Waspada! Pola makan seperti ini bisa sebabkan kebutaan
Elshinta
Selasa, 10 September 2019 - 10:24 WIB |
Waspada! Pola makan seperti ini bisa sebabkan kebutaan
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2k6DSYQ

Elshinta.com - Sebuah studi dalam jurnal Annal of Internal Medicine menyatakan pola makan atau diet yang buruk dengan mengonsumsi junk food, makanan dengan asupan vitamin dan mineral yang tidak mencukupi ternyata bisa menyebabkan munculnya neuropati gizi optik atau kerusakan saraf optik.

Neuropati optik gizi, seperti dilansir Antara dari Science Daily, adalah disfungsi saraf optik yang penting untuk penglihatan. Kondisi itu dipulihkan jika terdeteksi dini. tetapi jika tidak diobati, dapat menyebabkan kerusakan struktural permanen pada saraf optik dan kebutaan.

Selain pola makan, neuropati optik gizi bisa disebabkan masalah usus dan obat-obatan yang mengganggu penyerapan berbagai nutrisi penting. Selain itu, ada kasus seseorang kehilangan penglihatan karena kekurangan vitamin B12, tembaga dan selenium, kadar seng yang tinggi, dan secara nyata kondisi itu menurunkan kadar vitamin D dan kepadatan mineral tulang. Padahal indeks massa tubuhnya (BMI) normal.

"Kasus ini menyoroti dampak diet terhadap kesehatan visual dan fisik, dan fakta asupan kalori dan BMI bukanlah indikator status gizi yang dapat diandalkan," kata penulis studi tersebut, Dr Denize Atan.

Tim peneliti merekomendasikan riwayat diet perlu menjadi bagian dari pemeriksaan klinis rutin termasuk tentang kebiasaan merokok dan minum minuman beralkohol, untuk menghindari diagnosis neuropati optik gizi yang terlewatkan. (Fan)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Hati-Hati, lima kebiasaan ini berefek buruk bagi otak
Senin, 16 September 2019 - 18:24 WIB
Elshinta.com - Pada saat menerapkan gaya hidup sehat, biasanya orang hanya memperhatikan ukuran pin...
Ada 94 kasus baru HIV di Cianjur hingga September 2019
Minggu, 15 September 2019 - 18:29 WIB
Elshinta.com - Dinas Kesehatan Cianjur, Jawa Barat, mencatat hingga September terdapat 94 orang de...
Kabut asap, 2.188 balita Sumsel terkena ISPA
Sabtu, 14 September 2019 - 17:16 WIB
Elshinta.com - Sebanyak 2.188 balita di Sumatera Selatan terkena infeksi saluran pernapasan akut (...
Pemkab Cianjur targetkan 2030 wilayahnya `triple zero` kasus HIV/AIDS
Jumat, 13 September 2019 - 20:43 WIB
Elshinta.com - Pelaku hubungan seks menyimpang, laki-laki seks laki-laki (LSL) menjadi penyumbang te...
Apa sebenarnya manfaat kopi dan teh?
Jumat, 13 September 2019 - 20:33 WIB
Elshinta.com - Minuman yang biasa dikonsumsi masyarakat umum, kopi dan teh, ternyata dapat memberi...
Unri sediakan layanan kesehatan bagi masyarakat
Jumat, 13 September 2019 - 17:57 WIB
Elshinta.com - Universitas Riau (Unri) menyediakan pelayanan kesehatan pada Rumah Sakit Universitas ...
Tim Monev On Site evaluasi UPT Puskesmas Hinai Kiri terkait stunting
Kamis, 12 September 2019 - 20:39 WIB
Elshinta.com - Tim Monev On Site menunjungi UPT Puskesmas Hinai Kiri dan Desa Kabun Kelapa, Kecamata...
Pemkab Langkat berhasil turunkan angka stunting
Kamis, 12 September 2019 - 13:34 WIB
Elshinta.com - Sekretaris Daerah Kabupaten Langkat, Sumatera Utara Indra Salahudin menyambut kunjung...
Pengidap HIV/AIDS di Tulungagung meningkat
Kamis, 12 September 2019 - 09:17 WIB
Elshinta.com - Jumlah kasus HIV/AIDS di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, terus bertambah seiring...
Karena kabut asap, 28.696 warga Riau terpapar ISPA
Rabu, 11 September 2019 - 11:42 WIB
Elshinta.com - 28.696 masyarakat Riau terpapar penyakit Inspeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) akib...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)