Tepis isu miring terkait harga jual lapak, ini kata panitia PRK
Elshinta
Rabu, 11 September 2019 - 15:45 WIB | Penulis : Andi Juandi | Editor : Sigit Kurniawan
Tepis isu miring terkait harga jual lapak, ini kata panitia PRK
Foto: Eka Susanti/Radio Elshinta

Elshinta.com - Menyikapi pemberitaan miring di salah satu akun medsos facebook `Pekalongan Berita` yang dinilai merugikan panitia pelaksana PRK, Divisi Promosi dan Divisi Marketing Pekan Raya Kajen 2019, menggelar konferensi pers di stand media center.

Manager PR Promotion, Rizqy Robbany menjelaskan bahwa pemberitaan yang berkembang di akun Facebook tersebut terkait harga sewa lapak pedagang kaki lima, tidak sesuai dengan kenyataan yang ada.

Dalam akun Facebook tersebut mengatakan sejumlah pedagang kaki lima mengeluhkan tingginya harga sewa lapak, yang harganya dipatok sampai Rp1 juta per meter. Sehingga sejumlah pedagang urung untuk menjajakan dagangannya dalam acara PRK 2019.

“Berita yang ditulis di akun Facebook tersebut tidak benar. Kami dari panitia tidak ikut campur dalam penentuan harga sewa lapak pedagang kaki lima dan pedagang pasar tiban. Mereka sudah ada pengelolanya sendiri, yakni dari EO lokal. Kami hanya bertanggungjawab dengan stand-stand yang menggunakan tenda sarnafile,” ujar Rizqy, seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Eka Susanti, Rabu (11/9).

Menurut Rizqy, semua stand untuk UMKM gratis dan tidak ada biaya sewa, namun hanya sharing profit sebesar 15 persen dari hasil penjualan, Both komunitas juga gratis. Sedangkan untuk masuk ke area PRK juga gratis.

Sementara itu salah satu pedagang, Udin menuturkan jika dirinya membayar biaya sewa kepada paguyuban Pasar Tiban sebesar Rp600 ribu untuk satu kapling lapak berukuran 3x3 meter.

“Kami sudah biasa ikut berdagang seperti ini. Kan, ada paguyuban, jadi kita membayar sewanya kepada paguyuban. Tergantung ramai atau tidak, tapi rata-rata kami bayar sewa antara Rp500-600 ribu per kapling,” katanya.

Aming, pedagang sekitar alun-alun Kajen juga mengatakan hal yang sama. Dia membayar sekitar Rp500-600 ribu kepada paguyuban pedagang sekitar alun-alun Kajen.

“Bayar Rp500-600 ribu, tapi ini saya kasih uang muka dulu Rp100 ribu, sisanya bayarnya nanti setelah acara selesai. Saya bayar kepada Pak Rebo,” pungkasnya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Kolonel Pnb Budi Achmadi Jabat Komandan Lanud Silas Papare
Sabtu, 30 Mei 2020 - 21:57 WIB
Komandan Lanud Silas Papare resmi serah terima jabatan dari pejabat lama Marsma TNI Ir.Tri Bowo Budi...
Cirebon akan menerapkan Adaptasi Kebiasaan Baru
Sabtu, 30 Mei 2020 - 21:41 WIB
Kota Cirebon, Jawa Barat akan menerapkan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) yang rencananya diberlakukan ...
Kota Malang masuk masa transisi `new normal`
Sabtu, 30 Mei 2020 - 21:28 WIB
Setelah masa penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Malang berakhir hari ini, mak...
Pangdam Hasanuddin terima bantuan Almatkes COVID-19 dari Sekjen Kemhan
Sabtu, 30 Mei 2020 - 21:12 WIB
Pangdam XIV Hasanuddin, Mayjen TNI Andi Sumangerukka menerima bantuan Almatkes COVID-19 secara simbo...
Gugus Tugas: 11 indikator kesehatan daerah bisa beraktivitas semula
Sabtu, 30 Mei 2020 - 20:39 WIB
Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito menyebutkan terdapat...
Anggota KKB dari Yambi nyatakan kembali ke NKRI
Sabtu, 30 Mei 2020 - 20:27 WIB
Cari Jalan Telenggen, salah satu anggota anggota KKB Yambi, Kabupaten Puncak Jaya, menyatakan kembal...
Mal di Bandung tidak termasuk yang dilonggarkan saat PSBB proporsional
Sabtu, 30 Mei 2020 - 20:14 WIB
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung, Ema Sumarna menyatakan pusat perbelanjaan atau mal tidak ter...
Anggota DPR: Pastikan protokol kesehatan ketat di pasar tradisional
Sabtu, 30 Mei 2020 - 19:40 WIB
Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Gerindra Andre Rosiade meminta Kementerian Perdagangan (Kemenda...
Banyumas terjunkan tim pemburu pengendara yang tidak memakai masker
Sabtu, 30 Mei 2020 - 19:28 WIB
Pemerintah Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, menerjunkan tim pemburu untuk mengejar pengendara kendar...
Pasien positif COVID-19 yang sembuh di NTT bertambah
Sabtu, 30 Mei 2020 - 19:15 WIB
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Timur Dominikus Minggu Mere mengatakan ada satu pasien...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV