Siaga Darurat Karhutla, Pemprov Riau sebar Posko Rumah Singgah
Elshinta
Selasa, 17 September 2019 - 06:49 WIB | Penulis : Dewi Rusiana | Editor : Administrator
Siaga Darurat Karhutla, Pemprov Riau sebar Posko Rumah Singgah
Warga di Posko Rumah Singgah Warga Terdampak Asap. Sumber foto: https://bit.ly/2lXjUAg

Elshinta.com - Pemerintah Provinsi Riau mendirikan `Posko Rumah Singgah Warga Terdampak Asap`, dalam rangka memberikan pelayanan kesehatan masyarakat terdampak asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). 

`Posko Rumah Singgah Warga Terdampak Asap` tersebar di 14 titik lokasi di Kota Pekanbaru, antara lain di: 
1. Rumah Jabatan Asisten 2, 
2. Rumah Jabatan Asisten 3, 
3. Aula Dinas Sosial Provinsi Riau, 
4. Aula Dinas Kesehatan Provinsi Riau, 
5. Aula Bappenda Provinsi Riau, 

6. Aula Rumah Sakit Jiwa Tampan, 
7. Balai Rehabilitasi Sosial Anak Memerlukan Perlindungan Khusus (BRS-AMPK).
8. Rumah Jabatan Kepala Dinas Sosial, 
9. Aula Kantor Dinas Perhubungan Provinsi Riau, 
10. Kantor Dinas PUPR, 

11. UPT. Industri Pangan, Olahan dan Kemasan Dinas Perindustrian Provinsi Riau, 
12. Mal Pelayanan Terpadu Kota Pekanbaru, 
13. UPT. Bapelkes Dinas Kesehatan Provinsi Riau, dan 
14. Pusat Informasi Karhutla Rumah Jabatan Kepala Bappeda.

Selain itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Riau juga membuka pelayanan yang sama, sehingga total Rumah Singgah di Provinsi Riau ada di 15 lokasi.

Plt. Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Agus Wibowo dalam keterangannya melalui laman resmi BNPB, Senin (16/9), menyebutkan, peralatan seperti kasur lipat (velbed), tabung oksigen, regulator, tabung oksigen kecil, selang oksigen, alat pengukur tekanan darah, obat-obatan, hingga makanan tambahan bagi ibu hamil dan balita, serta perlengkapan medis lainnya telah tersedia pada tiap-tiap posko dan telah sesuai standar Kementerian Kesehatan RI. 

Di masing-masing posko juga disiagakan satu mobil ambulans. 

"Posko kesehatan ini buka setiap hari dari pukul 08.00 WIB sampai 22.00 WIB dan mulai dioperasikan sejak Minggu (15/9) hingga akhir masa siaga darurat, yakni Kamis (31/10). Seluruh masyarakat bisa memperoleh pelayanan seperti konsultasi, cek kesehatan, cek tekanan darah, pemberian pernafasan menggunakan oksigen hingga fasilitas masker yang bisa didapatkan secara gratis dengan penanganan oleh tim medis dari Dinas Kesehatan Provinsi Riau," papar Agus Wibowo. 

Terbantu

Adanya Rumah Singgah ini sangat bermanfaat bagi masyarakat. Selain dapat mengurangi dampak negatif dari asap karhutla, pelayanan tersebut sekaligus sebagai tanda bahwa negara hadir di tengah masyarakat untuk pelayanan yang terbaik.

Farida (34), warga sekitar Posko Rumah Singgah Kantor Dinas PUPR Provinsi Riau merasa terbantu dengan adanya posko tersebut. Ibu yang kesehariannya mengurus rumah tangga ini dapat mengurangi rasa kekhawatirannya atas kebakaran hutan yang menimbulkan asap sejak dua bulan ini. 

Farida mengaku adanya asap ini mengganggu aktivitasnya terutama di luar ruangan. Pernapasan dan penglihatan terganggu akibat asap. Kegiatan belajar mengajar juga telah ditunda sejak Selasa (11/9) lalu.

"Aktivitas saya terganggu karena asap. Sudah seminggu sekolah libur. Saya ajak anak untuk mendapat fasilitas kesehatan ini dari pemerintah," ujar Farida.

Hingga Senin (16/9), Posko Rumah Singgah Kantor Dinas PUPR Provinsi Riau sendiri telah melayani 95 pasien Berdasarkan hasil pemeriksaan, sebanyak 13 pasien dinyatakan positif terkena Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA), sedangkan 1 pasien sudah dirujuk ke Rumah Sakit terdekat.

Adanya asap dari karhutla yang menyelimuti sebagian besar wilayah Bumi Lancang Kuning ini juga disebabkan karena faktor tidak adanya angin, sehingga asap terus terperangkap dan menggumpal di wilayah Riau. 

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Dra. Hj. Mimi Yuliani Nazir, Apt, MM mengatakan bahwa untuk membersihkan udara dari polusi jahat ini bisa dilakukan dengan alat seperti Air Purify. Akan tetapi, solusi dari masalah asap dan karhutla adalah hujan.

"Wilayah ini tidak ada angin, jadi asap tidak bisa kemana-mana. Air Purify dibutuhkan, tapi hujan yang bisa menyelesaikan masalah" ujar Yuliani.

Pihak Dinas Kesehatan Provinsi Riau bersama unsur terkait lainnya akan terus memantau dan memberi pelayanan terbaik bagi masyarakat terdampak asap karhutla. Seluruh pihak baik dari masyarakat, dunia usaha, pemerintah serta media diharapkan dapat mendukung dari keseluruhan kegiatan tersebut. 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Lansia penjual kopi di Ciwidey ditemukan tewas di kiosnya
Senin, 27 Januari 2020 - 10:57 WIB
Seorang pria lanjut usia, Yaya Sunarya (68) warga Kampung Ciloa Rt 002/015 Desa Ciwidey, Kecamatan C...
Presiden akan tinjau kapal selam Alugoro-405 di PT PAL Surabaya
Senin, 27 Januari 2020 - 10:25 WIB
Presiden Joko Widodo akan meninjau kapal selam Alugoro-405 hasil kerja sama PT PAL dengan Daewoo Shi...
Menhub minta sektor transportasi intensif antisipasi virus corona
Senin, 27 Januari 2020 - 10:12 WIB
Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi meminta seluruh pemangku transportasi untuk melakukan...
Bandara Pattimura pasang pemindai suhu tubuh, antisipasi virus corona
Senin, 27 Januari 2020 - 09:39 WIB
PT Angkasa Pura I (Persero) cabang Bandara Pattimura Ambon memasang alat thermo scanner, mendeteksi ...
Seorang wisatawan Hongkong di Raja Ampat diduga terinfeksi Corona
Senin, 27 Januari 2020 - 09:11 WIB
Seorang wisatawan asal Hongkong berinisial YP yang berkunjung ke Raja Ampat, Provinsi Papua Barat, d...
Berikut lokasi layanan SIM keliling di Jakarta hari ini
Senin, 27 Januari 2020 - 08:49 WIB
Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya pada Senin (27/1) menyediakan lokasi-lokasi layanan SIM Keli...
IDI: Virus Corona menular lewat batuk hingga makanan tercemar air liur
Senin, 27 Januari 2020 - 08:25 WIB
Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dr Daeng Mohammad Faqih mengatakan, virus corona 2019 Novel...
Ombudsman minta pemerintah keluarkan larangan masuk pekerja Tiongkok
Senin, 27 Januari 2020 - 08:13 WIB
Ombudsman RI meminta pemerintah untuk mengeluarkan larangan sementara ke Indonesia bagi pekerja dan ...
Potensi hujan petir di Jawa Barat
Senin, 27 Januari 2020 - 07:51 WIB
Hujan yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang berpotensi terjadi di wilayah Jawa Bara...
Waspada potensi hujan sedang-lebat di Banten
Senin, 27 Januari 2020 - 07:40 WIB
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini waspada potensi hu...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV