Polda Sumut dan BBKSDA amankan tiga ekor binturong
Elshinta
Jumat, 23 Agustus 2019 - 20:29 WIB |
Polda Sumut dan BBKSDA amankan tiga ekor binturong
iga ekor binturong (arctictis binturong) dalam kandang yang diamankan di sebuah rumah Jalan HM Joni, Gang Aman I Teladan, Kecamatan Medan Kota. Sumber Foto: https://bit.ly/33Sw0fI

Elshinta.com - Polda Sumatera Utara bekerjasama dengan petugas BBKSDA Sumut mengamankan tiga ekor binturong (arctictis binturong) berikut pemiliknya A (24) di kediamannya Jalan HM Joni, Gang Aman I Teladan, Kecamatan Medan Kota.

Demikian disampaikan Kasubag Data Evlap dan Kehumasan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumut, Andoko Hidayat, di Medan, Jumat (23/8).

Andoko mengatakan saat ini warga yang menyimpan satwa dilindungi itu, masih menjalani pemeriksaan di Polda Sumut. Penangkapan terhadap satwa binturong, menurut dia, pada hari Kamis (22/8) sekira pukul 16.30 WIB, setelah Polda Sumut memperoleh informasi adanya warga memelihara hewan yang dilindugi itu.

"Tim gabungan Polda Sumut dan BBKSDA Sumut menyita satwa itu, karena tidak dilengkapi dengan dokumen maupun izin pemeliharaan hewan yang dilindungi tersebut," ujar Andoko, seperti dikutip Antara.

Ia mengatakan, pengakuan A bahwa satwa dilindungi itu pemberian dari salah seorang rekannya dari Aceh, lima tahun lalu.

"BBKSDA Sumut mendukung sepenuhnya upaya hukum dilakukan Polda Sumut, mengingat satwa yang dipelihara itu, hewan dilindungi, dan dikhawatirkan akan terancam punah," ucap dia.

Andoko menyebutkan, perlindungan satwa liar diatur dalam peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor:P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018 tanggal 28 Desember 2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa Yang Dilindungi, dengan ancaman pidana sesuai Pasal 40 ayat (2) Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.

Dalam peraturan itu disebutkan, barang siapa dengan sengaja melakukan pelanggaran menangkap,melukai, membunuh, menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut, dan memperniagakan satwa yang dilindungi dalam keadaan hidup, sebagaimana diatur dalam Pasal 21 ayat (2) dipidana dengan pidana penjara paling lama lima tahun dan denda paling banyak Rp100.000.000,- (seratus juta Rupiah), katanya. (Anj/Sik)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Asap TPA Antang dalam tahap pengujian
Rabu, 18 September 2019 - 11:52 WIB
Elshinta.com - Paparan asap Tempat Pembuangan Akhir (TPA) akibat kebakaran dalam tiga hari terakhi...
Kemendag dan DPR selesaikan pembahasan RUU Ekonomi Kreatif
Rabu, 18 September 2019 - 11:43 WIB
Elshinta.com - Pemerintah yang diwakili beberapa kementerian/lembaga dan dipimpin Kementerian Perd...
Kemenko Kemaritiman fasilitasi uji kompetensi pemandu geowisata
Rabu, 18 September 2019 - 11:34 WIB
Elshinta.com - Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman memfasilitasi percepatan implementasi ke...
Kurangi dampak asap, Kemenkes sarankan dengan kain dakron
Rabu, 18 September 2019 - 11:23 WIB
Elshinta.com - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyarankan agar pengurangan dampak asap kebakaran...
Pertama di Indonesia, pembangkit listrik berbahan bakar bambu
Rabu, 18 September 2019 - 10:45 WIB
Elshinta.com - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN), Bambang Brodjonegoro mengatakan, Pemb...
Laode Syarif: Menkumham bohong soal akan pertemukan KPK dengan DPR
Rabu, 18 September 2019 - 10:06 WIB
Elshinta.com - Wakil Ketua KPK Laode M Syarif mengatakan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yason...
Musim hujan di Sumsel diprediksi mulai pertengahan Oktober
Rabu, 18 September 2019 - 09:13 WIB
Elshinta.com - Musim hujan di Provinsi Sumatera Selatan diprediksi akan dimulai pada pertengahan O...
1.313 hotspot terdeteksi di Sumatera, kondisi makin memprihatinkan
Rabu, 18 September 2019 - 09:02 WIB
Elshinta.com - Sebanyak 1.313 titik panas indikasi awal kebakaran hutan dan lahan (karhutla) bermu...
Kabut asap di Riau makin pekat, jarak pandang anjlok
Rabu, 18 September 2019 - 08:50 WIB
Elshinta.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan, kabut asap kebakar...
WWF minta kebakaran hutan kali ini tidak dianggap normal
Rabu, 18 September 2019 - 08:08 WIB
Elshinta.com - Direktur Policy and Advocacy WWF-Indonesia Aditya Bayunanda mengatakan kebakaran hu...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)