Dirjen Kemendikbud: Tidak mudah entaskan buta aksara di daerah terpencil
Elshinta
Minggu, 08 September 2019 - 16:48 WIB | Penulis : Dhany Lukito | Editor : Administrator
Dirjen Kemendikbud: Tidak mudah entaskan buta aksara di daerah terpencil
Sumber foto: https://bit.ly/2Tcxizq

Elshinta.com - Direktur Jenderal (Dirjen) Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Harris Iskandar mengatakan pengentasan buta aksara di daerah terpencil tidak mudah untuk dilakukan.

"Hal ini dikarenakan angka buta aksara banyak terdapat di daerah terpencil, sehingga tidak mudah untuk dilakukan," ujar Harris saat peringatan Hari Aksara Internasional di Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (7/9) kemarin.

Meski demikian, pihaknya bertekad untuk menuntaskan buta aksara hingga nol persen. Berdasarkan survei sosial ekonomi nasional BPS tahun 2018, jumlah penduduk buta aksara turun menjadi 3,29 juta orang, atau hanya 1,93 persen dari total populasi penduduk.

Pada awal kemerdekaan jumlah penduduk buta aksara mencapai 97 persen. Namun pada tahun 2015, jumlah penduduk buta aksara telah berkurang menjadi 3,4 persen atau sebanyak 5,6 juta orang.

Ke depan, kata dia keterampilan baca, tulis dan hitung (calistung) tidak cukup untuk bekal kehidupan. Menurut dia, orang dewasa menguasai keterampilan literasi digital, literasi keuangan, literasi sains, literasi kewargaan dan kebudayaan. "Jadi tidak hanya sekedar pengentasan buta aksara saja," ujar dia.

Pihaknya dan lembaga lain juga menyelenggarakan berbagai pelatihan untuk memberikan bekal keterampilan literasi lainnya itu. Contohnya untuk literasi digital dilakukan bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika, dan literasi keuangan oleh Otoritas Jasa Keuangan, dilansir dari JPP, Minggu (8/9).

Hari Aksara Internasional 2019 mengusung tema “Ragam Budaya Lokal dan Literasi Masyarakat”. Tema itu didasarkan oleh kesadaran atas keragaman Indonesia yang memiliki lebih dari 1.331 suku bangsa dan tidak kurang dari 652 bahasa daerah.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Lembaga Administrasi Negara gelar uji publik sekolah kader
Rabu, 16 Oktober 2019 - 12:18 WIB
Elshinta.com - Plt Kepala Pusat Pengembangan Kompetensi Kepemimpinan Nasional dan Manajeri...
Rektor UINSU: Dari pesantren kampung menuju kelas internasional
Selasa, 15 Oktober 2019 - 17:25 WIB
Elshinta.com - Menyongsong HUT ke-46 IAIN/UINSU terus berbenah dari sisi kuantitas maupun ...
Dies Natalis Unas ke-70, berkarya dan berprestasi
Selasa, 15 Oktober 2019 - 17:02 WIB
Elshinta.com - Memasuki usia genap 70 tahun, Universitas Nasional (Unas) secara sungguh-sungguh...
PTNBH motor perkembangan pendidikan tinggi di Indonesia
Senin, 14 Oktober 2019 - 21:38 WIB
Elshinta.com - Rektor UI Prof. Anis mengatakan Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH)...
Kutuk penusukan Wiranto, UNMA tolak dikaitkan dengan radikalisme
Senin, 14 Oktober 2019 - 19:07 WIB
Elshinta.com - Peristiwa penusukan terhadap Menkopolhukam Jend TNI (Purn) Wiranto menunjukkan b...
Universitas Trisakti wisuda 2.325 lulusan terbaiknya
Minggu, 13 Oktober 2019 - 15:06 WIB
Elshinta.com - Universitas Trisakti (Usakti) menggelar wisuda Doktor, Magister, Spesialis,...
Menteri Agama: Santri merupakan duta perdamaian
Minggu, 13 Oktober 2019 - 10:14 WIB
Elshinta.com - “Santri adalah pribadi yang mendalami agama Islam, dari akar kata salam yang ar...
ITN Malang juarai lomba karya terbaik studio perencanaan tata ruang
Selasa, 08 Oktober 2019 - 15:07 WIB
Elshinta.com - Sebanyak empat orang mahasiswa Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang ber...
Pascakebakaran, kegiatan belajar SDN Randupitu Pasuruan dipindahkan
Senin, 07 Oktober 2019 - 09:45 WIB
Elshinta.com - Kegiatan belajar mengajar di SDN Randupitu, Pasuruan, Jawa Timur (Jatim), Senin (7/10...
Dinilai tak beri efek jera, KPAI: Hukuman fisik berdampak buruk bagi anak
Minggu, 06 Oktober 2019 - 19:14 WIB
Elshinta.com - Komisioner Bidang Pendidikan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Retn...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: widget/infodarianda.php

Line Number: 24

Backtrace:

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/views/elshinta/widget/infodarianda.php
Line: 24
Function: _error_handler

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/views/elshinta/view_berita_detail.php
Line: 214
Function: include

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/libraries/Template.php
Line: 16
Function: view

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/controllers/Berita.php
Line: 144
Function: load

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/index.php
Line: 294
Function: require_once