Polisi masih selidiki kasus penyerangan maut di Bekasi
Elshinta
Rabu, 28 Agustus 2019 - 07:09 WIB | Penulis : Andi Juandi | Editor : Dewi Rusiana
Polisi masih selidiki kasus penyerangan maut di Bekasi
Lokasi penyerangan maut di Jalan KH. Noer Alie, Bekasi Barat persis di samping Aparteman Metro Galaxy Park Bekasi masih dibatasi garis polisi. Foto: Eko Purnomo/Radio Elshinta

Elshinta.com - Polres Metro Bekasi Kota masih terus melakukan penyelidikan terkait penyerangan maut di lahan kosong yang menewaskan satu orang dengan luka tembakan senjata api.

Penembakan terjadi di sebuah lahan kosong yang dijaga beberapa orang, oleh orang-orang yang tak dikenal di Jalan KH. Noer Alie, Bekasi Barat, persis di samping Aparteman Metro Galaxy Park Bekasi, Jawa Barat, Jumat (21/6) malam lalu.

Selain luka tembak, beberapa orang lainnya mengalami luka serius karena sabetan senjata tajam para penyerang. 

Menurut Wakapolres Bekasi Kota AKBP Eka Mulyana, kasus ini masih terus berlanjut dan penyidikan tetap dilakukan oleh penyidik.

"Yang saya tahu dari penyidik, walaupun kita tidak update, sementara penyidik sedang melaksanakan penyelidikan terkait perkara ini," kata Eka, usai jumpa pers di aula Polres Bekasi Kota, Selasa (27/8), seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Eko Purnomo.

Ia juga tidak bisa berkomentar banyak karena tidak mengikuti perkembangan perkara tersebut, namun kata dia, dirinya akan menanyakan lagi kepada penyidik.

Terkait perkembangan penyelidikan, pihak Polres Metro Bekasi Kota akan tetap melakukan pemanggilan terhadap saksi-saksi seperti pemilik lahan, pemilik apartemen Metro Galaxy Park Laurence M Takke, Wakapolres pun mengamini. 

"Ya," tambah Wakapolres.

Eka menambahkan, secara detil dirinya tidak mengetahui persis nama-nama yang akan dipanggil karena itu kewenangan penyidik Polres Metro Bekasi. "Saya kurang tahu persis siapa saja yang dipanggil, karena teman teman bertanya-nya mendadak. Saya juga belum bertanya ke penyidik," jelasnya.

Kasus penyerangan maut di Bekasi yang di duga kuat bermula dari kisruh kepemilikan lahan memang menjadi atensi Polda Metro Jaya beserta jajarannya.

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Gatot Eddy dalam Konferensi Pers Pengungkapan Kasus Mafia Tanah yang berhasil diungkap jajarannya, pada Kamis, (22/8/2019) lalu menegaskan, bahwa pihaknya akan menindak mafia tanah di wilayah hukum Polda Metro Jaya.

"Kita sikat habislah mafia tanah ini, sehingga masyarakat aman dan tidak dimainkan lagi oleh mafia tanah," kata Gatot.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Jadi target operasi, polisi tembak mati penjahat curanmor 
Kamis, 02 Juli 2020 - 19:45 WIB
Sepak terjang Sukardi alias Abeng (39) akhirnya terhenti selamanya. Warga Dusun Baran Temboro, Kelu...
Polda Metro Jaya bongkar produsen cairan vape isi narkoba
Selasa, 30 Juni 2020 - 10:24 WIB
Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya membongkar diduga sindikat lintas provinsi produsen dan ...
Bea Cukai Kepri gagalkan penyelundupan 10 ton pasir timah
Selasa, 30 Juni 2020 - 09:59 WIB
Tim patroli laut Direktorat Jenderal Bea Cukai 30004 Kantor Wilayah Khusus Kepulauan Riau (Kepri) me...
Polda Metro sebut 11 WNA penyerang polisi tidak punya izin tinggal
Selasa, 30 Juni 2020 - 09:23 WIB
Polda Metro Jaya menyebutkan 11 warga negara asing (WNA) yang terlibat pengeroyokan terhadap lima pe...
LPSK dorong kasus pemalsuan sertifikat ABK dikembangkan ke TPPO
Minggu, 28 Juni 2020 - 18:14 WIB
Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) mendorong kasus pemalsuan sertifikat anak buah kapal (A...
Kasus malware Indonesia lebih tinggi dari rata-rata di Asia Pasifik
Minggu, 28 Juni 2020 - 16:39 WIB
Microsoft menemukan kasus malware dan ransomware pada dunia siber Indonesia sepanjang 2019 masih tin...
Kejaksaan NTT masih kejar tiga tersangka korupsi dana Bank NTT
Minggu, 28 Juni 2020 - 15:29 WIB
Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur (NTT) masih mengejar tiga dari tujuh tersangka yang terlibat da...
Karantina Pertanian Lampung gagalkan penyelundupan ratusan ekor burung
Minggu, 28 Juni 2020 - 13:28 WIB
Sebanyak 400 ekor burung jenis Kacer yang akan diselundupkan menuju Jakarta berhasil digagalkan oleh...
Polisi tindaklanjuti kasus perawat dianiaya keluarga pasien COVID-19
Minggu, 28 Juni 2020 - 10:38 WIB
Polresta Pulau Ambon dan PP Lease telah menindaklanjuti laporan seorang perawat RSUD dr M Haulussy d...
22 napi asimilasi Riau kembali terlibat berbagai tindak pidana
Sabtu, 27 Juni 2020 - 14:29 WIB
Kepolisian Daerah Riau mencatat sedikitnya 22 narapidana yang dibebaskan melalui program asimilasi k...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV