Wakapolri sebut penanganan Karhutla tidak hanya pemadaman
Elshinta
Jumat, 13 September 2019 - 20:18 WIB |
Wakapolri sebut penanganan Karhutla tidak hanya pemadaman
Sumber foto: https://bit.ly/2ky94kd

Elshinta.com - Wakapolri Komjen (Pol) Ari Dono Sukmanto menyatakan, penanganan Karhutla (kebakaran hutan dan lahan) tidak hanya fokus melakukan pemadaman saja, melainkan juga terus mengedukasi masyarakat dalam mencegahnya.

"Dalam hal penanganan Karhutla tidak hanya dalam bentuk pemadaman, tetapi preemtif dan sosialisasi juga harus diintensifkan, dan hal itu juga sudah dilakukan di lingkungan Polda Kalbar," kata Ari Dono Sukmanto seusai meninjau peralatan yang dimiliki jajaran Polda Kalbar dan Yayasan Pemadam Kebakaran Swasta dan instansi terkait lainnya dalam memadamkan Karhutla di Pontianak, Jumat (13/9).

Ia menjelaskan, dari hasil supervisinya ke Polda Kalbar dalam hal penanganan Karhutla sudah cukup bagus, apalagi sudah dibentuk satgas-satgas dalam penangan Karhutla yang tidak hanya melibatkan instansi pemerintah tetapi juga pihak masyarakat.

Sementara itu, dalam aspek penegakan hukum dari paparan Kapolda Kalbar, Irjen Pol Didi Haryono, hingga saat ini sudah sebanyak 52 kasus Karhutla yang diproses hukum, diantaranya sebanyak 50 kasus perorangan, dan dua kasus korporasi.

"Dari kasus-kasus tersebut, pihaknya masih terus melakukan pengembangan dan pendalaman, sehingga kemungkinan bisa saja kasusnya juga bertambah," katanya, dilansir Antara.

"Dari KLHK juga menyatakan, sebanyak 26 korporasi yang saat ini sedang diproses," ungkapnya.

Ia menambahkan, pihaknya cukup serius dalam menangani kasus-kasus Karhutla. "Hal tersebut bisa dilihat dari kesiapan peralatan-peralatan pemadaman baik oleh TNI dan Polri yang tentunya tidak terlepas dari bantuan pihak masyarakat yang tergabung dalam satgas pemadan kebakaran tersebut," katanya.

Ke depan, sebenarnya tidak hanya fokus dalam pemadaman Karthutla saja, tetapi bagaimana dalam mengajak masyarakat termasuk media, untuk bisa memberitahukan, bahwa tindakan membakar itu bisa diancam hukuman, sehingga memberikan efek jera.

Dalam kesempatan itu, Wakapolri mengimbau kepada masyarakat agar bersama-sama tidak menggunakan cara membakar dalam membersihkan lahan atau lainnya.

"Saya perhatikan melalui udara tadi, lebih banyak dengan tidak membakar dalam mengelola lahannya, sehingga perlu ada pencerahan bagi masyarakat agar tidak membakar lagi, dan begitu juga kepada pihak korporasi, agar menjaga lahan yang sudah diberikan izin tersebut agar tidak terbakar dan harus mengendalikan agar tidak terbakar," katanya. (DAL)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Warga Palembang keluhkan kabut asap yang semakin tebal
Kamis, 24 Oktober 2019 - 09:33 WIB
Elshinta.com - Kabut asap semakin tebal akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sangat berbahaya...
Susi Pudjiastuti titip kelautan Indonesia kepada Edhy Prabowo
Rabu, 23 Oktober 2019 - 18:07 WIB
Elshinta.com - Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti menghadiri acara serah terima...
Kabut asap makin tebal, siswa di Palembang kurangi aktivitas luar ruangan
Rabu, 23 Oktober 2019 - 09:39 WIB
Elshinta.com - Siswa di Palembang, Sumatera Selatan, mengurangi aktivitas di luar ruangan ...
Kualitas udara di Kota Palembang masih tak sehat cenderung berbahaya
Senin, 21 Oktober 2019 - 10:43 WIB
Elshinta.com - Kualitas udara di Kota Palembang, Sumatera Selatan, masih tidak sehat cende...
Uji coba B30 selesai pada Oktober, dilaksanakan 2020
Jumat, 18 Oktober 2019 - 17:14 WIB
Elshinta.com - Plt Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM Djoko Siswanto men...
Sekda: Hanya 23 persen kawasan pesisir pantai Jateng yang masih bagus
Jumat, 18 Oktober 2019 - 17:04 WIB
Elshinta.com - Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sri Puryono mengatakan sekitar 77 persen kawas...
Normalisasi tiga setu, Pemkot Depok terima dana hibah Rp25 miliar dari Pemprov DKI Jakarta 
Kamis, 17 Oktober 2019 - 20:25 WIB
Elshinta.com - Pemerintah Kota Depok menerima dana hibah Rp25 miliar dari Pemerinta Provinsi DK...
Sungai Cilamaya tercemar, IPAL Komunal bisa jadi solusi 
Kamis, 17 Oktober 2019 - 19:26 WIB
Elshinta.com - Tim Laboratorium Perum Jasa Tirta (PJT) II Jatiluhur menegaskan bahwa hasil...
BPBD Yogyakarta segera tambah alat pemantau kondisi sungai
Kamis, 17 Oktober 2019 - 13:13 WIB
Elshinta.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Yogyakarta berencana segera...
Kamis pagi, kualitas udara Jakarta terburuk keenam di dunia
Kamis, 17 Oktober 2019 - 09:14 WIB
Elshinta.com - Kualitas udara di wilayah DKI Jakarta, Kamis (17/10) pagi menempati peringk...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)
Elshinta
Mochamad Solichin