Dari sablon kaus hijrah ke IT, pria ini berikan layanan untuk usaha mikro
Elshinta
Rabu, 28 Agustus 2019 - 11:32 WIB | Penulis : Cucun Hendriana | Editor : Administrator
Dari sablon kaus hijrah ke IT, pria ini berikan layanan untuk usaha mikro
Faizal Hermiansyah berikan layanan IT untuk pelaku usaha mikro. Foto: Elshinta.com/Reza

Elshinta.com - Namanya Faizal Hermiansyah. Mulai masuk ke dunia bisnis sejak usia 16 tahun, membuat dirinya bisa belajar lebih awal seputar dunia bisnis. Ketika itu dirinya membuka bisnis sablon kaus yang berawal dari hobinya dalam membuat desain. Dari tangannya, lahirlah kreasi-kreasi unik desain kaus dan kemudian dipasarkan melalui website dan forum di internet.

Kepiawaiannya dalam menjalin network, perlahan bisnisnya terus berkembang. Bahkan kemudian Faizal memiliki 11 jaringan reseller yang rutin mengorder kaus darinya. Dengan jaringannya tersebut, banyak orderan yang saban hari diterimanya.

Namun, karena kesibukan kuliah ditambah semua hal dalam bisnisnya dikerjakan sendiri, membuat Faizal kewalahan. “Umur saya masih 19 tahun waktu itu, semuanya saya yang mengerjakan, dari cari orderan, cari kain, sampai ke ekspedisi. Akibatnya, banyak orderan yang terlambat jadinya,” sebutnya.

Di saat yang bersamaan, beruntunglah ia sudah memikirkan jalan lain di bidang IT. Sehingga keterpurukan yang dialaminya di bisnis kaus, tak berdampak terlalu buruk. Ia menyadari jika kekuatan yang dimilikinya adalah online. Di saat yang lain belum memiliki website dan melakukan sistem order online, Faizal sudah melakukannya terlebih dulu.

Nah, kekuatan inilah yang akhirnya membuat dirinya semakin berani melakukan perubahan; meninggalkan bisnis kaus dan memulai bisnis sebagai konsultan IT. “Sebetulnya saya sudah mengawali bisnis IT sejak saya masih berjaya di bisnis kaus. Pada tahun 2012, saya fokus menggarap pasar IT dan membangun brand,” tuturnya.

Debut kariernya di bidang IT dimulai saat dirinya mengerjakan sebuah proyek IT di salah satu Bank BUMN. Dari proyek pertamanya tersebut, Faizal menangguk untung sebesar Rp100 juta. Untuk proyek pertama dan masih berstatus sebagai mahasiswa, angka tersebut jelas cukup fantastis.

“Bayangkan, saya awalnya untung dari jualan hanya kaus Rp 20 ribu per potong, lalu mendapatkan proyek dengan nilai besar. Itu sesuatu yang luar biasa! Selanjutnya, proyek-proyek lain pun terus berdatangan, dari perusahaan rokok, otomotif, dan lain-lain,” katanya.

Pasca lulus kuliah, Faizal pun sempat dua tahun bekerja di perusahaan milik orang lain. Kedua perusahaan tersebut masih bergerak di bidang IT. Meski hanya sebentar, ia sudah cukup mendapatkan pengalaman dalam hal menjual produk dan memperluas network.

Belakangan, ia juga telah mengembangkan sistem IT bernama SIMI (Sistem Informasi Manufacture Indonesia) yang merupakan salah satu produk Sistem Informasi yang dibuat khusus untuk manufacturing pabrik mikro dan makro.

“Sistem ini akan membuat antara satu divisi dan divisi lain terintegrasi dan membuat pekerjaan semakin efisien. Sistem ini saya develop dengan tim, dimana yang menjadi target market saya adalah para pengusaha mikro,” jelasnya.

Bagi Faizal, di bisnis ini, selain kualitas produk harus menjadi nomor wahid, yang perlu diperhatikan juga adalah terkait dengan pelayanan terhadap konsumen. Untuk itulah dirinya komitmen untuk membuat sistem eksklusif yang hanya digunakan oleh satu klien.

Artinya, masing-masing klien dibuatkan sistem yang berbeda yang tidak dimiliki oleh yang lain. “Yang murah itu biasanya adalah mereka yang membuat sistem hanya copy paste dari sistem yang mereka buat sebelumnya,” sebutnya.

Berbagai proyeknya pun sudah tersebar di berbagai wilayah di Tanah Air, dari mulai Bandung, Jakarta, Surabaya, Makassar, Bali, Lampung, dan beberapa daerah lainnya di Pulau Jawa.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Hotman Paris dukung pengusaha muda ini pelopori batik moderen pertama di Indonesia
Selasa, 18 Februari 2020 - 08:42 WIB
Industri fashion terus berkembang, seiring dengan kemajuan zaman. Termasuk batik, kini memakai batik...