Absen 30 tahun, wayang orang kembali tampil di Jerman
Elshinta
Minggu, 15 September 2019 - 09:18 WIB |
Absen 30 tahun, wayang orang kembali tampil di Jerman
Sumber Foto: https://bit.ly/2lU2hla

Elshinta.com - Setelah 30 tahun absen di Eropa, pagelaran wayang orang kembali dipentaskan di tiga kota di Jerman, yakni Hamburg, Hannover, dan Bremen dengan mengangkat cerita `Kresna Duta` dan mendapatkan sambutan antusias dari penonton.

Wayang orang itu dipentaskan oleh para seniman dari berbagai sanggar seni, di antaranya Wayang Orang Bharata, ISI Surakarta, RRI Surakarta, RRI Jakarta, dan Swarga Loka, yang menampilkan sejumlah seniman yang namanya sudah tidak asing lagi seperti Dewi Sulastri (Dewi Kunthi), Matheus Wasi Bantolo (Adipati Karna), dan Ali Marsudi (Raden Arjuna).

Pada malam pementasan pertama, sekitar 500 orang memadati gedung teater Neue Flora di Hamburg. Seperti halnya pada pementasan di Hannover, pertunjukan ditonton oleh orang-orang lokal pecinta seni budaya, pecinta Indonesia, dan juga warga Indonesia yang tinggal di Hamburg dan sekitarnya.

Sebanyak 120 bangku gedung teater Altes Magazin di Hannover terisi penuh. Bahkan penonton meluber dan duduk di tangga, selebihnya berdiri di belakang.

Berbeda dengan teater megah Neue Flora di Hamburg, teater Altes Magazin berkapasitas lebih kecil, dengan tiang-tiang konstruksi di antaranya, ujar Miranti Hirschmann, salah seorang penonton, Jumat (13/9), seperti dikutip Antara.

Akustiknya sangat baik sehingga tidak membutuhkan mikrofon. "Suasana ini mengingatkan seperti main wayang orang di Keraton Surakarta,“ kenang Teguh "Kenthus" Ampiranto, pemeran Prabu Kresna, yang juga sutradara pagelaran ini.

Tamu-tamu VIP pada pagelaran itu berasal dari pemerintah Kota Hamburg, juga kalangan diplomatik seperi Konsul Jendral dari India, Venezuela, Chile, Peru, Korsel, Syprus dan Turki.

Pagelaran di Hamburg itu diawali dengan lantunan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan dengan sambutan Duta Besar RI untuk Republik Federal Jerman, Arif Havas Oegroseno.

Berbeda dalam pementasan wayang orang biasanya, unsur suara dalang yang biasanya mengiringi kisah wayang orang, diganti dengan penutur bahasa Jerman.

Antonia Schwingel, seniwati teater dan penari balet keturunan Spanyol dan Jerman terpilih sebagai penutur pengantar dalam bahasa Jerman. Antonia mengaku ia belum pernah sekalipun mengunjungi Indonesia. Baginya, menuturkan pengantar kisah "Kresna Duta" ini merupakan pengalaman baru dalam kariernya.

Menerjemahkan tutur dalang ke bahasa Jerman pun bukan urusan sembarangan. Panitia menyerahkan hal ini kepada ahlinya, yaitu penterjemah senior, Dr. Martina Heinschke.

Bagi Martina, kisah pewayangan Jawa bukan hal asing, namun ia khawatir penonton muda Jerman yang belum pernah mengetahui epos Mahabharata sulit memahami alur kisahnya. Ia berusaha keras agar penonton mengerti, "terjemahannya agak sedikit bebas, sebuah adapsi," ujaranya.

Teguh "Kenthus" Ampiranto memastikan "alur cerita, tokoh, musik, lagu dan tarian tetap teguh pada pakem wayang orang klasik". Begitu juga dengan durasi pertunjukan wayang orang yang biasanya berlangsung tiga hingga empat jam, untuk pertunjukkan di Jerman, pagelaran ini dipadatkan menjadi 90 menit.

Salah satu penggagas pagelaran ini, Dr. Prasti Pomarius dari Yayasan Paramarta Karya Budaya mengatakan mengolah konsep pagelaran agar dimengerti oleh penonton Jerman ini adalah tantangan yang paling menantang dalam proses persiapannya.

Baginya, wayang orang tidak ada bedanya dengan seni opera di Eropa yang menggunakan kombinasi musik live, kisah, tarian. "Dengan memperkenalkan pagelaran wayang orang yang megah ini, kami berharap masyarakat Jerman lebih terbuka melihat Indonesia," tuturnya.

Harga tiket untuk menonton pagelaran ini dipatok 20 euro per orang. Rangkaian pagelaran Wayang Orang didukung Direktorat Jendral Kebudayaan Kemendikbud, KJRI Hamburg, Ikatan Ahli dan Sarjana Indonesia di Jerman (IASI), DIG Hamburg, Diaspora Indonesia in Bremen, AFA, juga PPI dari berbagai kota di Jerman. (Anj)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Meghan Markle banyak dapat pemberitaan jelek dibanding Kate Middleton
Minggu, 19 Januari 2020 - 11:17 WIB
Sebuah studi yang dilakukan oleh The Guardian pada ratusan artikel dari 14 koran di Inggris mengungk...
Bom mobil di Somalia hatam kontraktor Turki
Sabtu, 18 Januari 2020 - 20:13 WIB
Bom mobil yang menyasar kelompok kontraktor Turki meledak pada Sabtu di Afgoye, barat laut ibu kota ...
TKI terserang penyakit kulit dalam tahan Malaysia
Sabtu, 18 Januari 2020 - 17:49 WIB
TKI terserang penyakit kulit dalam tahan Malaysia. Gatal di sekujur tubuh tanpa mendapatkan perawata...
Badai petir sebabkan banjir di Australia
Sabtu, 18 Januari 2020 - 15:16 WIB
Badai petir menyapa wilayah pantai timur Australia pada Sabtu (18/1) pagi, menyebabkan penutupan rua...
Honduras akhiri mandat untuk badan antikorupsi
Sabtu, 18 Januari 2020 - 10:48 WIB
Honduras pada Jumat (17/1) secara efektif mengakhiri mandat badan antikorupsi yang didukung oleh Org...
170 orang kemungkinan sakit akibat wabah norovirus di California
Jumat, 17 Januari 2020 - 13:26 WIB
Sekitar 170 orang yang dalam beberapa pekan terakhir mengunjungi Taman Nasional Yosemite di Californ...
Tiongkok sebut ada korban meninggal kedua akibat pneumonia di Wuhan
Jumat, 17 Januari 2020 - 13:15 WIB
Wabah pneumonia di Wuhan, Tiongkok, menimbulkan korban meninggal dunia kedua, yakni laki-laki berusi...
Australia harus menunggu hingga Maret untuk hujan atasi kebakaran
Kamis, 16 Januari 2020 - 19:27 WIB
Australia harus menunggu hingga Maret untuk mendapatkan hujan cukup deras agar bisa menyelesaikan ma...
Konjen RI Jeddah yang baru serahkan Surat Tauliah pada Dirjen Kemlu Arab Saudi
Kamis, 16 Januari 2020 - 09:07 WIB
Konsul Jenderal (Konjen) RI Jeddah, Eko Hartono menyerahkan surat tauliah (surat kepercayaan) Kepad...
Saham Australia melonjak, lampaui 7.000 poin untuk pertama kalinya
Kamis, 16 Januari 2020 - 08:56 WIB
Pasar saham Australia dibuka melonjak pada perdagangan Kamis pagi, melampaui tonggak penting 7.000 p...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV