PT MSE, PT SM, PT MDI, PT BM, PT PKI. Bea Cukai juga telah mengamankan 467 kontainer di Batam yang terdiri dari 333 kontainer yang memenuhi syarat, 132 kontainer yang telah direekspor oleh PT AWP, PT TIS, PT HTUI, dan dua kontainer dalam proses penelitian.

Bea Cukai juga mengamankan 1.024 kontainer di Pelabuhan Tanjung Priok yang terdiri dari 14 kontainer yang memenuhi syarat, dua kontainer telah direekspor oleh PT PDPM, sementara 1.008 kontainer lainnya belum diajukan pemberitahuan pabeannya.

Tidak hanya itu, Bea Cukai juga telah mengamankan 293 kontainer di Tangerang yang terdiri dari 108 kontainer memenuhi syarat, 2 kontainer telah direekspor oleh PT NHI, 154 kontainer dalam proses reekspor, dan 29 kontainer dalam proses penelitian.

Heru menambahkan bahwa dari keseluruhan 331 kontainer yang sudah direekspor dan 216 kontainer yang masih dalam proses reekspor itu datang dari berbagai negara yaitu Australia, Belgia, Perancis, Jerman, Yunani, Belanda, Slovenia, Amerika Serikat, Selandia Baru, Hongkong, dan United Kingdom.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Pelindo III Banjarmasin serahkan bantuan tahap II Program Kemitraan 2019
Rabu, 23 Oktober 2019 - 16:55 WIB
Elshinta.com - Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III Banjarmasin menyerahkan bantuan tahap II ...
Ratusan siswa positif carrier difteri, MIN 1 Kota Malang diliburkan seminggu
Rabu, 23 Oktober 2019 - 16:42 WIB
Elshinta.com - Sekolah Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Kota Malang terpaksa meliburkan 1.617...
Dansat TMMD, awali kegiatan dengan doa dan penuh semangat
Rabu, 23 Oktober 2019 - 15:51 WIB
Elshinta.com - Sebelum melaksanakan kembali kegiatan sasaran fisik maupun nonfisik TMMD TA 2019...
Meski dipimpin menteri yang sama, Sri Mulyani minta Kemenkeu tidak monoton
Rabu, 23 Oktober 2019 - 15:41 WIB
Elshinta.com - Sri Mulyani Indrawati kembali dipercaya Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menjabat ...
Korban badai di Batu Malang dapat perhatian Gusdurian
Rabu, 23 Oktober 2019 - 15:33 WIB
Elshinta.com - Korban bencana badai di Kota Batu Malang, Jawa Timur mendapatkan santunan dari G...
Pada Menpora baru, Presiden Jokowi: Sepak bolanya Pak!
Rabu, 23 Oktober 2019 - 15:22 WIB
Elshinta.com - Presiden Joko Widodo telah melantik Zainuddin Amali sebagai Menteri Pemuda ...
Anang nilai penggabungan Ekraf dan Pariwisata jadi tidak fokus
Rabu, 23 Oktober 2019 - 15:04 WIB
Elshinta.com - Penggabungan ekonomi kreatif dan pariwisata dalam satu kementerian direspons neg...
40 ton bantuan presiden kembali disalurkan ke Wamena
Rabu, 23 Oktober 2019 - 14:54 WIB
Elshinta.com - Presiden Republik Indonesia Joko Widodo kembali menyalurkan sebanyak 40 ton bant...
Wiranto senang penggantinya adalah Mahfud MD
Rabu, 23 Oktober 2019 - 14:16 WIB
Elshinta.com - Setelah dilantik menjadi Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhuk...
Presiden tunjuk Komjen Pol Idham Azis sebagai calon tunggal Kapolri
Rabu, 23 Oktober 2019 - 13:53 WIB
Elshinta.com - Setelah Jenderal Pol. Tito Karnavian ditunjuk menjadi Menteri Dalam Negeri (Mendagri)...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)
Elshinta
Mochamad Solichin