Mitos dan Ritual Suku Enggano didokumentasikan secara digital
Elshinta
Minggu, 25 Agustus 2019 - 08:12 WIB |
Mitos dan Ritual Suku Enggano didokumentasikan secara digital
Sumber foto: https://s.id/6l2Zf

Elshinta.com - Tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia (FIB UI) menggagas Program Pendokumentasian Mitos dan Ritual secara Eletronik terhadap Kebudayaan Orang Enggano sebagai upaya mempertahankan, mengamankan serta mencegah terjadinya erosi kebudayaan Enggano.

"Dokumen pencatatan kebudayaan Enggano telah diarsipkan ke sebuah Sistem Elektronik Arsip UI atau dikenal dengan istilah SEKAR UI," kata Ketua Pengmas FIB UI Dr. Ike Iswary Lawanda di kampus UI Depok, Minggu (25/8) seperti dikutip dari Antara.

Gagasan yang dijalankan oleh Ike Iswary dan tim dilandasi atas permasalahan pengaruh kehidupan teknologi informasi modern sudah merasuk ke dalam kehidupan generasi muda sehingga bahasa dan budaya sudah mulai meluntur di kalangan generasi muda.

Untuk mempertahankan kebudayaan khususnya dalam hal ini Suku Enggano, tim Pengmas FIB UI merasa memerlukan dokumen yang dinamis agar kebudayaan dan memiliki pembuktian, oleh dan untuk mereka sendiri, sebagai upaya menjaga dan membangun NKRI.

Pulau Enggano sendiri berjarak 156 KM dari Kota Bengkulu dan masuk ke dalam kategori pulau 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal). SEKAR UI memfasilitasi pendokumentasian kebudayaan, diantaranya mitos dan ritual suku Enggano dalam proses penciptaan, penyimpanan, dan penggunaan dan akses bagi warga masyarakat Enggano khususnya dan masyarakat umum.

Aplikasi SEKAR UI bersinergi dengan website Kantor Kabupaten Bengkulu Utara dan Jaringan Informasi Kearsipan Nasional (JIKN), serta Pangkalan Data di Kantor Kecamatan Enggano. Ike Iswary menuturkan, “Mitos dan ritual merupakan sumber pertahanan budaya dan keamanan di tengah ancaman generasi milenial yang sangat memanfaatkan Teknologi Informasi dan Komunikasi yang semakin canggih.

Untuk itu, Mitos dan ritual perlu dilestarikan melalui pendokumentasian dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi agar mitos dan ritual dapat dinikmati oleh generasi milenial sesuai dengan cara dan gaya hidup yang dilakukan oleh milenial.

Untuk itu kami berupaya mengarsipkan kebudayaan Suku Enggano, meskipun saat ini akses jaringan teknologi informasi dan komunikasi di Enggano masih menggunakan dual band, jauh tertinggal dibandingkan perkotaan besar di Indonesia, namun diharapkan dapat menjaga kelestarian budaya setempat. “Kami juga berharap agar ke depannya gagasan kami dapat diterapkan pada beragam kebudayaan yang ada di Indonesia. (Ank)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Kualitas udara Batam kembali masuk kategori tak sehat
Minggu, 22 September 2019 - 13:27 WIB
Elshinta.com - Berdasarkan pemantauan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) yang dilakukan Balai ...
Pengamat sebut Pertamina tidak boleh sembarangan buka data
Minggu, 22 September 2019 - 12:58 WIB
Elshinta.com - Pertamina tidak boleh membuka data secara sembarangan kepada publik, termasuk data s...
Empat maskapai alihkan penerbangan dari Pekanbaru akibat asap pekat
Minggu, 22 September 2019 - 12:26 WIB
Elshinta.com - Empat maskapai mengalihkan penerbangan dari Bandara Internasional Sultan Syarif Kas...
Oded ajak warga salat subuh berjemaah di Masjid
Minggu, 22 September 2019 - 12:13 WIB
Elshinta.com - Memasuki usia Kota Bandung ke-209 tahun, Pemerintah Kota Bandung berharap warga Kota...
Satgas Yonif MR 411/Pandawa Kostrad bantu persalinan warga di tapal batas
Minggu, 22 September 2019 - 11:19 WIB
Elshinta.com - Personel Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan Republik Indonesia-Papua Nugini (Satgas...
Lewat Facebook, keluarga temukan Maharani setelah 11 tahun hilang di Suriah
Minggu, 22 September 2019 - 09:54 WIB
Elshinta.com - Keluarga akhirnya menemukan jejak Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Desa Buin Baru, Nu...
Sejarah 22 September: Indonesia juara AFF dan Hari Bebas Kendaraan Bermotor
Minggu, 22 September 2019 - 06:14 WIB
Elshinta.com - Hari ini dalam sejarah. Indonesia menjuarai Piala AFF U-19 setelah pada babak final...
Tuntas, Rapat Pleno PBNU keluarkan beberapa rekomendasi
Sabtu, 21 September 2019 - 22:35 WIB
Elshinta.com - Rapat Pleno Pengurus Besar Nahdlatul Ulama pada 20-21 September 2019 yang diselengg...
Hindari asap, warga diimbau kurangi aktivitas di luar rumah
Sabtu, 21 September 2019 - 20:39 WIB
Elshinta.com - Dinas Kesehatan Tapanuli Selatan, Sumatera Utara  mengimbau masyarakat di daerah i...
Akibat kabut asap, jarak pandang di Sumbar hanya tiga kilometer
Sabtu, 21 September 2019 - 20:27 WIB
Elshinta.com - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Minangkabau Padang Pariaman men...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)