Emas melonjak seiring ketegangan perdagangan angkat aset safe-haven
Elshinta
Sabtu, 24 Agustus 2019 - 09:26 WIB |
Emas melonjak seiring ketegangan perdagangan angkat aset safe-haven
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/30CVsTQ

Elshinta.com - Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange melonjak hampir dua persen pada akhir perdagangan Sabtu (24/8) pagi WIB seiring meningkatnya ketegangan perdagangan mendorong permintaan terhadap aset-aset safe-haven.

Kontrak emas paling aktif untuk Desember, melambung 29,10 dolar AS atau 1,93 persen, menjadi menetap di 1.537,60 dolar AS per ounce, sebagaimana dihimpun Antara.

Investor telah berbondong-bondong beeralih ke aset safe-haven emas setelah Tiongkok mengumumkan pada Jumat (23/8) waktu setempat bahwa tarif tambahan akan dikenakan pada barang impor dari Amerika Serikat senilai sekitar 75 miliar dolar AS setelah kenaikan tarif AS yang baru diumumkan untuk barang-barang Tiongkok. Kemudian, Tiongkok mengatakan pengenaan tarif tambahan merupakan respons paksa terhadap keputusan sepihak Amerika Serikat dan proteksionisme perdagangan.

Menurut Komisi Tarif Bea Cukai Dewan Negara China, sebanyak 5.078 produk AS akan dikenakan tarif tambahan 10 persen atau lima persen, yang akan diterapkan dalam dua kelompok serta mulai berlaku masing-masing pada 1 September dan 15 Desember. Tiongkok juga akan melanjutkan tarif tambahan 25 persen atau lima persen untuk kendaraan dan suku cadang buatan Amerika mulai 15 Desember.

Menyusul perkembangan terakhir, indeks-indeks acuan saham AS, Dow Jones Industrial Average, S&P 500 dan Nasdaq semuanya anjlok sekitar dua persen, karena investor melepas ekuitas berisiko beralih ke emas.

Sementara itu, indeks dolar AS, ukuran greenback terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya, turun 0,48 persen menjadi 97,70 menjelang penyelesaian perdagangan emas.

Logam mulia lainnya, perak untuk penyerahan September naik 37,3 sen atau 2,19 persen menjadi ditutup pada 17,413 dolar AS per ounce. Platinum untuk penyerahan Oktober turun 6,60 dolar AS atau 0,77 persen, menjadi menetap di 855,30 dolar AS per ounce. (FAN)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Sekjen PBB minta pertempuran di Idlib Suriah dihentikan
Sabtu, 22 Februari 2020 - 13:39 WIB
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres pada Jumat meminta agar segera diber...
Tiongkok temukan lonjakan kasus virus corona di penjara
Jumat, 21 Februari 2020 - 16:57 WIB
Virus corona menginfeksi 234 orang di dua penjara di luar provinsi Hubei. Akibat kasus ini, pejabat ...
Dubes Tiongkok: Semakin banyak pasien sembuh dari virus corona
Jumat, 21 Februari 2020 - 16:07 WIB
Duta Besar Tiongkok untuk ASEAN, Deng Xijun menyebut semakin banyak pasien yang dinyatakan sembuh da...
362 kru WNI Kapal Pesiar Westerdaam dipastikan dalam keadaan sehat
Jumat, 21 Februari 2020 - 13:04 WIB
Sebagai upaya dalam memberikan perlindungan bagi para warga negara Indonesia (WNI), khususnya di lua...
Positif, ada Polisi Hong Kong tertular virus corona
Jumat, 21 Februari 2020 - 12:52 WIB
Satu polisi Hong Kong dipastikan tertular virus corona baru COVID-19, kata otoritas pada Jumat (21/2...
Penyebaran COVID-19 ternyata lebih mirip Flu daripada SARS
Kamis, 20 Februari 2020 - 14:48 WIB
Para ilmuwan di Tiongkok mengatakan penyebaran virus corona baru lebih mirip influenza daripada viru...
Presiden: KBRI pantau WNI positif corona di kapal Diamond Princess
Kamis, 20 Februari 2020 - 14:16 WIB
Presiden RI Jokowi mengatakan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Jepang terus memantau warg...
Negosiasi gagal, perang Turki dan Suriah di ambang mata
Kamis, 20 Februari 2020 - 13:34 WIB
Operasi militer Turki untuk memukul mundur serangan pasukan pemerintah Suriah terhadap pemberontak d...
Delapan orang tewas dalam penembakan di Frankfurt 
Kamis, 20 Februari 2020 - 08:45 WIB
Delapan orang tewas dalam dua penembakan di dekat Kota Frankfurt, Jerman, pada Rabu (19/2).
Perlambatan kasus corona angkat harga minyak lebih dari dua persen
Kamis, 20 Februari 2020 - 07:28 WIB
Harga minyak naik lebih dari dua persen pada akhir perdagangan Rabu (Kamis, (20/2) pagi WIB), karena...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)