Kiri Kanan
AMPHURI sambut positif penghapusan aturan visa progresif umrah
Elshinta
Selasa, 10 September 2019 - 15:15 WIB | Penulis : Andi Juandi | Editor : Sigit Kurniawan
AMPHURI sambut positif penghapusan aturan visa progresif umrah
Foto: Istimewa

Elshinta.com - Pemerintah Arab Saudi mengeluarkan kebijakan baru terkait biaya visa progresif. Sebelumnya, Saudi memberlakukan visa progresif sebesar SR 2000 atau setara dengan Rp 7,6 juta, bagi jemaah umrah sejak 2016, dan jemaah haji pada 2019 yang lalu.

Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (DPP AMPHURI), Joko Asmoro mengatakan, sebagaimana dilansir kantor berita Arab News, pada Minggu (8/9) Menteri Urusan Haji dan Umrah Arab Saudi Mohammad Salih AlBantani mengapresiasi langkah Raja Salman dan Putra Mahkota Mahammad bin Salman karena mengeluarkan dekrit untuk merestrukturisasi visa kunjungan, haji dan transit. Termasuk mencabut biaya visa untuk umrah berulang (visa progresif).

Menurutnya, pernyataan Menteri Haji Saudi tersebut menegaskan bahwa keluarnya dekrit kerajaan Saudi terkait hal tersebut merupakan bagian dari komitmen kepemimpinan untuk memfasilitasi umat Islam dari seluruh dunia untuk melakukan haji dan umrah, seperti dalam rilis yang diterima Redaksi Elshinta.com.

Setidaknya, kata Joko, keputusan tersebut mencerminkan kesiapan Saudi untuk menyambut lebih banyak jemaah dalam rangka mendukung upaya pencapaian salah satu tujuan terpenting dari rencana Visi Saudi 2030. Yaitu, dapat menerima 30 juta jemaah umrah pada tahun 2030.

AMPHURI, lanjut Joko, telah berkordinasi dengan semua pihak mengenai kejelasan persoalan ini. Sebagaimana disampaikan oleh Konsul Haji Kantor Urusan Haji (KUH) KJRI di Jeddah, Endang Djumali yang menegaskan, bahwa biaya visa progresif memang telah dihapus, hanya saja jemaah akan dikenakan tambahan biaya visa sebesar SR 300 untuk proses e-visa dari biaya visa lainnya yang telah ditetapkan sebelumnya.

Sesuai dengan informasi dari Kementerian Haji dan Umrah pada Senin, (9/9) yang disampaikan oleh sekretaris pribadi Menteri Haji Arab Saudi Majid al Moumeni, penanggungjawab e-Hajj Mr. Farid Mandar, dan Humas Kementerian Haji Dan Umrah Saudi.

“Benar, bahwa kondisi di sistem visa progresif sudah tidak ada. Artinya, aturan terbaru dari pemerintah Saudi adalah penghapusan visa progresif SR 2000, namun saat ini adanya tambahan biaya visa cost SR 300,” kata Joko.

Perhitungan Cost Aplikasi e-visa tersebut, kata Joko, belum termasuk; BRN Hotel Booking, Naqaba Cost (Bus) dan Handling Fee Agent Saudi dalam melayani jemaah, ataupun cost visa untuk proses di provider visa.

Terkait aturan baru ini, Joko menyampaikan, AMPHURI menyambut positif dengan keputusan Saudi menghapuskan biaya visa progresif tersebut, namun kepada PPIU Anggota AMPHURI agar dapat segera menyesuaikan dan mengkoreksi anggaran dan harga paket perjalanan umrahnya dengan adanya tambahan biaya proses visa sebesar SR 300 yang mulai diberlakukan pada tanggal 9 September pada sistem e-visa Umrah.  

Hal yang sama disampaikan kepada masyarakat calon jemaah Umrah untuk kiranya dapat dimaklumi dan dipahami dengan adanya kenaikan harga paket umrah tersebut sesuai dengan adanya biaya aplikasi e-visa umrah sebesar SR300.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Puluhan ribu tahanan ISIS di Suriah berpotensi jadi bom waktu
Rabu, 13 November 2019 - 17:07 WIB
Elshinta.com - Sekitar 10.000 tahanan ISIS beserta keluarganya di sejumlah kamp terdekat d...
Situasi Gaza memanas, pembangunan RS Indonesia tetap berjalan
Rabu, 13 November 2019 - 06:49 WIB
Elshinta.com - Pembangunan rumah sakit Indonesia, yang telah memasuki tahap kedua, tetap b...
Ribuan babi mati di Sumut terindikasi virus ASF
Jumat, 08 November 2019 - 13:16 WIB
Elshinta.com - Ribuan ternak babi di Provinsi Sumatera Utara (Sumut) yang mendadak mati di...
Gempa Magnitudo 5,8 guncang Iran
Jumat, 08 November 2019 - 07:16 WIB
Elshinta.com - Gempa dengan magnitudo 5,8 mengguncang barat laut Iran pada Jumat (8/11) pagi, m...
Sekjen PBB apresiasi peran Indonesia di Dewan Keamanan
Senin, 04 November 2019 - 09:31 WIB
Elshinta.com - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengapresiasi peranan Indonesia, khususnya...
Tonton tarung bebas, Trump malah diejek penonton
Minggu, 03 November 2019 - 19:25 WIB
Elshinta.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump diteriaki ejeken oleh penggemar olah ...
Presiden Jokowi bahas krisis Rakhine State dan Filipina bersama PBB
Minggu, 03 November 2019 - 12:29 WIB
Elshinta.com - Presiden Indonesia Joko Widodo dalam pertemuannya dengan Sekretaris Jendera...
Wow, animo warga Saudi di Makkah belajar Bahasa Indonesia meningkat
Jumat, 01 November 2019 - 14:00 WIB
Elshinta.com - Sekolah Indonesia Makkah (SIM) telah menggelar pembukaan kursus Bahasa Indonesia...
Siswa sekolah Indonesia Jeddah ikrarkan persatuan dalam Kebhinnekaan
Senin, 28 Oktober 2019 - 18:59 WIB
Elshinta.com - Dalam balutan busana adat dari berbagai daerah, para siswa dan guru sekolah...
Korban tewas akibat hujan lebat di wilayah timur Jepang bertambah
Sabtu, 26 Oktober 2019 - 12:37 WIB
Elshinta.com - Hujan lebat penyebab banjir dan longsoran lumpur di bagian timur Jepang men...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)