Apresiasi untuk penyelenggaraan haji Indonesia
Elshinta
Rabu, 21 Agustus 2019 - 08:44 WIB | Penulis : Dewi Rusiana | Editor : Administrator
Apresiasi untuk penyelenggaraan haji Indonesia
Dirjen Haji dan Umrah Turki Remzi Bircan (berkemeja biru) bertemu dengan Dirjen PHU Kemenag RI, Nizar Ali beserta jajarannya, Selasa (20/08). Sumber foto: https://bit.ly/2z84oVM

Elshinta.com - Indonesia, sebagai negara pengirim jemaah haji terbesar di dunia, dinilai berhasil menyelenggarakan seluruh prosesi haji dengan tertib dan teratur. Jemaah haji Indonesia pun dikenal patuh.

Apresiasi ini diungkapkan Direktur Jenderal Haji dan Umrah Turki, Remzi Bircan saat menggunjungi Misi Haji Indonesia, di Kantor Urusan Haji Indonesia, di Makkah, Selasa (20/8). 

“Sehingga, kami ingin sekali belajar bagaimana mengelola haji seperti Indonesia,” ujar Remzi, seperti diinformasikan melalui laman resmi Kemenag RI. 

Hadir dalam pertemuan tersebut, Dirjen Penyelenggara Haji dan Umrah Nizar Ali, Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Endang Jumali, para Pengendali Teknis PPIH, serta Kepala Daerah Kerja Makkah Subhan Cholid.

Remzi menyebutkan, saat ini Indonesia memiliki kuota tiga kali lipat lebih besar dari Turki. Dimana Turki memiliki kuota sebanyak 80 ribu jemaah, terdiri dari 30 ribu jemaah haji khusus dan 50 ribu jemaah haji reguler. 

Dengan jumlah jemaah yang besar, Indonesia dinilainya dapat mengorganisasi dengan baik. Padahal bagi pihaknya, melakukan pergerakan dari Makkah ke Arafah, kemudian dari Arafah ke Mina dengan membawa 80 ribu jemaah saja sudah merupakan kesulitan tersendiri.

Maka dalam kesempatan pertemuan tersebut, Remzi bermaksud membangun silaturahmi untuk kemudian dapat berbagi ilmu dan pengalaman dengan Indonesia. 

“Pembicaraan ini kami harap dapat kita dilanjutkan di Jakarta, Indonesia atau pun di Ankara, Turki,” ucap Remzi.

Sementara, Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag RI, Nizar Ali menyampaikan terima kasih atas apresiasi yang diberikan. “Alhamdulillah, kita diberikan kehormatan oleh Turki untuk bertukar informasi,” kata Nizar.

“Kita dipandang sebagai pengelola ibadah haji yang rumit, karena dari sisi jumlah jemaah haji yang datang ke sini terbesar di dunia. Lalu kita juga dikenal jemaah haji yang paling tertib, paling penurut, sehingga ini mereka butuh belajar dari kita,” imbuhnya.

Dalam pertemuan yang berlangsung selama 45 menit tersebut, Remzi sempat terkejut dengan perbandingan jumlah jemaah dengan petugas haji. Turki memiliki 2.500 petugas untuk melayani 80 ribu jemaah haji. Sementara,  Indonesia hanya memiliki 4.300an petugas untuk melayani 231 ribu jemaah haji.

“Mereka tadi sempat kaget juga dengan jumlah hotel yang kita sewa di Makkah. Di Makkah ini Indonesia menyewa 173 hotel, sementara di Madinah ada 106 hotel. Mengorganisasi ini jelas tidak mudah,” kata Sri Ilham.

Belum lagi, menurut Sri Ilham, jumlah maktab  jemaah haji Indonesia di Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina) jauh lebih besar dari Turki. Sebanyak 214 ribu jemaah haji reguler Indonesia pada 1440H/2019M ini terbagi dalam 73 maktab, sementara Turki hanya memiliki 12 maktab untuk 50 ribu jemaah.

“Banyak sebenarnya yang ingin dibicarakan, tapi kali ini waktunya terbatas. Nanti insyaAllah akan dilanjutkan di Indonesia atau Turki,” tutur Sri Ilham. 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Pasca-serangan minyak, Putin tawarkan senjata Rusia ke Saudi
Selasa, 17 September 2019 - 16:53 WIB
Elshinta.com - Pasca-serangan industri minyak milik Arab Saudi, Rusia siap membantu jika diperlukan...
Iran: Serangan terhadap minyak di Saudi aksi balasan dari Yaman
Selasa, 17 September 2019 - 16:41 WIB
Elshinta.com - Serangan terhadap industri minyak Aramco di Arab Saudi merupakan aksi balasan dari `...
Indonesia: Janji kampanye Israel langgar hukum Internasional
Senin, 16 September 2019 - 15:36 WIB
Elshinta.com - Indonesia memandang janji kampanye di Israel terkait aneksasi wilayah Tepi Barat Pa...
Edward Snowden berharap Prancis beri suaka
Minggu, 15 September 2019 - 12:36 WIB
Elshinta.com - Mantan pegawai kontrak badan intelijen Amerika Serikat, Edward Snowden, berharap Pra...
Waduh! toilet emas di istana Inggris hilang dicuri
Minggu, 15 September 2019 - 11:17 WIB
Elshinta.com - Sekelompok pencuri mengambil toilet terbuat dari emas 18 karat yang masih berfungsi ...
Absen 30 tahun, wayang orang kembali tampil di Jerman
Minggu, 15 September 2019 - 09:18 WIB
Elshinta.com - Setelah 30 tahun absen di Eropa, pagelaran wayang orang kembali dipentaskan di tiga ...
Bos Disney pamit dari jajaran direksi Apple
Minggu, 15 September 2019 - 08:35 WIB
Elshinta.com - Chief Executive Officer Walt Disney Bob Iger mengundurkan diri dari posisinya selak...
Ratusan undangan hadiri resepsi diplomatik HUT RI ke-74 di Baku Azerbaijan
Rabu, 11 September 2019 - 14:24 WIB
Elshinta.com - Sejumlah ratusan tamu undangan hadir dalam Resepsi Diplomatik Peringatan Ulang Tahun...
Dekati fase akhir, PPIH paparkan penyelenggaraan haji 1440H/2019M
Rabu, 11 September 2019 - 11:10 WIB
Elshinta.com - Penyelenggaraan ibadah haji 1440H/2019M sudah mendekati fase akhir. Kelompok terban...
AMPHURI sambut positif penghapusan aturan visa progresif umrah
Selasa, 10 September 2019 - 15:15 WIB
Elshinta.com - Pemerintah Arab Saudi mengeluarkan kebijakan baru terkait biaya visa progresif. Seb...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)