Atasi debu batu bara, KCN percepat pembangunan mini forest
Elshinta
Kamis, 05 September 2019 - 13:34 WIB | Penulis : Andi Juandi | Editor : Sigit Kurniawan
Atasi debu batu bara, KCN percepat pembangunan mini forest
Foto: Yohanes Charles/Radio Elshinta

Elshinta.com - Dalam sebulan terakhir, polusi udara khususnya di sekitar DKI Jakarta meningkat cukup tajam. Beberapa kalangan menilai polusi ini diakibatkan oleh jumlah kendaraan bermotor yang semakin banyak dan penggunaan batu bara juga dituding menjadi salah satu pemicu meningkatnya pencemaran udara.

Menanggapi hal ini, PT Karya Citra Nusantara sebagai operator Pelabuhan Marunda telah dan akan mengambil langkah segera untuk mengatasi debu batu bara yang berasal dari penumpukan batu bara oleh tenant yang ada di sekitar pelabuhan. 

Sejak semula KCN telah memberi instruksi kepada para tenant yang bergerak di sektor batu bara untuk menutup tumpukan yang ada dengan menggunakan terpal serta melakukan penyiraman lahan pelabuhan dengan air setiap jam untuk mengurangi debu-debu yang beterbangan.

Direktur Utama Widodo Setiadi mengungkapkan, manajemen akan membuat jaring basah yang dialiri air untuk menangkap partikel debu yang beterbangan di sekeliling area bongkar muat. 

‘’Kami bekerja sama dengan IPB melakukan penelitian untuk membuat mini forest di sekitar pelabuhan, sehingga debu dari aktivitas pelabuhan tidak sampai ke pemukiman penduduk,’’ papar Widodo, seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Yohanes Charles, Kamis (5/9).

Pada 2013 dan 2014, KCN telah menanam masing-masing sebanyak 10.000 pohon bakau di sekitar pelabuhan Marunda untuk mengantisipasi debu dari kegiatan bongkar muat. 

Selanjutnya pada 2015, anak usaha dari Karya Tekhnik Utama (KTU) dan Kawasan Berikat Nusantara (KBN) ini, juga telah membuat mini forest di sekitar area kantor yang berada di wilayah pelabuhan. Secara rutin penyemprotan dan pembersihan dermaga juga dilakukan setiap dua minggu, hingga membersihkan parit pembuangan untuk mengantisipasi penyumbatan yang bisa memicu banjir.

‘’Di tengah permasalahan hukum yang sedang kami hadapi dari pemegang saham, kami tetap berupaya menjaga lingkungan sekitar pelabuhan, sambil melanjutkan pembangunan pelabuhan sesuai dengan perundangan yang ada, demi memberi kontribusi yang lebih besar terhadap perekonomian nasional,’’ tegas Widodo.

Menurut Suku Dinas Lingkungan Hidup Kota Administrasi lokasi pelabuhan pada pertengahan Agustus lalu, KCN sebagai operator pelabuhan telah memiliki UKL-UPL yakni izin yang diberikan kepada setiap orang yang melakukan usaha dan/atau kegiatan yang wajib Amdal dalam rangka perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.

Sudin Jakarta Utara juga mengakui KCN secara administrasi rajin melaporkan pengelolaan lingkungan setiap 6 bulan, meski beberapa tenant belum memiliki perizinan lingkungan. Penggunaan terpal untuk menutup tumpukan batu bara juga menjadi rekomendasi Sudin demi mengurangi debu yang beterbangan.

Kerja sama KCN dengan IPB demi membangun mini forest di sekitar pelabuhan, untuk melakukan kajian terhadap kondisi tanah, kondisi angin dan kondisi air di sekitar lokasi, yang nantinya akan mempengaruhi jenis pohon yang cocok untuk ditanam sehingga debu dari bongkar muat pelabuhan tidak mengganggu masyarakat sekitar.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Di bawah komando Kodam III Siliwangi, empat pemda hijaukan KBU
Rabu, 26 Februari 2020 - 10:18 WIB
Pemerintah Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Cimahi, dan Kota Bandung, serta Sektor 22 Cit...
Sektor 21 Citarum dan PWI Kota Bandung tanam 2.000 pohon
Selasa, 25 Februari 2020 - 21:42 WIB
Sektor 21 Citarum Harum bersama PWI Kota Bandung melaksanakan penanaman 2.000 berbagai jenis pohon s...
Bupati Tangerang instruksikan jaga kebersihan di lingkungan pesantren
Selasa, 25 Februari 2020 - 16:37 WIB
Wali Kota Jambi dan Bupati Pringsewu, belajar program unggulan soal kebersihan pesantren di Kabupate...
Cegah abrasi, Basarnas Mamuju tanam pohon bakau
Minggu, 23 Februari 2020 - 12:49 WIB
Kantor Basarnas Mamuju Provinsi Sulawesi Barat, Sabtu (22/2) melakukan aksi penanaman pohon bakau di...
Realisasikan program Kapolri, polisi di Buton tanam 900 pohon bibit mangrove
Jumat, 21 Februari 2020 - 19:25 WIB
Sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan, Kepolisian Resor (Polres) Buton menanam 900 pohon bib...
Duh, limbah minyak hitam kembali cemari Pantai Bintan
Rabu, 19 Februari 2020 - 18:38 WIB
Limbah minyak berwarna hitam kembali mencemari pantai, yang sebagian dijadikan sebagai objek wisata ...
Prajurit Yonif 8 Marinir gotong royong di Alur Dua Baru
Jumat, 14 Februari 2020 - 18:45 WIB
Batalyon Infanteri (Yonif) 8 Marinir/Tangkahan Lagan, melaksanakan Pembinaan Desa Pesisir (Bindesir)...
BNPB minta Polri tak ragu tindak tegas para perusak lingkungan
Kamis, 13 Februari 2020 - 10:49 WIB
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Doni Monardo meminta pihak Kepolisian agar tida...
Dansektor 21 Citarum Harum, dukung kegiatan penghijauan PWI Kota Bandung
Senin, 10 Februari 2020 - 17:15 WIB
Dalam rangka Hari Pers Nasional (HPN) 2020, PWI Kota Bandung berencana menggelar kegiatan penghijaua...
Cuaca panas picu karhutla di Pulau Ambon
Sabtu, 08 Februari 2020 - 14:59 WIB
Cuaca panas dengan suhu yang mencapai lebih dari 32 derajat celsius telah mengakibatkan hutan mudah ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)