Rehan `Chockles`, bangkrut berkali-kali, sukses bangun puluhan outlet es cokelat
Elshinta
Kamis, 05 September 2019 - 10:20 WIB | Penulis : Cucun Hendriana | Editor : Dewi Rusiana
Rehan `Chockles`, bangkrut berkali-kali, sukses bangun puluhan outlet es cokelat
Rehan Abdullah Salam berhasil membangun bisnis berbasis cokelat. Foto: istimewa

Elshinta.com - Rehan Abdullah Salam tak menyangka akan menikmati kesuksesan. Setelah berkali-kali gagal dalam berbisnis bahkan sampai kehabisan modal akhirnya ia memetik hasil yang manis.

Meski berawal dari gerobak es, tapi kini ia sukses merintis bisnis cafe dengan menu es cokelat.

Rehan menyadari ia memang tidak memiliki latar belakang bisnis. Ia mengaku ide bisnisnya muncul karena kepepet. “Dari lahir tidak pernah diajari berbisnis karena bukan dari keluarga pengusaha. Semua ini mengalir begitu saja,” kata dia.

Namun beruntung Rehan memiliki pengetahuan dalam mengolah biji kakao. Tidak hanya berbekal ilmu untuk mengolah biji kakao, tapi juga memiliki mesin dan alat pengolahan biji kakao. Rehan pun sangat paham keseluruhan prosesnya dari bahan baku hingga bahan jadi.

"Saya mendapatkan ilmu tersebut saat di bangku kuliah di Teknik Pertanian UGM,” akunya.

Sebelumnya, Rehan pernah membuka café dengan menu standar cafe pada umumnya. Sayangnya, usahanya tersebut mengalami kerugian hingga berakhir bangkrut.

Namun semangat Rehan tak pernah kendur dan ia kembali membuka kafe. Laki-laki kelahiran Gresik ini, lagi-lagi harus menerima pil pahit, sebab usaha kafenya harus kembali tutup karena bangkrut lagi.

Hingga 2014 tersisa satu harta paling berharga yaitu gerobak dorong. “Saya mendorong gerobak es cokelat setiap hari hingga tahun 2015,” ujarnya lagi.

Berkat kerja kerasnya, kali ini usahanya tak sia-sia. Meski berjualan dengan gerobak, dagangan es coklat buatannya laris manis. Pada 2015, pria yang gemar pencak silat dan otomotif ini mencoba untuk membuka sebuah outlet dan tak disangka usahanya berkembang pesat hingga sekarang.

Chockles, demikian ia menamai usahanya, fokus membuat minuman es cokelat dengan rasa cokelat yang khas dan toping gula jawa merah di atasnya.

“Kami membuat rasa es cokelat yang tidak biasa. Sebab menggunakan bahan baku biji kakao asli dengan proses manual dan diolah secara tradisional sehingga menghasilkan bahan baku es cokelat yang mantap,” jelasnya.

Karena usahanya semakin menunjukkan perkembangan yang bagus, Rehan kemudian mulai melebarkan bisnisnya dengan memasarkan melalui outlet-outlet yang tersebar di berbagai kota. Hingga saat ini sudah terdapat 12 cabang di Yogyakarta, 9 cabang di Semarang, 3 cabang Magelang, 2 cabang di Jakarta, 1 cabang Surabaya, dan 1 cabang di Malang.

Pria yang memiliki kiat terus berinovasi, pertajam feeling, jujur, sabar, dan amanah ini membuat dua jenis minuman yakni reguler dan premium. Menurut Rehan, perbedaannya terletak pada chockles premium yang memiliki rasa lebih nikmat, seperti ice cream cokelat yang dicairkan.

Lalu bagaimana strateginya menghadapi gempuran dari kompetitor? “Terapkan harga murah dengan kualitas yang tidak murahan. Lalu kualitas produk harus menjadi perhatian serius,” tegas dia. (eri)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Hotman Paris dukung pengusaha muda ini pelopori batik moderen pertama di Indonesia
Selasa, 18 Februari 2020 - 08:42 WIB
Industri fashion terus berkembang, seiring dengan kemajuan zaman. Termasuk batik, kini memakai batik...
Inspirasi Rico Huang: Sukses di usia 24 tahun, kini mantap menatap bisnis photobook
Minggu, 02 Februari 2020 - 10:30 WIB
Dengan banyaknya data dan nilai pasar yang tinggi, photobook menjadi salah satu variasi produk print...
Sukses berbisnis batik, Michael Wirawan bangun brand baru yang sasar wanita milenial
Kamis, 23 Januari 2020 - 15:41 WIB
Namanya Michael Wirawan. Usianya masih muda, tercatat baru 24 tahun. Tapi soal bisnis, dia memiliki ...
Brand kecantikan karya anak bangsa ini sukses jelajahi pasar Eropa
Minggu, 19 Januari 2020 - 16:38 WIB
Berkat ekstrak kayu cendana, daun nilam, kemangi, bunga jempiring, bunga mawar, melati, kamboja, kay...
Jadi CEO private equity termuda di Asia Tenggara, Timothy Tandiokusuma kelola AUM Rp1,2 T
Senin, 13 Januari 2020 - 17:04 WIB
Timothy Tandiokusuma, usianya masih muda, 26 tahun, tapi dirinya cukup sukses menggeluti bisnis priv...
Mengenal Dicky Firmansyah, milenial di kancah industri digital Tanah Air
Selasa, 07 Januari 2020 - 15:16 WIB
Besarnya  potensi industri digital di Indonesia membuat para pelaku industri digital meyakini bahwa...
Dari Pekayon ke Cikunir Raya: Hardianto anak muda dibalik sukses Hardy Classic
Selasa, 10 Desember 2019 - 09:58 WIB
Kiprah Hardy Classic dalam bidang interior mobil sudah tidak diragukan lagi. Dengan pengalaman belas...
Jatuh bangun Jerry Hermawan Lo hingga sukses jadi pengembang properti
Minggu, 24 November 2019 - 14:31 WIB
Industri properti menjadi salah satu bisnis yang paling menjanjikan di dunia. Oleh karena itu, banya...
Ini kisah Bahlil Lahadalia, `anak terminal` yang ditunjuk jadi Kepala BKPM
Jumat, 25 Oktober 2019 - 10:05 WIB
Hidup berbalut kemiskinan, itulah masa lalunya. Bahlil, meski terlahir dari keluarga sederhana, tak ...
Tas limbah plastik karya Deasy Esterina yang tembus pasar global
Kamis, 17 Oktober 2019 - 16:13 WIB
Adalah Deasy Esterina yang tertarik untuk mengolah limbah plastik menjadi sesuatu yang bermanfaat. I...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)