Polisi masih selidiki kasus vandalisme di Solo
Elshinta
Jumat, 23 Agustus 2019 - 20:18 WIB |
Polisi masih selidiki kasus vandalisme di Solo
Kepala Polresta Surakarta AKBP Andy Rifai. Sumber Foto: https://bit.ly/2MGnfAb

Elshinta.com - Polres Kota Surakarta, Jawa Tengah masih melakukan penyelidikan untuk segera mengungkap pelaku terkait kasus vandalisme yang dapat memprovokasi masyarakat di Kota Solo.

Demikian disampaikan Kepala Polresta Surakarta AKBP Andy Rifai, di Solo, Jumat (23/8). 

"Kami berharap soal vandalisme, masyarakat Solo tidak mudah terprovokasi," katanya, Vandalisme tersebut terkait masalah Papua, seperti dikutip Antara.

Menurut Andy pihaknya juga sudah melakukan komunikasi dengan warga Papua di Solo. Mereka juga dengan adanya isu atau vandalisme itu merasa tidak nyaman, karena mereka menyatakan bahwa kegiatan itu, bukan perbuatannya. 

Oleh karena itu, Polres mengimbau masyarakat harus bijaksana dan lebih pintar untuk melihat apakah hanya provokatif atau tidak Pihaknya mendapat laporkan penemuan adanya tulisan vandalisme ada tiga tempat di Solo, yakni di Jalan Juanda Purwodiningratan, Jalan Dr, Sutomo Kalitan, dan Jalan Ronggowarsito Timuran.

Kendati demikian, pihaknya mengimbau masyarakat agar kerja sama dengan kepolisian berpartisipasi dalam mencegah hal hal seperti itu. Tentu saja hal itu, menjadi tidak nyaman bagi warga Papua di Solo.

Warga Papua yang tinggal di kota ini, kata dia, sudah lama dan tujuannya untuk belajar dan bekerja. Namun, adanya isu seperti itu, warga Papua yang tinggal di kota ini, merasa tidak nyaman. "Kami sudah upayakan, agar cepat mengungkap pelakunya yang menyebar vandalisme di Solo," kata Andy menegaskan.

Polisi hingga kini masih melakukan penyelidikan vandalisme di beberapa tempat itu. Apakah murni dari kelompok itu, atau hal hal yang lain. "Kami tetap meningkatkan patroli di tempat-tempat rawan, dan juga sudah disampaikan ke petugas Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) agar bisa mengajak masyarakat menjaga lingkungannya masing-masing. (Anj/Sik) 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Asap TPA Antang dalam tahap pengujian
Rabu, 18 September 2019 - 11:52 WIB
Elshinta.com - Paparan asap Tempat Pembuangan Akhir (TPA) akibat kebakaran dalam tiga hari terakhi...
Kemendag dan DPR selesaikan pembahasan RUU Ekonomi Kreatif
Rabu, 18 September 2019 - 11:43 WIB
Elshinta.com - Pemerintah yang diwakili beberapa kementerian/lembaga dan dipimpin Kementerian Perd...
Kemenko Kemaritiman fasilitasi uji kompetensi pemandu geowisata
Rabu, 18 September 2019 - 11:34 WIB
Elshinta.com - Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman memfasilitasi percepatan implementasi ke...
Kurangi dampak asap, Kemenkes sarankan dengan kain dakron
Rabu, 18 September 2019 - 11:23 WIB
Elshinta.com - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyarankan agar pengurangan dampak asap kebakaran...
Pertama di Indonesia, pembangkit listrik berbahan bakar bambu
Rabu, 18 September 2019 - 10:45 WIB
Elshinta.com - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN), Bambang Brodjonegoro mengatakan, Pemb...
Laode Syarif: Menkumham bohong soal akan pertemukan KPK dengan DPR
Rabu, 18 September 2019 - 10:06 WIB
Elshinta.com - Wakil Ketua KPK Laode M Syarif mengatakan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yason...
Musim hujan di Sumsel diprediksi mulai pertengahan Oktober
Rabu, 18 September 2019 - 09:13 WIB
Elshinta.com - Musim hujan di Provinsi Sumatera Selatan diprediksi akan dimulai pada pertengahan O...
1.313 hotspot terdeteksi di Sumatera, kondisi makin memprihatinkan
Rabu, 18 September 2019 - 09:02 WIB
Elshinta.com - Sebanyak 1.313 titik panas indikasi awal kebakaran hutan dan lahan (karhutla) bermu...
Kabut asap di Riau makin pekat, jarak pandang anjlok
Rabu, 18 September 2019 - 08:50 WIB
Elshinta.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan, kabut asap kebakar...
WWF minta kebakaran hutan kali ini tidak dianggap normal
Rabu, 18 September 2019 - 08:08 WIB
Elshinta.com - Direktur Policy and Advocacy WWF-Indonesia Aditya Bayunanda mengatakan kebakaran hu...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)