Rupiah diprediksi lanjutkan pelemahan dipicu sentimen negatif global
Elshinta
Selasa, 17 September 2019 - 11:46 WIB |
Rupiah diprediksi lanjutkan pelemahan dipicu sentimen negatif global
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2lZxN0P

Elshinta.com - Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antar bank di Jakarta pada Selasa (17/9) diprediksi masih lanjut melemah seiring pelemahan mata uang regional Asia.

Pada Selasa (17/9) pagi, rupiah sempat melemah 63 poin atau 0,45 persen menjadi Rp14.105 per dolar AS dibandingkan posisi sebelumnya yaitu Rp14.042 per dolar AS.

"Dolar Hong Kong dolar dan dolar Singapura dibuka melemah terhadap dolar AS, yang bisa menjadi sentimen pelemahan rupiah hari ini," kata Ekonom Samuel Aset Manajemen, Lana Soelistianingsih kepada Antara di Jakarta.

Awal pekan, rupiah melemah dipicu dua kilang minyak Arab Saudi di propinsi Abqaiq dan Khurais yang mendapat serangan dari pesawat nirawak. Kilang Abqaiq beberapa kali menjadi sasaran serangan mengingat kilang di propinsi Abqaiq ini mampu menghasilkan 7 juta barel minyak setiap hari.

"Serangan tersebut menambah ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang sedang memanas dengan adanya sanksi AS terhadap Iran," ujar Lana.

Dari eksternal lainnya, beberapa data ekonomi China menunjukkan perlambatan. Data pertumbuhan produksi sektor industri turun 4,4 persen (yoy), terendah sejak Februari 2002, diikuti perlambatan ekspor sektor industri, dan penjualan ritel.

Lana memprediksi rupiah hari ini akan bergerak melemah di kisaran Rp14.050 per dolar AS hingga Rp14.100 per dolar AS. Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada Selasa ini menunjukkan, rupiah melemah menjadi Rp14.100 per dolar AS dibanding hari sebelumnya di posisi Rp14.020 per dolar AS. (Fan)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Pengamat ekonomi sambut baik susunan menteri kabinet baru
Rabu, 23 Oktober 2019 - 16:24 WIB
Elshinta.com - Pengamat valuta asing dari Reza Aswin Institute, Reza Aswin mengatakan susunan menter...
Guru Besar Unpad heran KCIC tak tahu ada pipa BBM
Rabu, 23 Oktober 2019 - 14:25 WIB
Elshinta.com - Guru besar Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung, Profesor Ina Primiana menyay...
Kemendag akan laporkan perkembangan RCEP
Rabu, 23 Oktober 2019 - 13:07 WIB
Elshinta.com - Komite Perundingan Perdagangan (Trade Negotiations Committee/TNC) tengah be...
Kemendag ajak pelaku usaha lindungi konsumen dengan patuhi kewajiban purnajual
Rabu, 23 Oktober 2019 - 11:10 WIB
Elshinta.com - Kementerian Perdagangan melalui Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen d...
IHSG menguat ke 6.225 pada akhir perdagangan hari ini
Selasa, 22 Oktober 2019 - 17:27 WIB
Elshinta.com - Sempat melorot menjelang siang hari, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya...
Rupiah masih menguat jelang pengumuman kabinet baru 
Selasa, 22 Oktober 2019 - 17:15 WIB
Elshinta.com - Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa s...
Investor: Menteri BUMN yang baru harus merangkul swasta untuk tingkatkan investasi
Selasa, 22 Oktober 2019 - 15:18 WIB
Elshinta.com - Pelantikan Presiden terpilih Joko Widodo dan Ma`ruf Amin telah sukses dilak...
 Jokowi perlu ekonom yang sanggup berikan pertumbuhan ekonomi 7,5-8%
Selasa, 22 Oktober 2019 - 14:05 WIB
Elshinta.com - Setelah bersumpah dan dilantik MPR-RI menjadi Presiden RI Periode 2019-2024, Pre...
Kemendag kerja sama dengan Atase Pedagangan KBRI Canberra sosialisasi IA-CEPA
Selasa, 22 Oktober 2019 - 12:27 WIB
Elshinta.com - Kementerian Perdagangan bekerja sama dengan Atase Perdagangan Kedutaan Besa...
Jelang penetapan kabinet baru, rupiah diprediksi lanjutkan penguatan
Selasa, 22 Oktober 2019 - 10:38 WIB
Elshinta.com - Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antar bank di Jakarta, Selasa...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)
Elshinta
Mochamad Solichin