Miris, anak kandung usir ayahnya dari rumah. Kisahnya memilukan
Elshinta
Rabu, 28 Agustus 2019 - 09:06 WIB |
Miris, anak kandung usir ayahnya dari rumah. Kisahnya memilukan
Warga memberikan dukungan moral pada ayah yang diusir anaknya di Dusun Kolak, Desa Wonorejo, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Selasa (27/8). Sumber foto: https://bit.ly/2ZixyRr

Elshinta.com - Peristiwa memilukan terjadi di Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Seorang ayah bernama Yantoro (80), warga Desa Wonorejo, Kabupaten Kediri, diusir dari rumah oleh anak kandungnya sendiri, Sudjono. 

Peristiwa ini terkait konflik bangunan rumah yang dimenangkan dalam gugatan sidang di pengadilan negeri oleh sang anak Sudjono. 

"Ini sangat tidak benar dan di luar kemanusiaan. Anak menggugat kepada bapaknya, apa tidak keterlaluan," kata kuasa hukum tergugat, Ulul Albab di Kediri, Selasa (27/8), seperti dikutip Antara

Ulul mengatakan, tanah ini awalnya dibeli oleh Yantoro yang kemudian diatasnamakan anaknya. Yang bersangkutan memiliki sejumlah anak termasuk Sudjono.

Konflik antara anak dan bapak itu berlangsung sejak tahun 2015, dan setelah melalui proses persidangan selama empat tahun, sengketa kepemilikan rumah itu dimenangkan oleh Sudjono dengan hak tanah dan bangunan.

Sang ayah, Yantoro awalnya membeli tanah beserta bangunan tersebut pada 1994. Yantoro memiliki bukti surat pernyataan dari pemilik asal tanah yang mengaku dibeli menggunakan uangnya.

Namun seiring berjalannya waktu, sang anak justru tega mengusir ayahnya dan mengklaim bahwa tanah dan bangunan tersebut adalah miliknya. Padahal, Yantoro sendiri sebenarnya hanya ingin menempati rumah tersebut sampai akhir hayatnya dan tidak berniat memilikinya.

Sang bapak harus meninggalkan rumah tersebut. Hal ini dilakukan saat eksekusi oleh PN Kabupaten Kediri. 

Pelaksanaan eksekusi sendiri relatif berjalan lancar tanpa adanya perlawanan dari pihak tergugat.

Yantoro mengaku sudah lelah dengan kejadian yang menimpa dirinya. Rumah itu memang diberikan kepada anak sulungnya, Sudjono, namun dirinya masih ingin tinggal hingga mati nantinya.

"Ini memang saya berikan kepada Ajong (panggilan Sudjono). Tetapi saya hanya ingin tinggal sampai saya mati. Karena di tempat inilah, saya menjalani usaha. Toh, nantinya tetap akan saya berikan kepada Ajong. Tetapi, kok tega saya diusir seperti ini," kata Yantoro dengan pandangan nanar.

Sejumlah tetangga mengaku prihatin dengan kejadian tersebut. Bahkan, mereka juga membawa spanduk berisi kecaman kepada anak yang dituding tidak tahu terimakasih dan tega pada orang tua itu. 

Bunyi spanduk itu di antaranya "kenapa bapakmu kamu usir, Tuhan akan melaknatmu", "Jangan pergi Pak Yanto, ini tanah yang kamu beli dengan uangmua sendiri", dan sejumlah tulisan lainnya.

Kendati ada dukungan massa, proses eksekusi di bangunan dan lahan seluas 6.000 meter persegi yang berada di Dusun Kolak, Desa Wonorejo, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri itu tetap dilangsungkan. (Der)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
 Kemenag siapkan revitalisasi fungsi rumah ibadah pada tatanan `New Normal`
Kamis, 28 Mei 2020 - 08:09 WIB
Kementerian Agama (Kemenag) akan menyiapkan revitalisasi fungsi rumah ibadah pada tatanan normal bar...
Pandemi COVID-19, Imam Besar Masjid Istiqlal: Ada hikmah di balik musibah
Rabu, 27 Mei 2020 - 15:12 WIB
Imam Besar Masjid Istiqlal Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar mengatakan bahwa di balik setiap musibah pa...
Wali Kota Pekanbaru imbau warganya gelar Salat Idul Fitri di rumah
Rabu, 20 Mei 2020 - 08:24 WIB
 Wali Kota Pekanbaru Firdaus mengimbau umat muslim di Ibu kota Provinsi Riau itu untuk tidak melaks...
Menag: `Deadline` kepastian ibadah haji ditunda hingga awal Juni
Rabu, 20 Mei 2020 - 07:18 WIB
Untuk menentukan kepastian penyelenggaraan ibadah haji 1441H/2020M, Pemerintah Indonesia menunggu ke...
Rumah Zakat akan bangun 33 titik lumbung pangan
Selasa, 19 Mei 2020 - 20:25 WIB
Rumah Zakat berupaya memanfaatkan dana Zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ziswaf) dengan mendirikan l...
Istiqlal pastikan tidak ada takbiran dan Shalat Id
Selasa, 19 Mei 2020 - 17:37 WIB
Masjid Istiqlal memastikan tidak ada takbiran dan shalat Idul Fitri (id) seiring belum ada penurunan...
MUI: Zakat boleh dimanfaatkan untuk penanggulangan COVID-19. Begini ketentuannya
Selasa, 19 Mei 2020 - 10:42 WIB
Sebagai bentuk antisipasi pelaksanaan serah terima zakat di tengah pandemi COVID-19, Majelis Ulama I...
500 paket sembako Bakti Alumni Akpol bagi penyapu jalanan di Kudus 
Selasa, 19 Mei 2020 - 10:09 WIB
Alumni Akademi Kepolisian angkatan 99 (Endra Dharmalaksana) memberikan bantuan 500 paket sembako kep...
Andre Rosiade sarankan bansos dalam bentuk tunai di tengah COVID-19
Senin, 18 Mei 2020 - 12:03 WIB
Anggota DPR dari Fraksi Partai Gerindra Andre Rosiade menyarankan agar mengubah penyaluran bantuan s...
Motor listrik bertanda tangan Jokowi laku Rp2,5 miliar
Senin, 18 Mei 2020 - 06:10 WIB
Motor listrik buatan anak bangsa yang bertanda tangan Presiden Jokowi akhirnya laku Rp2,5 miliar dal...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV