Kera serang bayi, BKSDA turun tangan
Elshinta
Kamis, 22 Agustus 2019 - 20:26 WIB | Penulis : Angga Kusuma | Editor : Sigit Kurniawan
Kera serang bayi, BKSDA turun tangan
Sumber foto: Deni Suryanti/Radio Elshinta

Elshinta.com - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Tengah memburu kera liar yang menyerang bayi usia 40 hari di Desa Jatisobo, Kecamatan Polokarto, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Perburuan dilakukan setelah ada laporan warga terkait penyerangan hewan liar pada manusia, kemudian warga meminta bantuan untuk mengevakuasi kera tersebut.

Kepala BKSDA Jawa Tengah Wilayah Surakarta, Sudadi kepada Kontributor Elshinta, Deni Suryanti, Kamis (22/8) mengatakan, warga tidak mengetahui asal kera liar yang masuk ke permukiman. Desa Jatisobo memang dekat dengan hutan karet di Polokarto, tetapi hutan tersebut bukan habitat kera.

Penyerangan kera ke manusia baru pertama kali terjadi di Sukoharjo. Pihaknya akan memantau kemungkinan kera kembali menyerang dan melakukan perburuan karena meresahkan warga. "Informasinya, keberadaan kera liar jenis ekor panjang sempat terlihat di permukiman pada 2018 lalu, tetapi tidak mengganggu," paparnya.

Pihaknya berkoordinasi dengan Polsek Polokarto untuk melakukan pemantauan wilayah, kemungkinan kera liar ini berasal dari kawasan hutan di Kabupaten Karanganyar, sebab Jatisobo berbatasan langsung dengan wilayah hutan tersebut. Kemarau menyebabkan persediaan makanan kera menipis sehingga turun gunung untuk mencari makan.

Warga diminta waspada dan melapor apabila melihat kera liar dengan tidak menghalau sendirian, karena kera akan menyerang. "Tetapi warga dilarang membunuh kera-kera yang diburu," ungkapnya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Kebakaran di Asmat Papua, ratusan jiwa kehilangan tempat tinggal
Selasa, 17 September 2019 - 21:38 WIB
Elshinta.com - Bupati Asmat, Elisa Kambu mengatakan, sebanyak 255 kepala keluarga atau 897 jiwa keh...
Keracunan massal di Sukabumi kembali terjadi
Selasa, 17 September 2019 - 11:15 WIB
Elshinta.com - Kasus keracunan massal di Kedusunan Ciangkrek, Kampung Babakan, Kabupaten Sukabumi,...
Karhutla landa Gunung Ile Mandiri
Selasa, 17 September 2019 - 10:06 WIB
Elshinta.com - Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten F...
Ditinggal kerja, rumah ludes dilalap api 
Senin, 16 September 2019 - 16:13 WIB
Elshinta.com - Diduga akibat hubungan pendek arus listrik, rumah milik Gunawan (35) warga Dusun Lem...
Karhutla, TNI akan terbangkan drone malam hari
Senin, 16 September 2019 - 15:06 WIB
Elshinta.com - Untuk mempercepat proses pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjad...
Tinjau karhutla di Riau, Kapolri heran. Ada apa?
Senin, 16 September 2019 - 10:10 WIB
Elshinta.com - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Doni Monardo bersama...
Puskesmas dan rumah sakit di Riau jadi Posko 24 jam
Senin, 16 September 2019 - 07:13 WIB
Elshinta.com - Gubernur Provinsi Riau telah menginstruksikan seluruh Puskesmas menjadi Posko Keseh...
Pagi ini terpantau 27 hotspot, BNPB: Jarak pandang hanya 1 km
Minggu, 15 September 2019 - 11:58 WIB
Elshinta.com - Pagi ini terdeteksi ada 27 titik api kategori tinggi di Riau. Secara umum Kota Peka...
Banjarmasin diselimuti kabut asap sejak pagi
Minggu, 15 September 2019 - 10:55 WIB
Elshinta.com - Kabut asap meliputi Kota Banjarmasin dan sekitarnya sejak Minggu (15/9) pagi hingga ...
Lima jalur pendakian Gunung Merbabu masih ditutup sementara, ini penyebabnya
Jumat, 13 September 2019 - 09:28 WIB
Elshinta.com - Lima jalur pendakian Gunung Merbabu ditutup sementara akibat adanya kebakaran hutan...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)