A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: fopen(/var/lib/php/sessions/ci_sessionusnpjn1hmbbbh96qjrd2v5tuiu3dv39f): failed to open stream: No space left on device

Filename: drivers/Session_files_driver.php

Line Number: 174

Backtrace:

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/controllers/Berita.php
Line: 5
Function: __construct

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/index.php
Line: 294
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: session_start(): Failed to read session data: user (path: /var/lib/php/sessions)

Filename: Session/Session.php

Line Number: 143

Backtrace:

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/controllers/Berita.php
Line: 5
Function: __construct

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/index.php
Line: 294
Function: require_once

 Bantu bersihkan tumpahan minyak, Pertamina beri manfaat ekonomi pada nelayan
Bantu bersihkan tumpahan minyak, Pertamina beri manfaat ekonomi pada nelayan
Elshinta
Jumat, 06 September 2019 - 13:34 WIB |
Bantu bersihkan tumpahan minyak, Pertamina beri manfaat ekonomi pada nelayan
Foto: Antara/Elshinta.

Elshinta.com - Pemberdayaan nelayan yang dilakukan oleh PT Pertamina (Persero) untuk membersihkan ceceran minyak di pantai perairan Karawang, Jawa Barat, dinilai mampu memberikan manfaat ekonomi kepada mereka pada saat tidak bisa melaut.

Pengamat ekonomi dari Universitas Mulawarman, Samarinda, Kalimantan Timur, Aji Sofyan Effendi di Jakarta, Kamis (5/9), mengatakan, ketika kondisi gelombang sedang tinggi, nelayan tidak melaut dan tidak mendapatkan hasil tangkapan.

“Pola pekerjaan nelayan memang seperti itu. Ketika cuaca tidak mendukung, mereka tidak bisa mencari ikan dan tidak mendapatkan penghasilan. Pemberdayaan oleh Pertamina ketika gelombang tinggi tersebut justru membawa manfaat,” katanya mengutip Antara.

Sekitar satu setengah bulan sejak sumur YYA-1 ONWJ bocor, Pertamina melakukan pemberdayaan kepada nelayan setempat untuk turut membersihkan ceceran minyak yang sampai ke pantai. Keterbatasan kemampuan nelayan, lanjutnya, membuat mereka hanya bisa menunggu membaiknya gelombang.

Selain itu, mereka juga terkendala jarak ke kota untuk mencari pekerjaan lain. “Jadi, apa yang dilakukan Pertamina dengan memberikan pekerjaan kepada nelayan itu sudah betul,” kata Aji.

Selain itu, menurut dia, Pertamina juga memperhatikan faktor kesehatan dan keselamatan kerja (K3) yakni dengan melakukan pemeriksaan kesehatan kepada nelayan, serta melengkapi peralatan yang memadai, seperti masker.

Sementara itu, Ketua Rukun Nelayan (RN) Desa Pusakajaya Utama Kecamatan Cilebar, Kabupaten Karawang, Gopar mengakui bahwa pada bulan-bulan ini gelombang memang tinggi, sehingga nelayan sering tidak bisa melaut mencari ikan. Akibatnya, mereka tidak mendapatkan penghasilan.

"Dengan kondisi demikian, nelayan akan lebih memilih diam di rumah. Memang, ada juga nelayan yang memaksa melaut, terutama ketika angin agak reda. Namun, tetap saja hasil tangkapan pada bulan-bulan ini juga terbilang sedikit," katanya.

Untuk itu, kata Gopar, nelayan seakan memperoleh berkah dengan adanya pemberdayaan dari Pertamina. Mereka sekarang memiliki pekerjaan tambahan, yang tentu saja bisa menambah penghasilan keluarga.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Pengamat ekonomi sambut baik susunan menteri kabinet baru
Rabu, 23 Oktober 2019 - 16:24 WIB
Elshinta.com - Pengamat valuta asing dari Reza Aswin Institute, Reza Aswin mengatakan susunan menter...
Guru Besar Unpad heran KCIC tak tahu ada pipa BBM
Rabu, 23 Oktober 2019 - 14:25 WIB
Elshinta.com - Guru besar Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung, Profesor Ina Primiana menyay...
Kemendag akan laporkan perkembangan RCEP
Rabu, 23 Oktober 2019 - 13:07 WIB
Elshinta.com - Komite Perundingan Perdagangan (Trade Negotiations Committee/TNC) tengah be...
Kemendag ajak pelaku usaha lindungi konsumen dengan patuhi kewajiban purnajual
Rabu, 23 Oktober 2019 - 11:10 WIB
Elshinta.com - Kementerian Perdagangan melalui Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen d...
IHSG menguat ke 6.225 pada akhir perdagangan hari ini
Selasa, 22 Oktober 2019 - 17:27 WIB
Elshinta.com - Sempat melorot menjelang siang hari, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya...
Rupiah masih menguat jelang pengumuman kabinet baru 
Selasa, 22 Oktober 2019 - 17:15 WIB
Elshinta.com - Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa s...
Investor: Menteri BUMN yang baru harus merangkul swasta untuk tingkatkan investasi
Selasa, 22 Oktober 2019 - 15:18 WIB
Elshinta.com - Pelantikan Presiden terpilih Joko Widodo dan Ma`ruf Amin telah sukses dilak...
 Jokowi perlu ekonom yang sanggup berikan pertumbuhan ekonomi 7,5-8%
Selasa, 22 Oktober 2019 - 14:05 WIB
Elshinta.com - Setelah bersumpah dan dilantik MPR-RI menjadi Presiden RI Periode 2019-2024, Pre...
Kemendag kerja sama dengan Atase Pedagangan KBRI Canberra sosialisasi IA-CEPA
Selasa, 22 Oktober 2019 - 12:27 WIB
Elshinta.com - Kementerian Perdagangan bekerja sama dengan Atase Perdagangan Kedutaan Besa...
Jelang penetapan kabinet baru, rupiah diprediksi lanjutkan penguatan
Selasa, 22 Oktober 2019 - 10:38 WIB
Elshinta.com - Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antar bank di Jakarta, Selasa...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)
Elshinta
Mochamad Solichin