Puluhan warga Sukabumi keracunan makanan tahlilan
Elshinta
Rabu, 11 September 2019 - 20:55 WIB |
Puluhan warga Sukabumi keracunan makanan tahlilan
Ilustrasi. Sumber Foto: https://bit.ly/2k9AZXn

Elshinta.com - Puluhan warga Kampung Pangkalan, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat yang mayoritas merupakan anak-anak diduga keracunan usai menyantap nasi uduk yang dibagikan dari salah seorang warga usai acara tahlilan.

Demikian disampaikan Kepala Pusat Pengendalian dan Operasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Pusdalops BPBD) Kabupaten Sukabumi Daeng Sutisna di Sukabumi, Rabu (11/9).

"Ada 65 warga RT 01/03, Desa Bojonggaling, Kecamatan Bantargadung yang mengalami keracunan. Mayoritas korbannya adalah anak-anak dan saat ini sudah dievakuasi ke Puskesmas Bantargadung," katanya, seperti dikutip Antara.

Informasi yang dihimpun, sekitar pukul 17.00 WIB pada Selasa, (10/9) salah seorang warga mengadakan acara tahlilan yang kemudian disuguhkan makanan berupa nasi uduk. Awalnya setelah menyantap makanan tersebut warga tidak merasakan apa-apa dan kembali pulang ke rumah masing-masing dalam kondisi sehat.

Namun keesokan harinya atau pada Rabu, (11/9) puncaknya sekitar pukul 14.30 WIB puluhan warga mulai mengalami mual, pusing, muntah dan bolak balik buang air besar (BAB). Melihat terjadinya keracunan masal ini warga yang dibantu petugas gabungan mengevakuasi korban keracunan ke Puskesmas Bantargadung.

Bahkan hingga Magrib masih ada warga yang datang ke puskesmas karena kondisinya lemas, beberapa diantaranya harus ditandu karena kondisi lemah yang diduga banyak mengeluarkan cairan tubuh.

"Anggota kami masih bersiaga di lokasi untuk membantu evakuasi warga yang mengalami keracunan, untuk penyebab terjadinya keracunan masal tersebut masih ditangani pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi dan Puskesmas Bantargadung," tambahnya.

Hingga saat ini petugas dari Dinkes Kabupaten Sukabumi masih mengumpulkan sample makanan untuk mengetahui penyebab terjadinya keracunan massal tersebut. Bahkan sehari sebelumnya kasus serupa terjadi di wilayah Kabupaten Sukabumi dengan jumlah korban mencapai 111 orang yang merupakan buruh pabrik di salah perusahaan di Kecamatan Cidahu. (Anj)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
MUI apresiasi Mendag revisi Permen halal daging impor
Selasa, 17 September 2019 - 09:26 WIB
Elshinta.com - Majelis Ulama Indonesia (MUI) memberikan apresiasi kepada Kementerian Perdagangan (...
DPR-Pemerintah sepakat Dewan Pengawas KPK dipilih Presiden
Selasa, 17 September 2019 - 09:05 WIB
Elshinta.com - Badan Legislasi DPR RI bersama Pemerintah menyepakati bahwa Dewan Pengawas Komisi P...
Menkumham jelaskan soal Dewan Pengawas KPK, siapa mereka?
Selasa, 17 September 2019 - 08:53 WIB
Elshinta.com - Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna Laoly menyebut konsep Dewan Pengawas (Dew...
Penanganan karhutla, siap-siap terima reward and punishment dari Kapolri
Selasa, 17 September 2019 - 08:10 WIB
Elshinta.com - Saat melakukan pemantauan dari udara dengan Panglima TNI dan Kepala Badan Nasional ...
Presiden ungkap kunci penanganan karhutla, apa itu?
Selasa, 17 September 2019 - 07:46 WIB
Elshinta.com - Presiden Indonesia Joko Widodo mengungkapkan kunci penanganan kebakaran hutan dan l...
Presiden ingatkan jangan sampai karhutla ganggu penerbangan
Selasa, 17 September 2019 - 07:34 WIB
Elshinta.com - Presiden Joko Widodo mengingatkan agar kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Prov...
Aktifkan perangkat negara, Presiden: Pencegahan karhutla mutlak harus dilakukan
Selasa, 17 September 2019 - 07:10 WIB
Elshinta.com - Presiden Indonesia Joko Widodo mengingatkan seluruh perangkat negara, baik di pusat...
Siaga Darurat Karhutla, Pemprov Riau sebar Posko Rumah Singgah
Selasa, 17 September 2019 - 06:49 WIB
Elshinta.com - Pemerintah Provinsi Riau mendirikan `Posko Rumah Singgah Warga Terdampak Asap`, dal...
DPR tetapkan batas usia nikah 19 tahun, ini tanggapan Kepala BKKBN
Selasa, 17 September 2019 - 06:28 WIB
Elshinta.com - Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo men...
Hari Perhubungan Nasional pertama kali ditetapkan pada tahun 1971
Selasa, 17 September 2019 - 06:16 WIB
Elshinta.com - Hari Perhubungan Nasional, atau biasa disingkat Harhubnas adalah hari yang dipering...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)