Moeldoko: Lokasi ibu kota baru pertimbangkan sisi ekologi
Elshinta
Jumat, 23 Agustus 2019 - 17:18 WIB |
Moeldoko: Lokasi ibu kota baru pertimbangkan sisi ekologi
Kepala Kantor Staf Kepresidenan Moeldoko. Sumber Foto: https://bit.ly/30tser3

Elshinta.com - Kepala Kantor Staf Kepresidenan Moeldoko menyatakan lokasi baru ibu kota NKRI di Kalimantan sudah memperhitungkan sisi ekologi sehingga diperkirakan tidak ada masalah lingkungan.

Mantan Panglima TNI itu menyatakan hal itu menanggapi adanya kekhawatiran dampak negatif kepada lingkungan terhadap kawasan yang saat ini menjadi paru-paru dunia. "Itu sudah dihitung jadi sisi ekologinya," kata Moeldoko di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (23/8).

Pembangunan ibu kota baru di Pulau Kalimantan dikhawatirkan mengurangi fungsi paru-paru dunia karena lahan hutan yang akan semakin berkurang. "Kan ada pertimbangan lingkungannya seperti apa. Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan sudah membuat kajian-kajian, pasti sudah dipikirkan," ujarnya.

Menanggapi usulan perlunya referendum untuk pemindahan ibu kota, Moeldoko mengatakan Indonesia punya DPR yang mewakili rakyat. "Kemarin Presiden minta izin kepada Anggota Dewan untuk nantinya bisa merestui karena nanti akan dilarikan ke Undang Undang. Jadi tidak sejauh itulah," katanya.

Sementara menanggapi penilaian bahwa pemindahan ibu kota NKRI belum ada urgensinya, Moeldoko mengatakan kalau melihatnya sekarang memang belum urgen. "Kan kita melihatnya jauh ke depan, kita melihat dan memikirkan Indonesia 100 tahun ke depan, bukan memikirkan 5 tahun, 10 tahun ke depan. Kalau tidak dimulai, kapan lagi?" katanya.

Ia menyebutkan inisiasi mengembangkan ibu kota baru sudah lama muncul. "Kalau hanya dipikirkan terus kan tidak terealisasi, terus kapan mau move on-nya? Ini mau di-move on-kan," kata Moeldoko, demikian Antara. (Anj/Sik)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Waspada! Potensi hujan di Jakarta hari ini
Jumat, 28 Februari 2020 - 07:12 WIB
Hujan dengan intensitas ringan berpotensi mengguyur wilayah DKI Jakarta, Jumat (28/2) hari ini. Namu...
Politisi Demokrat minta Sekda DKI mundur soal banjir
Kamis, 27 Februari 2020 - 21:34 WIB
Anggota Komisi V DPR RI Fraksi Partai Demokrat Irwan menyayangkan pernyataan dari Sekretaris Daerah ...
 Berbuat asusila pada 5 bocal lelaki, Kakek KS ditangkap petugas
Kamis, 27 Februari 2020 - 14:08 WIB
Polres Metro Depok jadikan tersangka seorang lelaki KS (63) yang melakukan perbuatan asusila kepada ...
Potensi hujan di Jakarta hari ini
Kamis, 27 Februari 2020 - 08:05 WIB
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan hujan dengan intensitas ringan da...
BI dan Polri musnahkan sekitar 50.000 lembar rupiah palsu
Rabu, 26 Februari 2020 - 13:58 WIB
Bareskrim Polri bekerja sama dengan Bank Indonesia (BI) memusnahkan 50.087 lembar uang rupiah palsu ...
Bareskrim Polri musnahkan 341 kg sabu dan 51 kg ganja
Rabu, 26 Februari 2020 - 13:47 WIB
Sebanyak 341,6 kg narkoba jenis sabu dan 51 kg ganja hasil pengungkapan tim penyidik Direktorat Tind...
Hujan lebat berpotensi guyur Jakarta
Rabu, 26 Februari 2020 - 07:55 WIB
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini waspada potensi hu...
Tiga pintu air Jakarta masih siaga tiga
Rabu, 26 Februari 2020 - 07:31 WIB
Hingga Rabu (26/2) pagi, tiga pintu air di Jakarta masih berstatus siaga tiga atau waspada. 
Projo DKI pertanyakan `Contingency Plan` hingga anggaran banjir Jakarta
Selasa, 25 Februari 2020 - 20:11 WIB
Banjir Jakarta membuktikan buruknya pengelolaan lingkungan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Menteri Edhy: Satgas 115 tidak akan tumpang tindih
Selasa, 25 Februari 2020 - 19:36 WIB
Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo menegaskan bahwa Satuan Tugas Pemberantasan Penangkapan ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV