Presiden PPMI: Kasus UAS salah alamat
Elshinta
Kamis, 22 Agustus 2019 - 21:58 WIB |
Presiden PPMI: Kasus UAS salah alamat
Jumpa pers Majelis Ulama Indonesia bersama Ustadz Abdul Somad (UAS) di Gedung MUI Pusat, Jakarta, Rabu (21/8). Sumber foto: https://s.id/6jrOp

Elshinta.com - Presiden Perkumpulan Persaudaraan Muslim Internasional (PPMI), DR KH Hasan Basri Rahman mengungkapkan bahwa kasus yang menimpa Ustad Abdul Somad (UAS) salah alamat.

Sebab, menurut pandangan Islam, tidak ada yang berhak mengkritisi dakwahnya. Hal tersebut juga berlaku bagi ajaran lainnya yang tidak membenarkan Islam dan Alquran. "Kalau mau memproses secara hukum, pendeta yang menghina air zam-zam juga harus diadili. Olehnya, yang melaporkan UAS ini harus dilaporkan kembali dan semestinya ditahan," kata Ustad Hasan, sapaannya di Makasar, Kamis (22/8) seperti dikutip dari Antara.

Sebab jika UAS dipenjarakan, maka itu dikategorikan ketidakadilan dan mendiskriminasikan ulama dengan selalu mencari-cari kesalahan ulama. Ustad Hasan menyampaikan, bahwa jika kasus ini terus berlanjut maka pihak berwajib secara terang-terangan telah berpihak. Meski begitu, ia menegaskan seluruh organisasi masyarakat (Ormas) Islam akan bereaksi, khususnya di Sulawesi Selatan. "Kami akan mendukung penuh UAS. Secara pribadi saya akan turut meramaikan situasi tersebut. Ini berkaitan dengan harkat dan martabat Islam. Jika tidak ditegakkan maka kita sudah tidak ada nilainya," katanya.

Baginya, UAS merupakan sosok ulama yang dikagumi, sehingga umat Islam yang ikut membully sangat dekat dari kemunafikan.

Sementara Ketua FUIB Sulsel, Ustad Muchtar Dg Lau mengatakan, selain UAS masih banyak kalangan yang menyampaikan ajaran lebih keras. Olehnya, perlu keseimbangan dalam menanggapi setiap kasus. Khususnya bagi para penegak hukum, harus adil dalam polemik hukum yang menimpa UAS.

Terkait ceramah yang menyudutkan UAS, Ustad Muchtar beranggapan bahwa pertanyaan yang dijawab UAS bersifat umum dan telah terjadi beberapa tahun yang lalu. "Sehingga, jangan sampai kasus yang terjadi saat ini menjadi bagian dari kriminalisasi terhadap ulama," katanya.

Terhadap kasus ini, Ustad Mukhtar menyampaikan bahwa FUIB akan melakukan diskusi bersama seluruh ormas terkait langkah selanjutnya, sebab FUIB tidak bisa sembarang mengambil keputusan dan harus melalui diskusi dulu. (Ank/Sik)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Waduh, BMKG prediksi musim kemarau masih terjadi hingga bulan...
Jumat, 20 September 2019 - 08:08 WIB
Elshinta.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan bahwa musim kemar...
Berikut lokasi pelayanan SIM keliling di Jakarta
Jumat, 20 September 2019 - 07:36 WIB
Elshinta.com - Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya pada Jumat pagi menyiapkan lima titik layanan p...
Mendagri sebut revolusi mental bagai konsep hadapi tantangan bangsa
Jumat, 20 September 2019 - 06:27 WIB
Elshinta.com - Revolusi mental sebagai sebuah konsep yang relevan untuk menghadapi berbagai tantan...
Menko Luhut: RI-UEA jajaki dana abadi sebagai alternatif pembiayaan
Kamis, 19 September 2019 - 21:45 WIB
Elshinta.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman (Menko Maritim), Luhut Pandjaitan pada hari te...
Penerapan sistem E-TLE di ruas tol akan berkesinambungan
Kamis, 19 September 2019 - 20:12 WIB
Elshinta.com - Bulan depan, bersama dengan PT Jasa Marga (Persero) Tbk, Direktorat Lalu Lintas (Ditl...
Gali masukan, Satya Bhakti terima perwakilan Asosiasi Dunia Usaha dan Kamar Dagang
Kamis, 19 September 2019 - 20:04 WIB
Elshinta.com - Deputi Sekretaris Kabinet bidang Perekonomian, Satya Bhakti Parikesit, menerima perwa...
Kapolda Kalbar apresiasi festival aman berlalulintas dan launching `KaPeKa`
Kamis, 19 September 2019 - 19:34 WIB
Elshinta.com - Kapolda Kalimantan Barat (Kalbar) Irjen Pol Didi Haryono, mengapresiasi Festival Indo...
Presiden janji tindaklanjuti rekomendasi BPK
Kamis, 19 September 2019 - 19:27 WIB
Elshinta.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) berjanji akan menindaklanjuti rekomendasi-rekomendasi y...
Bocor, Ombudsman: Harus ada UU lindungi data pribadi penumpang
Kamis, 19 September 2019 - 18:34 WIB
Elshinta.com - Anggota Ombudsman Alvin Lie menilai perlu adanya sebuah regulasi untuk melindungi p...
Tangani karhutla, Polda Kalsel dibantu satu mobil tangki air IOF
Kamis, 19 September 2019 - 18:28 WIB
Elshinta.com - Indonesia Offroader Federation (IOF) Kalimantan Selatan (Kalsel) tergerak untuk mem...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: widget/infodarianda.php

Line Number: 24

Backtrace:

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/views/elshinta/widget/infodarianda.php
Line: 24
Function: _error_handler

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/views/elshinta/view_berita_detail.php
Line: 207
Function: include

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/libraries/Template.php
Line: 16
Function: view

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/controllers/Berita.php
Line: 144
Function: load

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/index.php
Line: 294
Function: require_once