Polri hanya berwenang lakukan penegakan hukum terkait karhutla
Elshinta
Selasa, 17 September 2019 - 12:58 WIB | Penulis : Dody Handoko | Editor : Administrator
Polri hanya berwenang lakukan penegakan hukum terkait karhutla
Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo. Sumber foto: Elshinta/Dody Handoko

Elshinta.com - Karopenmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan Polri tidak memiliki kapasitas untuk menangani penyebab munculnya asap pekat tersebut, melainkan itu merupakan kapasitas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

"Polri hanya memiliki wewenang untuk melakukan penegakan hukum," ujarnya dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (17/9).

Dikatakannya, tim gabungan karhutla telah mencoba memadamkan api di wilayah Riau dengan melakukan water bombing sekitar 40 sorti per hari. Diketahui, satu sorti setara dengan 500 liter air.

"Dari pesawat TNI AU, baik Hercules maupun Cassa sudah melakukan penyemaian awan untuk hujan buatan. Water bombing satu hari lebih dari sekitar 40-50 sorti," katanya.

Menurutnya, titik api di Sumatera memang paling banyak terlihat di Riau. Sedang di Kalimantan, titik api terlihat pula di Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat dan Kalimantan Selatan. "Sebenarnya kemarin sudah mengalami penurunan lebih dari 600 titik jadi 350-400 titik api. Kebakarannya kecil, tapi jumlahnya cukup banyak," ucapnya.

Dikatakannya, Riau disebut menjadi tempat berkumpulnya asap pekat imbas dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) lantaran letak geografis Riau adalah lokasi pusaran angin di kawasan Sumatera. Penjelasan itu didapat setelah Polri berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

"Diskusi dengan BMKG, kenapa kumpul asapnya di Riau. Karena Riau itu merupakan tempat pusaran angin di (kawasan) Sumatera. (Asap) Mau masuk ke Selat Malaka, putaran anginnya di Riau. Jadi asap itu berkumpul sehingga terjadi penumpukan. Kemudian (asap) lari ke negara tetangga," paparnya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Sekolah diliburkan, Kadiknas: Asap di Palembang membahayakan
Selasa, 15 Oktober 2019 - 07:49 WIB
Elshinta.com - Melihat kondisi kabut asap yang masih menyelimuti Palembang dan beberapa kabupat...
Sempat terganggu akibat kabut asap, operasional Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II kembali normal
Senin, 14 Oktober 2019 - 14:04 WIB
Elshinta.com - Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II, Palembang, Sumatera Selatan kembali normal, sete...
BNPB siapkan 10.000 bibit pohon laban yang tahan api
Minggu, 13 Oktober 2019 - 17:26 WIB
Elshinta.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyiapkan 10.000 bibit pohon ...
Pengamat nilai perlu ada kajian mendalam penyebab paus terdampar
Sabtu, 12 Oktober 2019 - 15:50 WIB
Elshinta.com - Pengamat kelautan dan perikanan dari Universitas Nusa Cendana (Undana), Cha...
Pengamat sebut paus jarang terjebak dan terdampar
Sabtu, 12 Oktober 2019 - 14:27 WIB
Elshinta.com - Pengamat kelautan dan perikanan dari Universitas Nusa Cendana (Undana) Chat...
Hari tanpa bayangan terjadi di Jakarta, apa itu?
Selasa, 08 Oktober 2019 - 10:07 WIB
Elshinta.com - Sejumlah kota di Pulau Jawa, khususnya Jakarta, Selasa (8/10) hari ini mengalami hari...
Kemenko Kemaritiman lakukan langkah wujudkan Indonesia bebas sampah plastik
Senin, 07 Oktober 2019 - 21:30 WIB
Elshinta.com - Pemerintah menargetkan pengurangan sampah plastik hingga 70 persen pada tah...
Peringati HUT TNI, Danlantamal XIII Tarakan pimpin penanaman mangrove
Senin, 07 Oktober 2019 - 21:05 WIB
Elshinta.com - Dalam rangka memperingati HUT ke-74 TNI, Danlantamal XIII Tarakan, Laksaman...
Dedi Mulyadi duga DAS Cilamaya tercemar limbah beracun
Senin, 07 Oktober 2019 - 19:33 WIB
Elshinta.com - Anggota DPR RI Dedi Mulyadi menduga Daerah Aliran Sungai Cilamaya yang bera...
TNI tanam 300.074 mangrove dari Sabang sampai Merauke
Senin, 07 Oktober 2019 - 16:38 WIB
Elshinta.com - Dalam rangka memperingati HUT ke-74, TNI melaksanakan penanaman 300.074 Man...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)
Elshinta
Mochamad Solichin
Elshinta
Mochamad Solichin
Elshinta
Mochamad Solichin