Presiden ingatkan jangan sampai karhutla ganggu penerbangan
Elshinta
Selasa, 17 September 2019 - 07:34 WIB | Penulis : Dewi Rusiana | Editor : Dewi Rusiana
Presiden ingatkan jangan sampai karhutla ganggu penerbangan
Presiden Jokowi memimpin Ratas tentang Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan, di Hotel Novotel, Pekanbaru, Riau, Senin (16/9) malam. Sumber foto: https://bit.ly/2kp0Hr0

Elshinta.com - Presiden Joko Widodo mengingatkan agar kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau yang kini luasnya mencapai puluhan ribu hektar, jangan sampai mengganggu aktivitas penerbangan sehingga berimbas kepada pertumbuhan ekonomi dan aktivitas ekonomi. 

“Ini yang tidak kita harapkan,” kata Presiden Jokowi dalam pengantarnya saat memimpin Rapat Terbatas (Ratas) tentang Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan, di Hotel Novotel, Pekanbaru, Riau, Senin (16/9) malam. 

Untuk itu, Presiden meminta agar pembuatan hujan buatan yang telah diinstruksikannya pada Jumat (13/9) lalu kepada Panglima TNI dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), terus dilakukan dengan jumlah yang lebih besar. 

“Pasukan pun juga sudah kita tambahkan, saya perintahkan hari Jumat untuk ditambah ke sini,” tegasnya. 

Namun Presiden mengingatkan, pengalaman dari tahun ke tahun sebelumnya menunjukkan, betapapun langkah yang dilakukan oleh Pemerintah Pusat, jika tidak ada dukungan dari pemerintah daerah akan sulit diselesaikan. 

Mutlak dilakukan, Pencegahan!

Sebelumnya, Presiden Jokowi mengingatkan, pencegahan di dalam penanggulangan kebakaran hutan adalah mutlak harus dilakukan. Hal ini karena jika yang terjadi sudah kejadian kebakaran, apalagi di lahan gambut, menurut Presiden, pengalaman bertahun-tahun telah mengalaminya, sangat sulit menyelesaikan. 

Presiden mempertanyakan gubernur yang memiliki perangkat-perangkat sampai ke bawah. "Bupati, Wali Kota, Camat, Kepala Desa, Pangdam juga punya perangkat dari Danrem, Dandim, ada Koramil, Babinsa semuanya ada. Kapolda juga punya perangkat, dari Kapolres, Kapolsek sampai Babinkamtibmas semuanya ada. Belum yang di BNPB, belum kita punya di Kehutanan. Tapi, perangkat-perangkat ini tidak diaktifkan secara baik," kata Peesiden.

“Kalau infrastruktur ini diaktifkan secara baik, saya yakin yang namanya satu titik api pasti sudah ketahuan dulu sebelum sampai menjadi ratusan titik api, dan itu sudah saya ingatkan berkali-kali mengenai ini,” tegas Presiden seraya menambahkan, "Yang kita hadapi ini bukan hutan tapi lahan gambut, hutan gambut. Kalau ini namanya sudah terbakar habis berapa juta liter pun masih sulit dipadamkan". 

“Jadi kuncinya ada di pencegahan, jangan sampai ada titik api satu pun muncul dan dibiarkan,” tegas Presiden Jokowi. 

Rapat Terbatas tentang Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan di Provinsi Riau ini dihadiri oleh Menko Polhukam Wiranto, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Sosial Agus Gumiwang, Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri LHK Siti Nurbaya, Mendikbud Muhadjir Effendy, Panglima TNI Marsekal Hadi Thajanto, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Kepala BNPB Doni Monardo. 

Kemudian Kepala BMKG Dwikorita, Kepala BPPT Hamman Riza, Kepala Badan Restorasi Gambut Nazir Foead, Gubernur Riay Syamsuar, Bupati Bhengkalis, Bupati Indragiri Hilir, Bupati Indragiri Hulu, Bupati Rokan Hulu, Bupati Rokan Hilir, Bupati Kampar, Bupati Kuantan Singingi, Bupati Pelalawan, Bupati Siak, Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Wakil Wali Kota Pekanbaru, dan Wali Kota Dumai. 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Seorang wisatawan Hongkong di Raja Ampat diduga terinfeksi Corona
Senin, 27 Januari 2020 - 09:16 WIB
Seorang wisatawan asal Hongkong berinisial YP yang berkunjung ke Raja Ampat, Provinsi Papua Barat, d...
Berikut lokasi layanan SIM keliling di Jakarta hari ini
Senin, 27 Januari 2020 - 08:49 WIB
Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya pada Senin (27/1) menyediakan lokasi-lokasi layanan SIM Keli...
IDI: Virus Corona menular lewat batuk hingga makanan tercemar air liur
Senin, 27 Januari 2020 - 08:25 WIB
Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dr Daeng Mohammad Faqih mengatakan, virus corona 2019 Novel...
Ombudsman minta pemerintah keluarkan larangan masuk pekerja Tiongkok
Senin, 27 Januari 2020 - 08:13 WIB
Ombudsman RI meminta pemerintah untuk mengeluarkan larangan sementara ke Indonesia bagi pekerja dan ...
Potensi hujan petir di Jawa Barat
Senin, 27 Januari 2020 - 07:51 WIB
Hujan yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang berpotensi terjadi di wilayah Jawa Bara...
Waspada potensi hujan sedang-lebat di Banten
Senin, 27 Januari 2020 - 07:40 WIB
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini waspada potensi hu...
RSHS Bandung rawat seorang pasien terduga virus corona
Senin, 27 Januari 2020 - 07:17 WIB
Seorang pasien terduga terjangkit novel coronavirus (nCov) atau virus corona, yang belum diketahui i...
Stok darah di Salatiga menipis
Senin, 27 Januari 2020 - 06:42 WIB
Memasuki musim penghujan, stok darah di Kantor Palang Merah Indonesia (PMI) Salatiga, Jawa Tengah me...
Sampit rawan virus corona karena ada kapal masuk dari Tiongkok
Minggu, 26 Januari 2020 - 18:15 WIB
Kewaspadaan terhadap penyebaran virus corona dilakukan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Klas III Sam...
Peringatan dini cuaca Jabodetabek sore ini
Minggu, 26 Januari 2020 - 17:40 WIB
Peringatan dini cuaca Jabodetabek pada Minggu (26/1) pukul 16.20 WIB masih berpotensi terjadi hujan ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV