Istri sewa 4 pembunuh bayaran untuk habisi nyawa suami dan anak tiri
Elshinta
Selasa, 27 Agustus 2019 - 16:26 WIB |
Istri sewa 4 pembunuh bayaran untuk habisi nyawa suami dan anak tiri
Kapolda Jawa Barat Irjen Polisi Rudy Sufahriadi bersama Direktur Reserse Kriminal Umum Kombes Iksantyo Bagus menghadirkan tersangka pembunuhan berinisial AK (35) di Mapolda Jawa Barat, Selasa (27/8). Sumber foto: https://s.id/6mXjD

Elshinta.com - Kepolisian Daerah Jawa Barat serta Polres Sukabumi mengungkap perempuan berinisial AK (35) yang diduga menjadi dalang kasus pembunuhan berencana terhadap suami dan anak tirinya.

Kapolda Jawa Barat, Irjen Polisi Rudy Sufahriadi mengatakan, pengungkapan kasus tersebut dimulai dari ditemukannya jasad korban Edi Chandra Purnama (54) dan Muhamad Adi Pradana (23) di dalam mobil yang hangus terbakar di Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi, Minggu (25/8). "Jenazah tersebut bernama Edi Candra Purnama alamatnya di Lebak Bulus dan satu lagi Mohamad Adi Pradana seorang mahasiswa yang ternyata anak (tiri) korban," kata Rudy di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Selasa (27/8).

Dengan adanya penemuan tersebut, kata Rudy, polisi langsung melakukan penyelidikan terhadap kediaman korban yang berada di Jakarta Selatan. Setelah itu berdasarkan hasil penyelidikan, kedua korban diduga diculik dan dibawa ke kediamannya untuk dilumpuhkan.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jabar, Kombes Iksantyo Bagus menjelaskan, berdasarkan keterangan tersangka, kedua korban dibunuh terlebih dahulu sebelum dibakar di dalam mobil. Iksanto mengungkapkan, tersangka AK menyewa empat orang sebagai eksekutor untuk menghabisi nyawa kedua korban. Termasuk anaknya yang diduga oleh AK diperintah untuk membakar mobil tersebut.

Setelah dieksekusi, korban diletakkan di SPBU Cirendeu dalam keadaan sudah meninggal. Para eksekutor kemudian menyuruh AK untuk mengambil mobil yang berisi jenazah. "Kemudian pada Minggu 25 Agustus 2019 pukul 07.00 WIB, pelaku dan anaknya mengambil mobil yang berisikan mayat," kata Iksantyo.

Berdasarkan penyelidikan, kata Iksantyo, diketahui motif AK membunuh kedua korban dengan sadis, yakni karena masalah rumah tangga dan utang piutang. "Motifnya adalah karena masalah rumah tangga dan utang-piutang," kata Iksantyo, dikutip Antara.

Polisi hingga kini masih memburu keempat eksekutor yang dibayar AK untuk menghabisi nyawa suami dan anak tirinya. Atas perbuatannya, tersangka AK terancam dijerat pasal 340 dan atau 338 KUHP dengan ancaman hukuman pidana mati atau pidana penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu, paling lama 20 tahun. (Ank/Sik)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Penggeledahan 2 lokasi lainnya, Densus 88 sita 9 proyektil peluru
Selasa, 15 Oktober 2019 - 21:37 WIB
Elshinta.com - Sejumlah barang bukti disita dari penggeledahan kontrakan Suhada, terduga t...
Polisi ungkap penyaluran elpiji 3 Kg ke perusahaan cat
Selasa, 15 Oktober 2019 - 18:55 WIB
Elshinta.com - Polisi Resort Purwakarta, berhasil membongkar penggunaan elpiji subsidi kem...
 Sat Reskrim Polres Bogor ungkap kasus suntik gas oplosan LPG 3 kg ke 12 kg
Selasa, 15 Oktober 2019 - 17:07 WIB
Elshinta.com - Sat Reskrim Polres Bogor berhasil mengungkap kasus suntik gas oplosan elpiji ber...
Densus 88 gerebek rumah pasutri terduga teroris di Gunungpati
Selasa, 15 Oktober 2019 - 15:57 WIB
Elshinta.com - Densus 88 Antiteror Mabes Polri menangkap sepasang suami istri terduga tero...
Positif narkoba, oknum anggota DPRD Kapuas terancam diganti
Selasa, 15 Oktober 2019 - 07:19 WIB
Elshinta.com - Anggota DPRD Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, inisial B  (35) dari...
Densus 88 amankan belasan buku panduan jihad dari rumah penjual es cendol
Senin, 14 Oktober 2019 - 20:46 WIB
Elshinta.com - Densus 88 Antiteror Mabes Polri bersama Tim Inafis Polres Cirebon Kota, Min...
Usai pukuli sipir, tiga napi di Lapas Sabang kabur
Senin, 14 Oktober 2019 - 19:14 WIB
Elshinta.com - Tiga narapidana (napi) Lapas Kelas IIB Kota Sabang, Aceh kabur setelah memukul seoran...
Kapolda Jambi: Teroris ditangkap di Bungo warga Demak
Senin, 14 Oktober 2019 - 16:37 WIB
Elshinta.com - Kapolda Jambi Irjen Pol Muchlis AS di Jambi, usai memimpin upacara bendera ...
Polisi temukan bahan kimia di rumah teroris
Senin, 14 Oktober 2019 - 15:44 WIB
Elshinta.com - Tim Densus 88 Anti Teror bersama dengan Polres Cirebon, Jawa Barat, pada Mi...
Seorang pekerja bangunan tewas ditikam, Polda Papua tingkatkan penjagaan
Minggu, 13 Oktober 2019 - 19:54 WIB
Elshinta.com - Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Papua Irjen Paulus Waterpauw mengatakan penikaman ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)
Elshinta
Mochamad Solichin
Elshinta
Mochamad Solichin
Elshinta
Mochamad Solichin