Google berhenti pakai nama makanan untuk Android
Elshinta
Minggu, 25 Agustus 2019 - 15:28 WIB |
Google berhenti pakai nama makanan untuk Android
Google akan menamai Android Q sebagai Android 10. Sumber foto: https://s.id/6l6Ta

Elshinta.com - Google mulai tahun ini menghentikan tradisi menamai sistem operasi terbaru Android dengan nama makanan, yang sudah mereka lakukan sejak awal kemunculan OS ini.

"Tradisi penamaan ini menjadi kesenangan setiap tahun peluncuran. Tapi, kami mendengar umpan balik selama bertahun-tahun bahwa nama ini tidak selalu dipahami setiap orang dalam masyarakat global," kata VP of Product Management Android, Sameer Samat, di blog resmi Google, dikutip Antara, Minggu (25/8).

Seiring dengan perubahan kebiasaan Google, Android Q akan disebut sebagai Android 10, meski pun ada banyak nama makanan berawalan Q. "Kami rasa perubahan ini akan membuat nama lebih sederhana dan lebih intuitif untuk komunitas global," kata Samat.

Google menilai nama-nama makanan yang mereka pakai untuk Android belum tentu dikenal di setiap negara, misalnya marshmallow. Banyak juga orang yang tidak familier dengan cara Google menamai versi Android dengan makanan. "Meski pun ada banyak hidangan penutup di luar sana yang berawalan 'Q', kami rasa versi 10 dan perangkat aktif yang mencapai 2,5 miliar, ini waktu yang tepat untuk berubah," kata Samat.

Google juga mengubah logo Android yang sudah mereka gunakan sejak 2014. Ikon robot Android berwarna hijau tetap ada, hanya bagian kepalanya saja yang dijadikan simbol. Google juga mengubah warna tulisan Android dari hijau ke hitam agar lebih ramah bagi orang-orang yang memiliki gangguan penglihatan. (Ank)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Mendes resmikan aplikasi E-Government
Sabtu, 12 Oktober 2019 - 07:38 WIB
Elshinta.com - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Eko Putro San...
Twitter sebut data pengguna telah digunakan untuk iklan
Rabu, 09 Oktober 2019 - 11:36 WIB
Elshinta.com - Twitter mengatakan alamat surat elektronik (email) dan nomor telepon yang d...
Instagram sediakan fitur mode gelap di Android dan iOS
Rabu, 09 Oktober 2019 - 08:39 WIB
Elshinta.com - Instagram menyediakan mode gelap (dark mode) untuk aplikasi mereka di ponse...
Mengenal aplikasi Batik Analyzer, apa hebatnya?
Kamis, 03 Oktober 2019 - 10:41 WIB
Elshinta.com - Salah satu lembaga litbang Kemenperin, yakni Balai Besar Kerajinan dan...
Mulai Februari 2020, WhatsApp tak bisa digunakan di iOS dan Android versi lama
Rabu, 02 Oktober 2019 - 15:32 WIB
Elshinta.com - Aplikasi pesan instan WhatsApp mengumumkan mereka tidak lagi memberi dukungan un...
Facebook uji coba sembunyikan jumlah `like`
Jumat, 27 September 2019 - 16:08 WIB
Elshinta.com - Facebook di Australia mulai menguji coba menyembunyikan jumlah teman yang menyuk...
Pesaing Apple Arcade, Google luncurkan Google Play Pass
Rabu, 25 September 2019 - 10:06 WIB
Elshinta.com - Kurang dari seminggu setelah peluncuran Apple Arcade, Google Play Store mengumumkan...
Mudahkan kutip ayat saat mengetik, Kemenag luncurkan Quran in Word
Selasa, 24 September 2019 - 19:36 WIB
Elshinta.com - Kementerian Agama (Kemenag) meluncurkan aplikasi Quran in Word untuk memudahkan mas...
Twitter mulai uji coba fitur sembunyikan balas cuitan
Sabtu, 21 September 2019 - 15:38 WIB
Elshinta.com - Twitter tengah menguji fitur yang akan memungkinkan pengguna menyembunyikan balasan...
Jadi solusi, aplikasi ini dapat respon positif dari pelanggan
Jumat, 20 September 2019 - 08:14 WIB
Elshinta.com - Pada Hari Pelanggan Nasional (4/9) lalu, manajemen Depo Bangunan turun melayani pel...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV