P3GL besama Universitas Cambridge dan ITB pasang OBS di Selat Makassar
Elshinta
Minggu, 25 Agustus 2019 - 10:53 WIB | Penulis : Dhany Lukito | Editor : Administrator
P3GL besama Universitas Cambridge dan ITB pasang OBS di Selat Makassar
Sumber foto: https://bit.ly/2zlQSOu

Elshinta.com - Badan Layanan Umum (BLU) Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan (P3GL) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berkolaborasi dengan dengan Tim Universitas Cambridge dan Institut Teknologi Bandung (ITB) memasang 27 unit Ocean Bottom Seismometer (OBS) di Selat Makassar, Perairan Sulawesi.

Pemasangan ini dilakukan oleh para peneliti dengan menggunakan Kapal Riset Geomarin III terhitung mulai 15 Agustus 2019 sampai akhir Agustus 2019. "Pemasangan OBS ini di lakukan sebagai bentuk upaya untuk meminimalisir gempa bumi dan bencana tsunami di Pulau Sulawesi dan Kalimantan," kata Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama (KLIK) Agung Pribadi di Jakarta, Sabtu (24/8).

Menurut Agung, pemilihan OBS dikarenakan selain mampu mendeteksi sinyal gempa, juga memiliki kelebihan dalam kapasitas perekaman, analisa yang lebih baik serta sistem peringatan dini yang efektif.

Berdasarkan laporan dari BLU P3GL, kegiatan ini menjadi bagian dari riset pengembangan pemodelan untuk wilayah Sulawesi yang sebelumnya telah dikembangkan oleh ITB Bandung dan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

"Hasil pengembangan riset akan jadi rujukan untuk penyusunan kebijakan Pemerintah menetapkan standar bangunan yang tepat dan menyediakan sarana kesiapsiagaan terhadap gempa bumi dan tsunami," ungkap Agung.

Sementara itu, peneliti Geologi Universitas Cambridge Simone Pili menilai, pemilihan lokasi di Selat Makassar mengacu pada peristiwa gempa bumi dan tsunami pada September 2018. Apalagi daerah antara Kalimantan dan Sulawesi terletak dalam suatu zona kompleks interaksi antara lempeng Australia, Pasifik, Filipina dan Sunda serta beberapa microplate.

"Gempa bumi Palu menyebabkan longsoran dasar laut berskala besar yang memindahkan sejumlah besar volume air, sehingga tsunami terjadi," jelas Pili, berdasarkan rilis resmi ESDM.

Untuk membuktikan hal ini, tambah Pili, diperlukan riset lanjutan agar dapat memberikan gambaran secara menyeluruh struktur geologi dalam seperti Palu-Koro dan zona subduksi di Selat Makassar dan Laut Sulawesi.

Sebagai informasi, OBS merupakan seismometer (alat pendeteksi) yang dirancang untuk merekam gerakan bumi di bawah lautan dan danau dari sumber buatan manusia dan sumber alam. Sensor di dasar laut digunakan untuk mengamati peristiwa akustik dan seismik.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Waduh, BMKG prediksi musim kemarau masih terjadi hingga bulan...
Jumat, 20 September 2019 - 08:08 WIB
Elshinta.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan bahwa musim kemar...
Berikut lokasi pelayanan SIM keliling di Jakarta
Jumat, 20 September 2019 - 07:36 WIB
Elshinta.com - Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya pada Jumat pagi menyiapkan lima titik layanan p...
Mendagri sebut revolusi mental bagai konsep hadapi tantangan bangsa
Jumat, 20 September 2019 - 06:27 WIB
Elshinta.com - Revolusi mental sebagai sebuah konsep yang relevan untuk menghadapi berbagai tantan...
Menko Luhut: RI-UEA jajaki dana abadi sebagai alternatif pembiayaan
Kamis, 19 September 2019 - 21:45 WIB
Elshinta.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman (Menko Maritim), Luhut Pandjaitan pada hari te...
Penerapan sistem E-TLE di ruas tol akan berkesinambungan
Kamis, 19 September 2019 - 20:12 WIB
Elshinta.com - Bulan depan, bersama dengan PT Jasa Marga (Persero) Tbk, Direktorat Lalu Lintas (Ditl...
Gali masukan, Satya Bhakti terima perwakilan Asosiasi Dunia Usaha dan Kamar Dagang
Kamis, 19 September 2019 - 20:04 WIB
Elshinta.com - Deputi Sekretaris Kabinet bidang Perekonomian, Satya Bhakti Parikesit, menerima perwa...
Kapolda Kalbar apresiasi festival aman berlalulintas dan launching `KaPeKa`
Kamis, 19 September 2019 - 19:34 WIB
Elshinta.com - Kapolda Kalimantan Barat (Kalbar) Irjen Pol Didi Haryono, mengapresiasi Festival Indo...
Presiden janji tindaklanjuti rekomendasi BPK
Kamis, 19 September 2019 - 19:27 WIB
Elshinta.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) berjanji akan menindaklanjuti rekomendasi-rekomendasi y...
Bocor, Ombudsman: Harus ada UU lindungi data pribadi penumpang
Kamis, 19 September 2019 - 18:34 WIB
Elshinta.com - Anggota Ombudsman Alvin Lie menilai perlu adanya sebuah regulasi untuk melindungi p...
Tangani karhutla, Polda Kalsel dibantu satu mobil tangki air IOF
Kamis, 19 September 2019 - 18:28 WIB
Elshinta.com - Indonesia Offroader Federation (IOF) Kalimantan Selatan (Kalsel) tergerak untuk mem...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: widget/infodarianda.php

Line Number: 24

Backtrace:

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/views/elshinta/widget/infodarianda.php
Line: 24
Function: _error_handler

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/views/elshinta/view_berita_detail.php
Line: 207
Function: include

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/libraries/Template.php
Line: 16
Function: view

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/controllers/Berita.php
Line: 144
Function: load

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/index.php
Line: 294
Function: require_once