Soal akar bajakah obat kanker, ini kata Kemenkes
Elshinta
Selasa, 27 Agustus 2019 - 10:14 WIB | Penulis : Dewi Rusiana | Editor : Administrator
Soal akar bajakah obat kanker, ini kata Kemenkes
Menkes Nila Moeloek saat bertemu dengan periset muda di Kemenkes, Jakarta, Senin (26/8). Foto via @KemenkesRI

Elshinta.com - Menteri Kesehatan (Menkes) Nila Moeloek mengatakan, untuk upaya pencegahan kanker, akar bajakah bisa digunakan namun belum bisa dikatakan zat A bisa membunuh sel kanker, namun ada perbaikan-perbaikan yang diberikan dari akar bajakah.

Hal itu dikatakan Menkes saat konferensi pers usai bertemu dengan periset muda di Kementerian Kesehatan, Senin (26/8), seperti diinformasikan melalui laman resmi InfoPublik. Mereka adalah periset tanaman bajakah untuk obat kanker dari Palangkaraya dan periset glukometer dari Jakarta.

“Dari segi keamanan, jamu-jamuan maupun obat tradisional sudah terbukti aman dari zaman dahulu,” kata Menteri Nila.

Tentang khasiat, Staf Khusus Menteri Kesehatan RI, Prof. Dr. dr. Akmal Taher, SPu (K) mengatakan, harus dibuktikan dengan penelitian metodologi jika diklaim sebagai obat anti kanker dan sebagainya. Setelah bisa dibuktikan, baru bisa diklaim berkhasiat.

“Akar bajakah potensinya ada apalagi sudah dibuktikan pada mencit (tikus percobaan) dan juga jelas memiliki manfaat. Kemudian tinggal dibuktikan penelitian pada manusia. Setelah itu bicara tentang dosis dan jenis kanker apa saja yang bisa disembuhkan,” papar dr. Akmal.

Sementara itu, menurut Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Siswanto, uji coba pada manusia ada tiga fase, yaitu fase pertama melihat keamanan dan cara kerjanya. Fase dua, manfaatnya apa dan diuji pada jumlah sampel terbatas; dan fase tiga, pada sejumlah pasien terbatas.

“Jika sudah diuji dan terbukti baru bisa diklaim ekstrak bajakah mempunyai efek anti kanker. Selain itu uji coba pada manusia, bahannya harus diproduksi industri. Langkahnya masih panjang dan harus bergerak bersama-sama dengan pihak industri,” tutur Siswanto.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Pakar sebut HP BM terancam terblokir per 18 April 2020
Sabtu, 25 Januari 2020 - 16:49 WIB
Pakar keamanan siber dari CISSReC Doktor Pratama Persadha menyebut handphone black market (BM) atau ...
Ilmuwan ciptakan drone mirip burung
Jumat, 24 Januari 2020 - 12:07 WIB
Para peneliti dari Stanford University berhasil mengembangkan drone eksperimental yang dapat terbang...
Ini strategi Pemerintah untuk dukung ekosistem ekonomi digital di WEF Davos
Kamis, 23 Januari 2020 - 16:40 WIB
Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G Plate, menjadi narasumber pada diskusi semipanel dengan...
Begini strategi Indonesia hadapi industri 4.0
Senin, 20 Januari 2020 - 15:28 WIB
Kemenperin juga sedang mendirikan Digital Capability Center di Jakarta sebagai pusat inovasi dan p...
Masyarakat Jayawijaya dapat bantuan 138 Wifi Nusantara gratis
Minggu, 19 Januari 2020 - 14:47 WIB
Masyarakat Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua mendapat bantuan sebanyak 138 perangkat untuk jaring...
Atasi karhutla, TNI AU kembangkan teknologi `water bombing`gunakan bola-bola air
Jumat, 17 Januari 2020 - 19:36 WIB
Untuk melakukan upaya pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan pihak TNI AU berhasil ...
Kata `banjir` ternyata disebut puluhan kali dalam manuskrip kuno. Apa artinya?
Jumat, 10 Januari 2020 - 17:17 WIB
Banjir ternyata bukan hal baru yang terjadi di Indonesia khususnya di Jakarta. Menurut catatan Prof....
Konflik Iran-AS disebut akan berlarut ke wilayah siber, hindari pakai `VPN`
Jumat, 10 Januari 2020 - 08:10 WIB
Pakar keamanan siber, Pratama Persadha mengatakan, bahwa serangan Iran - Amerika Serikat berpotensi ...
Hyundai dan Uber pamerkan taksi terbang
Kamis, 09 Januari 2020 - 19:26 WIB
Perusahaan ridesharing Uber dan perusahaan otomotif asal Korea Selatan Hyundai baru saja mengumumkan...
`Taksi terbang` listrik Hyundai-Uber mampu tempuh jarak 100 km
Selasa, 07 Januari 2020 - 16:18 WIB
Perusahaan otomotif Korea Selatan, Hyundai Motors, bersama Uber Technologies Inc tengah mengembangka...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV