Pengungsi Rohingya: Lebih baik mati daripada hidup tanpa hak di Myanmar
Elshinta
Senin, 26 Agustus 2019 - 20:22 WIB |
Pengungsi Rohingya: Lebih baik mati daripada hidup tanpa hak di Myanmar
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/323hAYe

Elshinta.com - Pengungsi Rohingya yang tinggal di kamp sementara Kabupaten Cox`s Bazar, Bangladesh bertekad tidak akan pulang ke Myanmar tanpa keadilan dan hak penuh.

Banyak orang Rohingya yang dipersekusi di kamp pengungsi memperingatkan di dalam pesan video bahwa tanpa dipenuhinya tuntutan sah mereka, maka mereka takkan menerima pemulangan paksa ke Negara Bagian Rakhine di Myanmar, dan mereka memilih menyambut kematian di Bangladesh.

"Mereka (militer Burma) telah membunuh rakyat kami dan memperkosa saudari, anak perempuan dan ibu kami. Jika kami pulang, mereka akan melakukan perbuatan yang sama lagi. Kami takkan pergi ke sana," kata salah satu pengungsi, Hasina Begum (29), seperti dihimpun Kantor Berita Antara, Senin (26/8).

Begum menyelamatkan diri dari Kota Praja Maungdaw di Negara Bagian Rakhine setleah penindasan brutal militer pada 25 Agustus 2017, dan berlindung di satu kamp di Bangladesh.

Sejak peristiwa itu, lebih dari 750.000 orang Rohingya menyelamatkan diri ke Bangladesh sebab mereka menghadapi `pembersihan etnik`, `pemusnahan suku` dan `pembunuhan massal` yang ditaja negara.

"Kami cuma ingin keadilan buat pembunuh saudari dan ibu kami. Jika kami dipaksa pulang sekarang, kami akan memilih bunuh diri dengan menggunakan racun," ujar pengungsi lain, Kolsoma Begum (22). (Fan/Sik)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Erdogan tak akan pernah izinkan rokok elektrik di Turki
Selasa, 22 Oktober 2019 - 09:47 WIB
Elshinta.com - Presiden Turki Tayyip Erdogan pada Minggu (20/10) waktu setempat, mengataka...
Superyacht terkait kasus 1MDB Malaysia kembali dilelang
Minggu, 20 Oktober 2019 - 13:52 WIB
Elshinta.com - Sebuah superyacht yang terkait dengan skandal korupsi bernilai miliaran dol...
Warga Gaza dan Suriah butuh bantuan untuk hadapi musim dingin
Sabtu, 19 Oktober 2019 - 11:29 WIB
Elshinta.com - Aksi Cepat Tanggap (ACT) menyebut musim dingin di Gaza, Palestina dan Suria...
Masjid di Afghanistan dibom saat Salat Jumat, puluhan orang tewas
Sabtu, 19 Oktober 2019 - 07:17 WIB
Elshinta.com - Ledakan-ledakan terjadi di sebuah masjid di bagian timur Afghanistan pada s...
Korban tewas Topan Hagibis di Jepang jadi 58 orang
Selasa, 15 Oktober 2019 - 10:48 WIB
Elshinta.com - Jumlah warga yang meninggal di Jepang karena Hagibis, topan terburuk sejak berpu...
Presiden Tiongkok tugaskan wakilnya hadiri pelantikan Jokowi-Ma`ruf
Selasa, 15 Oktober 2019 - 10:37 WIB
Elshinta.com - Presiden Tiongkok Xi Jinping menugaskan Wakil Presiden Wang Qishan untuk menghad...
Jepang kirim tentara selamatkan warga korban topan
Senin, 14 Oktober 2019 - 08:23 WIB
Elshinta.com - Jepang mengerahkan puluhan ribu tentara dan pekerja pertolongan pada Minggu (13/...
Kemenlu pastikan tak ada WNI jadi korban Badai Hagibis
Minggu, 13 Oktober 2019 - 17:57 WIB
Elshinta.com - Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI memastikan bahwa tidak ada warga negar...
10 orang tewas, 16 lainnya hilang akibat Topan Hagibis
Minggu, 13 Oktober 2019 - 15:52 WIB
Elshinta.com - Berdasarkan laporan badan penyiaran umum Jepang, NHK, Topan Hagibis, yang m...
Topan Hagibis usai, belum ada laporan WNI yang jadi korban
Minggu, 13 Oktober 2019 - 12:10 WIB
Elshinta.com - Topan Hagibis melanda Jepang sejak Sabtu (12/10) malam. Untuk saat ini cuaca di Jepan...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)