Pembangunan Tol Trans Sumatera dilanjutkan meski pembebasan lahan masih terkendala
Elshinta
Jumat, 06 September 2019 - 08:37 WIB |
Pembangunan Tol Trans Sumatera dilanjutkan meski pembebasan lahan masih terkendala
Ilustrasi. Sumber foto: https://s.id/6vPMw

Elshinta.com - Pembangunan sirip Tol Trans Sumatera di Padangpariaman, Sumatera Barat tetap dilanjutkan meski pembebasan lahan masih terkendala.

"Persoalannya masih soal harga ganti kerugian lahan. Namun pemilik lahan memberi izin pembangunan dilanjutkan," kata Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit di Padang, Jumat (6/9).

Lahan yang bermasalah itu pada kilometer 0-4,2 yang merupakan milik Padang Industrial Park (PIP). Harga yang ditetapkan oleh tim appraisal jauh di bawah NJOP. NJOP lahan itu Rp325 ribu per meter persegi, namun harga yang ditetapkan oleh tim appraisal hanya Rp50 ribu. "Kita sudah berunding dengan PIP terkait hal ini. Mereka tetap meminta harga tetap mengacu pada NJOP. Kita carikan solusi untuk hal ini," kata dia.

Sementara itu perwakilan PIP, Ben Hendri menyebut setiap tahun mereka membayar PBB sesuai dengan NJOP. Namun saat pembebasan lahan, harga tidak mengacu pada NJOP. "Ini tentu akan menjadi pertanyaan bagi pemegang saham dalam RUPS," ujarnya.

Menurutnya jika memang ada aturan hukum yang membenarkan penurunan harga yang begitu tajam, ia meminta salinan aturan itu supaya bisa memberikan penjelasan pada pemegang saham. "Intinya kami mendukung proyek ini. Buktinya, meski pembebasan lahan masih belum selesai, kami tidak melarang pengerjaan dilanjutkan," katanya, dikutip Antara.

Hanya ia berharap harga ganti kerugian itu bisa disesuaikan dengan kewajiban pajak yang selalu dibayarkan oleh PIP dengan taat setiap tahun. Luas lahan PIP yang terimbas pembangunan tol sekitar 4 hektare. (Ank)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Infrastruktur TMMD diharapkan bisa gali potensi wisata Situ Cisaat
Sabtu, 12 Oktober 2019 - 21:17 WIB
Elshinta.com - Infrastruktur yang dibangun oleh jajaran Kodim 0619 Purwakarta melalui prog...
Pemerintah kucurkan Rp2,02 triliun kembangkan KEK Mandalika
Jumat, 11 Oktober 2019 - 10:10 WIB
Elshinta.com - Pemerintah akan mengucurkan anggaran sebesar Rp2,02 triliun pada 2020 untuk...
Manfaat program TMMD dirasakan masyarakat Purwakarta
Kamis, 10 Oktober 2019 - 17:26 WIB
Elshinta.com - Masyarakat petani, guru, pedagang dan pengrajin boneka yang bermukim di sekitar ...
AP II sebut butuh setahun tentukan desain Terminal 4 Soetta
Kamis, 10 Oktober 2019 - 12:58 WIB
Elshinta.com - PT Angkasa Pura II membutuhkan waktu setahun untuk menentukan desain, dalam...
MASKI minta BPN serahkan kebijakan eksekutor ke swasta
Rabu, 09 Oktober 2019 - 20:17 WIB
Elshinta.com - Masyarakat Ahli Survey Kadaster Indonesia (MASKI) meminta agar fungsi tanggung j...
Pemerintah wajibkan penggunaan baja tulangan beton SNI
Rabu, 09 Oktober 2019 - 06:33 WIB
Elshinta.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) selaku pembina jasa konst...
TMMD wujudkan tempat tinggal layak bagi warga Desa Cisaat
Senin, 07 Oktober 2019 - 20:53 WIB
Elshinta.com - Mak Icih (76), warga Desa Cisaat, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat ber...
Kunjungi lokasi bencana, Wapres pertanyakan perkembangan huntap Kota Palu
Senin, 07 Oktober 2019 - 16:06 WIB
Elshinta.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla meninjau lokasi pembangunan hunian tetap (huntap...
Minggu ini, LRT Jabodebek akan diuji coba trayek Cibubur sampai Cawang
Senin, 07 Oktober 2019 - 15:23 WIB
Elshinta.com - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan uji coba LRT Jabo...
TMMD bantu warga Cisaat wujudkan akses ke kota
Minggu, 06 Oktober 2019 - 20:28 WIB
Elshinta.com - Warga Desa Cisaat, Kecamatan Campaka, merasa bersyukur dengan adanya agenda...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)