BMKG: Sesar gempa di Kaltim masih sangat aktif
Elshinta
Jumat, 23 Agustus 2019 - 18:57 WIB |
BMKG: Sesar gempa di Kaltim masih sangat aktif
Ilustrasi. Sumber Foto: https://bit.ly/2zfk9Kw

Elshinta.com - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memonitor bahwa secara geologi dan tektonik sesar gempa di Kalimantan Timur masih sangat aktif. Sesar Maratua dan Sesar Mangkalihat di wilayah Kabupaten Berau dan Kabupaten Kutai Timur menunjukkan masih sangat aktif.

Kepala Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami BMKG Daryono di Jakarta, Jumat (23/8) mengatakan, secara geologi dan tektonik, di wilayah Provinsi Kalimatan Timur (Kaltim) terdapat tiga struktur sesar sumber gempa yaitu Sesar Maratua, Sesar Mangkalihat, dan Sesar Paternoster.

Dalam peta seismisitas pada dua zona sesar ini aktivitas kegempaannya cukup tinggi dan membentuk klaster sebaran pusat gempa yang berarah barat-timur.

Tercatat sejumlah gempa signifikan dan merusak yang pernah terjadi di wilayah Provinsi Kaltim berkaitan dengan Sesar Maratua dan Sesar Sangkulirang antara lain gempa dan tsunami Sangkulirang pada 14 Mei 1921.

Dampak gempa Sangkulirang dilaporkan menimbulkan kerusakan memiliki skala intensitas VII-VIII MMI, yang artinya banyak bangunan mengalami kerusakan sedang hingga berat. Gempa kuat juga diikuti tsunami yang mengakibatkan kerusakan di sepanjang pantai dan muara sungai di Sangkulirang, Kaltim, seperti dikutip Antara.

Selanjutnya gempa Tanjung Mangkalihat berkekuatan magnitudo 5,7 pada 16 November 1964. Gempa Kutai Timur bermagnitudo 5,1 pada 4 Juni 1982.

Gempa Muarabulan, Kutai Timur, berkekuatan 5,1 pada 31 Juli 1983, gempa Mangkalihat berkekuatan magnitudo 5,4 pada 16 Juni 2000 lalu gempa Tanjungredep berkekuatan 5,4 pada 31 Januari 2006 dan gempa Muaralasan, Berau, berkekuatan 5,3 pada 24 Februari 2007

Berdasarkan hasil kajian Pusat Studi Gempa Nasional (Pusgen) pada 2017, Sesar Mangkalihat memiliki potensi magnitudo mencapai magnitudo 7,0. Sebagai gambaran skenario tingkat guncangan (shake map) akibat gempa yang bersumber dari Sesar Mangkalihat dapat berdampak hingga skala intensitas VI-VII MMI.

Artinya gempa yang terjadi dapat menimbulkan kerusakan tingkat sedang hingga berat di Semenajung Mangkalihat dan sekitarnya.

Sementara itu, Sesar Paternoster yang jalurnya berarah barat-timur melintasi wilayah Kabupaten Paser, meskipun termasuk kategori sesar berusia tersier tetapi hasil monitoring BMKG menunjukkan bahwa di jalur sesar ini masih sering terjadi gempa.

Daryono menjelaskan, catatan gempa di Kabupaten Paser cukup banyak. Salah satu gempa yang paling kuat adalah Gempa Paser berkekuatan magnitudo 6,1 pada 26 Oktober 1957, sementara peristiwa gempa tektonik yang terbaru adalah Gempa Longkali, Paser, pada 19 Mei 2019 berkekuatan 4,1 yang guncangannya sempat menimbulkan kepanikan masyarakat.

"Melihat catatan sejarah tsunami masa lalu, pantai timur Provinsi Kaltim sebenarnya bukan kawasan aman tsunami. Peristiwa tsunami destruktif di Sangkulirang pada 14 Mei 1921 kiranya cukup sebagai bukti kerawanan tsunami di wilayah ini," ujarnya.

'Keberadaan Pantai Timur Kaltim yang berhadapan dengan North Sulawesi Megathrust juga patut diwaspadai," kata Daryono.

Hasil pemodelan skenario tsunami akibat gempabumi berkekuatan magnitudo 8,5 yang berpusat di zona megathrust Sulawesi Utara menggunakan TOAST (Tsunami Observation and Simulation Terminal) di BMKG menunjukkan bahwa di Pantai Kalimantan Timur berpotensi terjadi tsunami dengan status ancaman “awas” dengan tinggi tsunami di atas tiga meter. (Anj/Sik)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Asap TPA Antang dalam tahap pengujian
Rabu, 18 September 2019 - 11:52 WIB
Elshinta.com - Paparan asap Tempat Pembuangan Akhir (TPA) akibat kebakaran dalam tiga hari terakhi...
Kemendag dan DPR selesaikan pembahasan RUU Ekonomi Kreatif
Rabu, 18 September 2019 - 11:43 WIB
Elshinta.com - Pemerintah yang diwakili beberapa kementerian/lembaga dan dipimpin Kementerian Perd...
Kemenko Kemaritiman fasilitasi uji kompetensi pemandu geowisata
Rabu, 18 September 2019 - 11:34 WIB
Elshinta.com - Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman memfasilitasi percepatan implementasi ke...
Kurangi dampak asap, Kemenkes sarankan dengan kain dakron
Rabu, 18 September 2019 - 11:23 WIB
Elshinta.com - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyarankan agar pengurangan dampak asap kebakaran...
Pertama di Indonesia, pembangkit listrik berbahan bakar bambu
Rabu, 18 September 2019 - 10:45 WIB
Elshinta.com - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN), Bambang Brodjonegoro mengatakan, Pemb...
Laode Syarif: Menkumham bohong soal akan pertemukan KPK dengan DPR
Rabu, 18 September 2019 - 10:06 WIB
Elshinta.com - Wakil Ketua KPK Laode M Syarif mengatakan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yason...
Musim hujan di Sumsel diprediksi mulai pertengahan Oktober
Rabu, 18 September 2019 - 09:13 WIB
Elshinta.com - Musim hujan di Provinsi Sumatera Selatan diprediksi akan dimulai pada pertengahan O...
1.313 hotspot terdeteksi di Sumatera, kondisi makin memprihatinkan
Rabu, 18 September 2019 - 09:02 WIB
Elshinta.com - Sebanyak 1.313 titik panas indikasi awal kebakaran hutan dan lahan (karhutla) bermu...
Kabut asap di Riau makin pekat, jarak pandang anjlok
Rabu, 18 September 2019 - 08:50 WIB
Elshinta.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan, kabut asap kebakar...
WWF minta kebakaran hutan kali ini tidak dianggap normal
Rabu, 18 September 2019 - 08:08 WIB
Elshinta.com - Direktur Policy and Advocacy WWF-Indonesia Aditya Bayunanda mengatakan kebakaran hu...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)