BMKG: Aktivitas gempa di Kalimantan paling rendah
Elshinta
Sabtu, 24 Agustus 2019 - 20:52 WIB |
BMKG: Aktivitas gempa di Kalimantan paling rendah
Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati. Sumber Foto: https://bit.ly/2MBymtQ

Elshinta.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan bahwa Pulau Kalimantan adalah satu-satunya pulau di Indonesia dengan tingkat aktivitas kegempaan relatif paling rendah.

Demikian dikatakan Kepala BMKG Dwikorita Karnawati di Jakarta, Sabtu (24/8).

Dwikorita memaparkan kondisi seismisitas Pulau Kalimantan yang relatif rendah ini berdasarkan sejumlah fakta, yang salah satunya karena wilayah Pulau Kalimantan memiliki jumlah struktur sesar aktif jauh lebih sedikit daripada pulau-pulau lain di Indonesia.

"Meskipun di Pulau Kalimantan terdapat struktur sesar dan memiliki catatan aktivitas gempa bumi, tetapi secara umum wilayah Pulau Kalimantan masih relatif lebih aman jika dibanding daerah lain di Indonesia, seperti Pulau Sumatera, Jawa, Sulawesi, dan Papua yang memiliki catatan sejarah gempa merusak dan menimbulkan korban jiwa sangat besar," kata Dwikorita.

Selain itu wilayah Pulau Kalimantan lokasinya cukup jauh dari zona tumbukan lempeng (megathrust), sehingga suplai energi yang membangun medan tegangan terhadap zona seismogenik di Kalimantan tidak sekuat dengan akumulasi medan tegangan zona seismogenik yang lebih dekat zona tumbukan lempeng.

Selanjutnya juga beberapa struktur sesar di Kalimantan kondisinya sudah berumur tersier sehingga segmentasinya banyak yang sudah tidak aktif lagi dalam memicu gempa.

Namun demikian, Dwikorita mengatakan untuk mengantisipasi terjadinya bencana khususnya di wilayah pesisir Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Selatan yang berhadapan dengan sumber gempa perlu disusun strategi mitigasi bencana dengan menyiapkan tata ruang pantai agar masyarakat pesisir lebih aman.

"Tata ruang pemanfaatan daerah pesisir harus berbasis mitigasi bencana. Ini penting guna mengantisipasi bencana tsunami di pantai rawan tsunami dan tangguh menghadapi tsunami," katanya.

Selain itu, lanjut Dwikorita, konsep evakuasi mandiri juga menjadi pilihan tepat dan efektif untuk menyelamatkan masyarakat dari ancaman tsunami. Evakuasi mandiri dengan menjadikan guncangan gempa kuat sebagai peringatan dini tsunami alami dapat menjamin keselamatan masyarakat.

Dwikorita mengungkapkan edukasi evakuasi mandiri dan pelatihan evakuasi akan menjadi materi penting dalam kegiatan sosialisasi untuk masyarakat dan stakeholder di wilayah pantai rawan tsunami.

Pelatihan tersebut perlu dilakukan oleh berbagai Lembaga terkait, seperti BNPB, BPBD, BMKG, dan sebagainya. Masyarakat yang ditinggal di zona sesar aktif dan di kawasan pesisir juga harus memahami bagaimana cara selamat saat terjadi gempa bumi dan tsunami.

"Jika tempat tinggal kita di daerah rawan, maka yang penting dan harus disiapkan adalah langkah mitigasinya, kesiapsiagaannya, kapasitas masyarakat dan stakeholder, serta infrastruktur yang kuat untuk menghadapi gempa dan tsunami yang mungkin terjadi," terangnya.

Sementara itu, Deputi Geofisika BMKG Mohammad Sadly, mengatakan Pulau Kalimantan relatif lebih aman secara seismik jika dibandingkan dengan pulau-pulau besar di Indonesia.

Meski demikian, saat ini BMKG bersama kementerian dan lembaga terkait sedang menyiapkan sistem monitoring gempa dan langkah-langkah mitigasi gempa bumi dan tsunami yang lebih mumpuni untuk menjaga keselamatan masyarakat dan keberlanjutan perekonomian di calon wilayah Ibukota tersebut.

"BMKG bersama Kementerian/Lembaga lain berupaya meminimalisir sekecil mungkin risiko kebencanaan di wilayah tersebut dengan menyiapkan skenario mitigasi bencana yang tepat, terpadu, dan berkesinambungan," tutur Sadly, demikian Antara. (Anj)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Kebakaran hutan landa kawasan wisata Belitung
Senin, 16 September 2019 - 19:28 WIB
Elshinta.com - Sekitar lima hektare hutan di kawasan wisata alam Desa Sebrang Kabupaten Belitung, P...
15 hektare lahan dan hutan di Subang terbakar
Senin, 16 September 2019 - 19:12 WIB
Elshinta.com - Selama musim kemarau di Kabupaten Subang Jawa Barat, mengalami kebakaran hutan dan ...
Penghuni panti asuhan Barnabas butuh uluran tangan dermawan
Senin, 16 September 2019 - 18:37 WIB
Elshinta.com - Kebutuhan sekolah anak-anak panti asuhan Barnabas di Kecamatan Randuagung, Kabupate...
Terpidana kasus korupsi Fuad Amin Imron meninggal
Senin, 16 September 2019 - 18:12 WIB
Elshinta.com - Mantan Bupati Bangkalan Fuad Amin Imron, terpidana kasus korupsi dan tindak pidana ...
Pertamina Hulu Energi terjunkan personel atasi karhutla, fasilitas operasi aman
Senin, 16 September 2019 - 17:47 WIB
Elshinta.com - PT Pertamina Hulu Energi (PHE) memastikan titik api akibat Kebakaran Hutan dan Lahan...
Kapolres Cirebon pimpin pengamanan pelantikan DPRD Kabupaten Cirebon
Senin, 16 September 2019 - 17:13 WIB
Elshinta.com - Kapolres Cirebon AKBP Suhermanto memimpin langsung pengamanan pelantikan dan penguca...
Iuran BPJS Kesehatan naik, pemda diminta jamin kepesertaan buruh
Senin, 16 September 2019 - 16:46 WIB
Elshinta.com - Forum buruh Sukoharjo meminta pemerintah daerah untuk menjamin kepesertaan buruh dal...
Dandim 0614 Kota Cirebon silaturahmi dengan Sultan Keraton Kasepuhan
Senin, 16 September 2019 - 16:32 WIB
Elshinta.com - Dandim 0614/Kota Cirebon Letkol Inf Herry Indriyanto mengunjungi Sultan Sepuh Kerato...
100 anggota DPRD Sumut periode 2019-2024 resmi dilantik
Senin, 16 September 2019 - 15:47 WIB
Elshinta.com - Sebanyak 100 orang anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara periode 2019-2024 resmi dila...
Dosen Mengabdi 2019 USU, ajak anak jadi pelopor dan pelapor hak anak
Senin, 16 September 2019 - 15:17 WIB
Elshinta.com - Meski Kota Medan telah mendapatkan penghargaan Kota Layak Anak (KLA) untuk kategori ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: widget/infodarianda.php

Line Number: 24

Backtrace:

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/views/elshinta/widget/infodarianda.php
Line: 24
Function: _error_handler

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/views/elshinta/view_berita_detail.php
Line: 207
Function: include

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/libraries/Template.php
Line: 16
Function: view

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/controllers/Berita.php
Line: 144
Function: load

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/index.php
Line: 294
Function: require_once